Kadang aktif, agar orang lain tahu kita berkontribusi. Kadang pasif, agar orang lain tidak merasa tersaingi. Kadang patuh, agar orang lain merasa dihormati. Kadang membantah, agar orang lain tidak semena-mena. Hidup sering kali bicara tentang orang lain daripada diri sendiri
"Respek, marwah & kehormatan itu tidak diberikan begitu saja, namun harus diperoleh melalui tindakan, integritas, dan empati bertahun2. Kalau orang lain kini sudah hilang respeknya, mungkin salah satunya karena kita tak pandai menjaga marwah kita sendiri”
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Dulu pas masih sekolah, suka mangkel sama bulik saya, sebab tiap main ke rumahnya, yang ditanya selalu soal nilai sekolah. Saya merasa itu seharusnya bukan urusan dia. Pas lulusan, saya dikasih tahu sama ibu, kalau bulik dulu jual cincin giwang buat bantu biayai saya masuk SMP.
Personal recommendations ya:
Kuliner
✅ Mangut lele Mbah Marto
✅ Sop sapi Pak Bayu (jangan kesorean nanti abis)
✅ Joglo dhahar Kopi Rolas (kayak Klotok tapi chill)
✅ Gudeg Bromo
✅ Geprek Bu Made atau Bu Tini
✅ Mas Kobis (hahah)
✅ Olive Chicken
Kopi
✅ Hayati
✅ Space
✅ Kopi Rolas (sama kayak atas)
✅ Kafe dalam Vredeburg apa ya namanya?
Book cafe/bookstore
✅ Buku Akik
✅ @AkalBuku
✅ Solusi Buku
✅ Blanco
✅ Togamas (kangen gak sih)
✅ Nathan
Museum/experience
✅ Ullen Sentalu
✅ TNI AU
✅ Vredeburg
✅ Keraton
Kalo pantai aku pergi aja sering lupa namanya 🤣
Ibu pernah bilang..
“Kita harus baik ke semua orang karena kita ga tau bisa aja nanti justru dia yg jadi jembatan dan perpanjangan tangan Tuhan untuk rejeki dan masa depan kita. Berbuat baik itu investasi untuk masa depan, dunia & akhirat”
2 Kalimat ini ga pernah salah.
mohon bantuan dulur, jika ada yang menemukan jam seperti di gambar jatuh di sekitar kantor LPPT UGM Unit 4 sampai Kampus MM UGM pada jam 09.25-09.50 WIB 28 Maret 2024, jika ada yang menemukan bisa hubungi saya, mohon bantuannya dulur, terima kasih
@merapi_uncover@Upil_Jaran2
Kelas Konsen HTN ini emang bener2 dah
"Saya mengajar pengantar hukum di UGM kelas pemilu. Saya coba survei kecil-kecilan. Saya bilang silahkan pilih 01, 02 dan 03. Temuan menarik beberapa mahasiswa pilih 02 dan alasannya ditulis biar Indonesia hancur sekalian”
Dari semua twit kecewa, analisis bijak, marah ke akademisi, dsb dst, yang paling membekas ke saya justru ini:
“Mungkin rakyat ya pengen saja bergabung dengan kelompok yg pasti menang. Mereka udah sering kalah dalam hidup. Masa nggak boleh ikut euforia golongan yg pasti juara.”
Ada 2 isu disentuh @kikysaputrii di sini : Bansos dan 1 Putaran. Keduanya menurut saya misleading, apalagi kalau kita bicara jangka panjang Indonesia. Bukan hanya Pemilu 2024.
Soal Pemilu 1 Putaran, tidak bisa disederhanakan soal hemat anggaran. Ini cara pandang bahaya sekali.
Aku Lagi pengen ngeluh doang.
Mau kerja keras terus menerus kalo belum dapet "jatah luck" ya ga akan meroket.
Ttp aja jadi runititas yg sama2 aja
Income "sekedar" cukup.
Kalo kerja keras menjadi kunci kesuksesan, semua kuli bangunan sudah jadi crazy rich
Luck lah kunci itu.