@inibukanaila haloo kakk! it's okay yaa! memang untuk skrg udah jarang bgt, atau kalo ada it's formed in jokes/satire yg bahkan kadang aku jg baru sadarnya bisa pas udh kelar ngobrol 😞
Tambahan yapping..
But ofc being both woke and wise are hard! Damn.
Well because our ideals and sense of moral righteousness don't always align with the immediate needs of humanity (wise sustainable choice).
There is this.... difference between having social awareness (being woke) and having intellectual maturity (being wise)
maybe(?) being woke teaches you to be aware, whilst being wise teaches you what to do with what you've noticed and see that not all disagreement means
🚨 SAMARINDA MEMANAS! SAMARINDA BERSUARA! UP UP UP
DEMO KETIGA! Aliansi GERAM kembali menggeruduk Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Rabu (4/11/2026).
Tuntutan masih sama;
🔥 Karhutla ditetapkan sebagai bencana nasional. 🔥 Kompensasi bagi korban ISPA akibat kabut asap. 🔥 Penyelesaian pemadaman listrik bergilir yang membuat sayur dan buah warga membusuk. 🔥 Penanganan kelangkaan BBM. 🔥 Pencopotan Sudarno dari tim ahli gubernur.
Irfan Abdul Gafur komika, youtuber kelahiran Samarinda ini ikut aksi demo.
Yuk, bisa yuk! Jangan sampai kita terlalu lama terdistraksi drama penyadapan presiden. Isu daerah juga butuh perhatian. Karhutla, kabut asap, listrik byarpet, BBM langka. Rakyat Kaltim masih menunggu jawaban. Jangan sampai tenggelam dari timeline!
Presiden disadap
Humas polri
Jokowi
Listyo Sigit
@leehandotcom@KrystalMHj94@inibukanaila koreksi dikit, chindo KAYA yang dielu-elukan. sbg org chindo menengah kebawah, masih berasa itu rasisnya apalagi lu sekolah negeri (bukan swasta). emg skrg rasismenya gak separah dlu, tp masih ada ya kak. and any little kind of racism is still racist.
Ableisme, rasisme, fasisme, queerfobia, seksisme, dan misogini itu bukan sekadar 'dosa' moral personal yang bisa dimaklumi demi kuantitas massa.
Itu semua alat represi sistemik.
- literal minor got catcalled and harassed by party member
- diprotes, anggota partai playing victim, nanti nyalahin pakaian, lalu ngelobi biar cf tahun depan dan seterusnya ga boleh ada lagi, lalu eventual ban on every convention
jadi gitu yaa cara mainnya partailaso.
Orang-orang partai tersebut ngeliat cosplayers reaksinya catcalling & sexual harassment tuh bener-bener forks found in the kitchen. Partai sampah isinya orang-orang sampah.
pada demen bgt kepancing isu ga guna sampe lupa masalah yg lebih penting. pada semangat amat nyruput "teh panas" sampe ga sadar berita pembakaran hutan & lahan, bahkan banjir di sumatra algoritmanya ga ngangkat. disini penokohan & gosip betulan ampuh utk memecah focus masyarakat.
do those fucking devils ever stop and think abt how rakyat indonesia are actually living? orang2 tuh sampe jungkir balik cuma buat menuhin kebutuhan paling dasar mereka. AND YOU STILL WANT MORE FROM THEM? kurang banyak apasi yg kalian ambil dari kita sebagai rakyat kecil di sini?
Ini contoh orang ini ga paham apa-apa, warung Tegal kalau pun mau dipajakin, itu masuknya ke ranah daerah. Namanya objek pajak PB1.
Dan itu hak daerah, bukan hak pemerintah pusat. Segitu nafsunya mau makan duit rakyat dan duit daerah kah?
gue concerned sama implicationnya yg misogynistic, karena ada kesan bahwa femininity yang whimsical atau girlish otomatis membuat seseorang terlihat childish dan less capable of expressing something politically serious. bukannya itu juga bentuk lain dari policing femininity?