Gua udah punya jawaban kalo ditanya soal ini.
https://t.co/Kj7BQ2oS4r
Apakah kasihan? Tidak sama sekali. Sekarang kita balik:
- Apakah kalian kasihan dengan ibu2 kantin yang penghasilannya 0 rupiah karena MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan orangtua yang menangis karena anaknya keracunan MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan jutaan orang yang bayar pajak, namun uang pajak itu dipakai untuk korupsi dalam MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan orang yang kena PHK akibat multiplier effect dari MBG ?
Sejawat kalian saja suka pamer gaji di SPPG dan merendahkan orang lain. Ngapain juga kasihan.
Gue pernah ketemu mahasiswa yang kalo dilihat dari luar tuh "wah aman banget ini mah hidupnya"
Aktif organisasi, banyak temen, akademik bagus, ga keliatan ada masalah.
Tapi pas ngobrol lebih dalam, dia bilang gini : “Gue sebenernya ga tau gue ini siapa dan mau ngapain.”
Deymmm jujur ya guys omongan itu lebih bikin gue kepikiran daripada seseorang cerita gagal.
Karena menurut gue, kehilangan arah hidup tuh yang bahaya banget.
Karena hidup ga soal nilai, kuliah oke, banyak temen. Terkadang justru kebalikan, semuanya keliatan baik2 aja, tapi dalamnya kosong.
Bayangin kamu jalan terus, tapi gatau mau ke mana. Terus ngejar sesuatu, tapi sebenernya kamu gatau itu beneran yang kamu mau atau cuma let it flow aja.
Dan ku rasa itu akan capek banget.
Kalo gagal itu masih jelas gitu loh kita tau salahnya di mana, hrs belajar apa, intinya bisa coba bangun bangkit.
Tapi kalo ga punya arah? Mau bangkit ke mana?
Itulah kenapa banyak orang yang “baik-baik aja” tapi justru sering ngerasa hampa.
I mean, sesekali kita perlu nanya ke diri sendiri:
"Gue sebenernya mau apa sih?"
"Gue sebenernya mau ngapain?"
Jangan hidup tanpa arah, lama-lama kita yang dihabisin sm realita 🥹
Dia omon boros anggaran tapi dia sendiri bikin administrasi gemuk banget (sampai kita gak tahu jumlah menteri dia). Aku sempat killing time hitung sirkel pembantunya saja ada 376-472 orang (udah termasuk stafsus, asisten dll). Dia sendiri bikin sistem tidak efisien. 🥵
Kalau dipikir-pikir ya IKN masih mending dibanding MBG.
Keduanya sama-sama pet project penguasa dan tidak menerima masukan rakyat.
Tapi ya IKN hanya seharga Rp466T hingga jadi, sementara MBG butuh Rp400T per tahun dan akan berlanjut terus selama belum ganti presiden.
Indonesia relatif aman bukan cuma karena geografi dan netralitas, tapi karena kita bukan pusat konflik global.
Kita bukan markas aliansi militer besar. Bukan pusat teknologi senjata. Bukan pusat finansial dunia. Artinya: bukan prioritas target.
Masalahnya: aman karena “tidak penting” itu beda dengan aman karena “siap”.
Geografi bisa melindungi dari tank, tapi tidak dari krisis pangan, disinformasi, dan instabilitas internal. Netral bisa menjauhkan dari perang, tapi tidak otomatis bikin kita kuat kalau dunia chaos.
Indonesia aman di peta perang, tapi rentan di peta tata kelola.
Jadi bukan soal: “kita paling aman di WW3”
melainkan: kita harus cukup stabil supaya aman itu bukan cuma kebetulan.
Produk baru efisiensi. Sekarang alumni yujiem juga kena.
Ini kebanyakan orang luar ikutan komen tapi nggak tau apa-apa.
Kalo email 365 dihapus setelah lulus itu udah dari dulu.
Tapi email UGM juga ikutan dihapus???
https://t.co/0h4K1Yq6kP
Dirut BEI mengundurkan diri jadi bare minimum baru di Indo soal berpolitik. That’s good. Tapi karena sering dikecewain pemerintah gw malah jadi mikir, “bakal diganti ponakan yg mana lagi ya?” 😭
Sulit utk ga ngerasa ini nepotism ktika ada calon lain:
Solikhin M. Juhro, yg S1–S3 econ, ahli moneter, publikasi bnyk, org lama BI, ga kepilih. Yg kpilih jstru yg S1nya sejarah dan org baru
Bukti bhw gelar akademik di dpn dan belakang nama akan kalah dgn nama belakang orang🫡
Di industri penerbangan di Indonesia, terdapat suatu mafia yang bikin harga tiket pesawat domestik sangat mahal.
Mafia ini mudah diidentifikasi apabila nama Ketua Mafia tersebut kita cari di Wikipedia. Ternyata, punya jabatan tinggi di parpol dan DPR/MPR.
Akibat kekuasaan mafia yang malas berinovasi dan malas berkompetisi ini, transportasi antar pulau sangat sulit dan sangat mahal.
Jakarta - Medan: Rp 1.5jt
London - Istanbul: bisa Rp 750.000
Padahal orang Eropa jauh lebih kaya dengan UMR yang 10x. Buat mereka, bayar Rp 750k serasa bayar Rp 75k.
Bayangkan terbang dari Jakarta ke Medan dengan harga Rp 75.000 saja.
@tanyarlfes terlalu suudzon ga kalo aku bilang pengangkatan puluhan ribu pegawai MBG jadi ASN ini adlh strategi biar MBG bisa terus beroperasi? Jadi kalo next periode ga kepilih, MBG ga gampang diberhentikan (pdhl harusnya diberhentikan sih krn anggarannya fantastis ga sebanding sama output)
Pada 1983, Soeharto memulai operasi pembasmian premanisme di seluruh Indonesia yang disebut Petrus.
Pada 1983 juga, Deng Xiaoping juga memulai operasi pembasmian premanisme di seluruh China yang disebut Strike Hard Campaign.
Apa bedanya?
Sederhananya, Soeharto tidak berniat membasmi preman.
Soeharto malah melestarikan dan melembagakan premanisme. Ia ingin menjadi bos preman se-Indonesia, seperti Don Corleone dalam film mafia "The Godfather".
Dengan kata lain, Soeharto sendiri adalah preman. Petrus hanyalah konflik antar preman, yaitu gerombolan mafia Soeharto vs gerombolan-gerombolan kecil anarkis dan tak teratur.
Berkat Petrus, Soeharto, istri, dan anak-anaknya pun berhasil menjadi the Lord of Crime. Barangsiapa tidak mau tunduk dan setor pada hierarki mafia preman se-Indonesia yang diketuai dinasti Soeharto, ia akan dibantai di jalanan.
Berapa yang mati? Sekitar ribuan. Hmm. Cuma segitu?
Berapa yang ditangkap? Sebenarnya tidak banyak-banyak amat. Hmm.
Ternyata, yang penting para preman tidak boleh ribut dan harus patuh pada Soeharto. Boleh memalak, boleh merampok, boleh memungli selama diawasi oleh rezim Orde Baru yang sangat memprioritaskan harmoni ala Jawa. Dan tentunya, selama setoran pungli dibayar.
Karena tujuannya hanya ini doang, yang dibunuh dan ditangkap selama Petrus tidak usah terlalu banyak. Yang penting para preman menjadi takut dan patuh dengan rezim.
Sistem ini masih berlangsung hingga hari ini. Premanisme masih merajalela di Indonesia.
Ayo kita bandingkan dengan pemberantasan preman di China di bawah rezim Deng Xiaoping.
Mirip seperti di Indonesia, saat itu China sangat penuh sesak dengan kriminalitas, pencurian, pembunuhan, pemalakan, dan pemerkosaan oleh preman dan bandit di jalanan, sebagaimana dapat dilihat di film-film kungfu zaman dahulu.
Kota-kota besar China dikuasai triad, mafia, preman, bandit, dan rampok yang melimpah gila-gilaan dan saling tawuran. Mereka sangat merajalela sejak kekosongan kekuasaan daerah akibat anarki Teror Revolusi Kebudayaan.
Bagaimana Strike Hard Campaign menghadapi masalah ini?
Deng Xiaoping menurunkan tentara dan polisi untuk membantai massal preman, kriminal, mafia, triad, begal, dan gerombolan rampok yang meresahkan kota-kota di China. Markas-markas mafia dikepung tentara, diserang, dan seluruh isinya dibantai.
Puluhan ribu preman dan rampok diciduk aparat bersenjata dari gang dan kos-kos kumuh China, diseret ke jalan, dan ditembak mati bergelimpangan di tempat. Eksekusinya tidak sok misterius, melainkan diumumkan, terbuka, terang-terangan, dan ditonton penduduk setempat.
Petrus tidak pernah diumumkan. Tiba-tiba saja mayat sudah bergelimpangan di jalanan, entah siapa mereka. Strike Hard Policy diumumkan, dikaji, dan dievaluasi.
Itu saja? Ternyata tidak. Pembeda terbesar Strike Hard Campaign dengan Petrus bukan di jumlah kematian, melainkan jumlah penangkapan.
Ternyata, 1.7 juta orang preman dan bandit berhasil diburu dan ditangkap aparat China pada 3 tahun pertama operasi.
Inilah perbedaan terbesar antara Strike Hard Campaign dan Petrus: penangkapan.
Kalau anti-premanisme Indonesia disetarakan dengan China dalam rasio populasi, seharusnya Indonesia saat itu minimum menangkap 200.000 orang preman dan bandit.
Sayangnya, Soeharto bukan menangkap, melainkan hanya meneror dan melembagakan.
Kalau preman bisa dikaryakan untuk mencari setoran pungli, kenapa harus ditangkap? Kalau ormas bandit bisa disewa untuk memukuli aktivis dan melindungi aset-aset keluarga Cendana, kenapa harus ditangkap?
Meanwhile, rezim Deng Xiaoping mendata, menangkap, dan menumpas sekitar 200.000 kelompok ormas rampok dan gerombolan kriminal yang berbeda dari kota-kota. Padahal jika ditotal, jumlah anggota mereka mencapai jutaan. Tapi tetap ditumpas.
Tidak seperti Soeharto, Deng Xiaoping tidak ingin menjadi the Lord of Crime di China. Yang ia inginkan adalah menumpas, memusnahkan, membersihkan total. Ia tidak mau hanya membunuh segelintir kecil, tetapi harus langsung membasmi seluruh jutaan populasi preman dan bandit di seluruh China sampai kosong.
Petrus selesai begitu saja tahun 1985 dengan tidak jelas. Preman di Indonesia tetap merampok dengan buas, tetapi kali ini dengan teratur dan dengan setoran pungli.
Preman-preman yang sudah dijinakkan ini bahkan direkrut dan menjadi bagian inti dari rezim di Indonesia, seperti dalam Peristiwa Kudatuli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998. Pada Mei 1998, Asia Week mengabarkan bahwa beberapa jenderal membawa ratusan preman dengan pesawat dan kereta dari Timor Timur dan ke Jakarta. Indonesia masih menjadi Negara Preman sampai hari ini.
Meanwhile, Strike Hard Campaign ternyata tidak selesai tahun 1985, tetapi terus berlanjut secara rutin selama 20 tahun kemudian sampai premanisme liar di jalanan China benar-benar habis dan kosong.
Hari ini kota-kota besar China teratur, sangat aman, dan relatif bersih dari binatang ormas dan preman jalanan liar yang useless dan tak terkontrol seperti tumbuhan hama Indonesia.
Di Indonesia, sejak kejatuhan keluarga Cendana dan fragmentasi struktur premanisme nasional, banyak binatang ormas preman itu yang berpindah majikan ke dinasti politik daerah dan berbagai institusi. Di China, potensi ini tidak ada karena pentolan-pentolan semacam ini sudah dibasmi selama program antikorupsi yang dimulai sejak 2011.
Dalam program antikorupsi itu, 4 juta orang pejabat ditangkap. Lebih banyak pejabat yang ditangkap daripada preman. Pentolan-pentolan pejabat yang paling korup dan bodoh dihukum mati dan ditembak di kepala. Benefit program anti korupsi ini banyak, salah satunya adalah bahwa preman yang tersisa takkan punya calon majikan korup untuk melindungi.
Tidak heran reformasi industrialisasi pabrik China sangat berhasil dan sangat maju. Ketika kita bikin pabrik di Shenzen, kita takkan didatangi 40 kelompok preman buas rampok yang berbeda. Cukup hubungi 12345, maka para binatang preman belagu dan berliur akan segera dicari dan ditumpas habis.
Hari ini pertumbuhan industri dan pabrik di China sangat maju.
---
Deng Xiaoping membasmi preman. Soeharto adalah preman.
Posko pertama kami di Aceh Tamiang. Bertemu di satu lokasi yang tidak di pusat kota, warganya terkepung banjir 9 hari. Ada yang minum air banjir, ada yang makan daun, ada yang memakai pakaian yang sama selama 9 hari.
Tolong semuanya, tolong ke Aceh. Bantu mereka..