ngaco dah orang punya kesibukan dan hidupnya gak berfokus di romance doang langsung dibilang emotionally unavailable wkakakak gimana kalau lu pada yang coba having an actual life deh?
Koperasi merah putih bisa berdiri cepat, bahkan nembus pelosok tanpa banyak drama. Tapi giliran bangun sekolah yang jelasโ buat masa depan anak bangsa prosesnya kayak lari di tempat.
Ironisnya, yang dikejar justru yang bisa muterin uang, bukan yang mencerdaskan pikiran. Seolah untung lebih penting daripada masa depan. Padahal negara yang kuat itu bukan cuma soal ekonomi, tapi juga soal pendidikan yang layak dan merata.
Kalau bangun koperasi bisa secepat itu, harusnya bangun sekolah bukan hal yang mustahil. Atau memang prioritasnya yang perlu dipertanyakan?