Stereotype “Orang Sunda Males” tuh dampak dari kebijakan. Bukan setelan pabrik.
Industri terkonsentrasi di daerah urban. Itupun diisi sama orang dari berbagai daerah.
Sementara pekerjaan di Rural (ex: Petani) juga gak bikin sejahtera.
Lalu darimana asal muasalnya?
Halo para pejabat yang melakukan efisiensi anggaran pendidikan ✋✋
Dapat salam dari orang yang mengetik naskah proklamasi Republik Indonesia. Sayuti Melik.
sumber: Jurnal Prisma, Maret 1976.
Selengkapnya buku ini bisa dibaca dan dicetak secara legal dari sini:
📖 Wuri berani Menegur
✍️ Fajriatun Nurhidayati
🎨 Alfy Maghfira
https://t.co/nolK1JfHTW
Hehehehe dari kemarin gatel mau komentar.
Pertama, ini orang harusnya kerja, minta diskresi supaya milyaran uang rakyat di-keep untuk dia ttp bisa S3, kemudian malah pergi pakai beasiswa lain ke kampus yang kuliahnya lumayan padat, selisih waktunya 11-12 jam sama Indonesia.
LDM sama suami di Harvard aja repot loh komunikasinya. Ini gimana kerjanya sbg stafsus?
Ditambah lagi, ini master yang ketiga. Rasanya gak urgent sama sekali pergi kuliah lagi.
Stafsus ini dibayar loh. Dan yang dibayar bukan cuma 1 orang tapi juga beserta timnya. Dan yang melekat pada jabatan bukan cuma gaji, tapi juga berbagai kewenangan dan akses. Sekalipun gajinya buat beasiswa, tapi kan atas nama dia? Ibaratnya dia pakai gaji dari rakyat untuk naikin brand equity diri sendiri. Maladministrasi pula.
Kedua, yang bikin kesal karena aturan mudah kali dibengkokkan untuk antek rezim.
Ketiga, emang mungkin gak ada aturan per se yang dilanggar (karena tinggal dibengkokin aja). Tapi kok gak ada etikanya sebagai pejabat publik? Saat di-scrutinize malah merongrong balik. Bapak ini pejabat publik. Kalau gak siap ditanyakan akuntabilitasnya ya mundur aja.
Keempat, yang membuat kita tambah marah adalah apa signifikansinya orang ini sebagai stafsus yang minta segitunya diistimewakan? Apakah dg adanya beliau pendekatan utk masalah di Papua jd tidak militeristik lagi? Apa masalah lingkungan di Papua jadi selesai karena orang ini? Mungkin kalau iya kita gak ramai-ramai bilang “All eyes on Papua” atas eksploitasi yang dilakukan. Mana bukti advokasi yang beliau lakukan. Jadi jangan kartu ini yang dipakai.
Begitu loh 🙏🏽
@Kemdikbud_RI Halo admin. Proses penyetaraan ijazah luar negeri membutuhkan waktu berapa lama ya? Usulan saya sebulan lebih belum juga selesai. Mohon bantuannya. Terima kasih.
Just deleted my Instagram app so that I could finalize this super time-consuming transcribing process without any distractions.🧘🏻♀️
Twitter: Hi, mate!
Setuju banget! Bahkan kampus-kampus top 50 dunia (kebanyakan) gak mewajibkan mahasiswa bachelor dan master untuk nulis thesis. Thesis adalah pilihan untuk yang mau berkarir jadi akademisi dan memperkaya pengalaman risetnya sebelum PhD.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim mengeluarkan aturan terbaru terkait standar kelulusan bagi mahasiswa S1 atau D4.
Adapun aturan yang dimaksud yaitu mahasiswa tidak wajib lagi mengerjakan skripsi sebagai syarat kelulusan.
Aturan ini tertuang dalam Peraturan Mendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Hal ini diumumkan Nadiem melalui seminar bertajuk Merdeka Belajar Episode 26: Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi pada Selasa (29/8/2023) yang ditayangkan di YouTube Kemendikbud RI.
GP told me to avoid morning and evening outdoor air in the winter due to my post-viral conditions. I should cancel my snow getaway also. Oh, so unfair :(