sebenernya bagian paling sedih dari cut off temen itu bukan cuma kehilangan temennya, tapi inget kalau dia pernah jadi orang yang paling deket sama kita. pernah jadi tempat cerita, orang yang kita percaya sepenuhnya, yang hampir selalu bareng. makanya pas semuanya berakhir gara-gara apa yang dia lakuin udah keterlaluan, rasa kecewanya jadi berkali-kali lipat. karena yang nyakitin bukan orang lain, tapi orang yang dulu kita anggap paling aman.
Ketika aku bisa jadi diri sendiri bareng dia. Nggak pakai topeng, nggak pura-pura, berani ungkapin apa yg harus aku ungkapin, nggak judge kesukaanku. Whenever with you, I love being myself; with my spoken mind or even my fluent silence. I feel safe and sound around you.
Ketika aku bisa jadi diri sendiri bareng dia. Nggak pakai topeng, nggak pura-pura, berani ungkapin apa yg harus aku ungkapin, nggak judge kesukaanku. Whenever with you, I love being myself; with my spoken mind or even my fluent silence. I feel safe and sound around you.