Kenapa Copa América sempat terasa seperti digelar tiap 2 tahun? Padahal format normalnya 4 tahun sekali. 🤔 Apa iya biar kesempatan messi dapat copa america lebih besar?
FYI, dalam rentang 2015–2024, ada 5 edisi Copa América:
2015 → 2016 → 2019 → 2021 → 2024
Sekilas memang kelihatan seperti Copa América lagi “padet” dan digelar tiap 2 tahun. 😅
Bahkan mungkin ada yang beranggapan:
“Jangan-jangan Copa América sering digelar biar Messi punya lebih banyak kesempatan dapat major trophy?” 😂
Kebetulan, memang dalam periode tersebut Messi akhirnya memenangkan 2 Copa América, yaitu pada 2021 dan 2024.
Tapi sebenarnya, frekuensi Copa América pada periode tersebut bukan karena Messi. Ada kronologi yang cukup masuk akal di balik jadwal yang terlihat tidak biasa ini.
Simple-nya, begini:
🇨🇱 2015 — Copa América reguler ->Turnamen digelar seperti biasa di Chile.
🇺🇸 2016 — Copa América Centenario -> Nah, ini yang pertama membuat jadwal terlihat “aneh”.
2016 adalah edisi khusus untuk memperingati 100 tahun Copa América. Jadi, hanya setahun setelah edisi 2015, Copa América kembali digelar.
🇧🇷 2019 — Copa América reguler -> Setelah edisi spesial 2016, turnamen kembali digelar pada 2019.
Lalu muncul rencana perubahan kalender.
🇦🇷🇨🇴 2020 → ditunda menjadi 2021
CONMEBOL berencana mengubah kalender Copa América agar turnamen digelar pada tahun genap dan berada dalam siklus 4 tahunan, sehingga lebih selaras dengan kalender turnamen internasional besar seperti UEFA Euro.
Rencananya, setelah 2019 akan ada Copa América pada 2020, lalu:
2020 → 2024 → 2028 → 2032...
Tapi kemudian… COVID-19 terjadi.
Euro 2020 ditunda menjadi 2021, dan Copa América 2020 juga ikut ditunda. Akhirnya, Copa América yang seharusnya digelar pada 2020 baru dimainkan pada 2021.
Jadilah:
2019 → 2021 → 2024
Nah, setelah itu kalendernya kembali ke pola 4 tahunan:
2024 → 2028 → 2032 → 2036...
Jadi sebenarnya, Copa América tidak pernah benar-benar berubah menjadi turnamen 2 tahunan secara permanen.
Dan sekarang, kalau tidak ada perubahan kalender lagi, Copa América kembali mengikuti siklus 4 tahun sekali
Clear ya, gess. Wkwkwk.
Mungkin sebelum menjadikan burnout sebagai alasan, penting juga menyadari bahwa sikap kasar nakes sering kali bukan krn produk kelelahan, tp hasil dr kultur senioritas dan bullying yang telah lama mengakar dlm sistem pendidikan kedokteran di Indonesia..
120 menit vs Cape Verde.
90 menit vs Mesir.
120 menit vs Swiss.
330 menit dalam 8 hari, di usia 39 tahun.
Tak ada kata yang cukup selain rasa hormat. Di usia ketika banyak pemain sudah pensiun, Lionel Messi masih memimpin, masih berjuang, dan masih memberikan segalanya untuk Argentina. Nikmati setiap menitnya, karena kita mungkin tak akan melihat pemain seperti ini lagi.
✅Mantan wasit Premier League, Mark Clattenburg, yang skrng jadi tim analis FOX Sports untuk Piala Dunia 2026, menegaskan bahwa VAR harusnya melakukan intervensi dan membatalkan gol Inggris.
✅Pihak FIFA via The Athletic mengklaim bahwa insiden itu sudah diperiksa. Sensor gerak yg tertanam di dalam bola menunjukkan bahwa sama sekali tak ada benturan.
🚨 HERE WE GO : Jürgen Klopp adalah pelatih kepala baru timnas Jerman. 🇩🇪
Klopp telah sepakat untuk mengambil alih jabatan tersebut detail kontrak jangka panjang, proyek, dan klausul keluar dari RB Group masih dalam pembahasan, tetapi dia dipastikan akan menjadi pelatih kepala yang baru.
Klopp is back. 😈
📝 @FabrizioRomano
Kami ingin meminta mengheningkan cipta selama satu menit dengan sepenuh hati, penuh hormat, dan terhormat untuk semua orang yang hingga hari ini masih berpegang teguh pada gagasan bahwa Lionel Messi bukanlah pemain sepak bola terbaik sepanjang masa.. Pasti sulit menjadi penggemar olahraga yang begitu setia dan menyangkal kenyataan yang jelas. Pasti sulit untuk berpura-pura dan ingin hidup dalam kebohongan. Hanya ada satu GOAT (Greatest Of All Time). Dan semua orang, benar-benar semua orang, tahu siapa dia.
Ada orang Papua yang rela dipenjara bertahun-tahun demi satu mimpi: Papua harus jadi bagian Indonesia.
Namanya Frans Kaisiepo.
Wajahnya ada di uang Rp10.000 yang mungkin lagi ada di dompet lo sekarang.
Tapi cerita hidupnya , hampir nggak ada yang tahu.
Baca sampai habis. Ini penting.
Ini hal biasa, sebagai siklus kutukan kekuasaan. Dulu zaman Pak SBY dikritik keras PDIP, waktu Pak Jokowi ditentang Gerindra, dan sekarang Pak Prabowo.
Teknokrasi kerap lumpuh di hadapan tahta pengadilan politik. Namun akhirnya keputusan bisa diterima karena kondisi objektif dan rasionalitas mendukung. Tantangan saat ini barangkali ada pada rasionalitas alokasi belanja yg butuh prioritas. Harga BBM naik namun perlindungan sosial dan insentif bagi kelas menengah-bawah diperkuat.
Meminjam opsi Bang Dede Basri, mungkin saatnya realokasi belanja skala jumbo dilakukan demi kebaikan rakyat. Program MBG yang secara konsep dan esensi bagus, dapat targeted dan terus diperkuat dulu kelembagaan dan tata kelolanya. KDMP dapat dilakukan piloting agar matang dan workable. Semoga ada solusi menang-menang.