Every things we did come with a purpose. Bahkan sekedar makan. Ada yang tujuannya biar kenyang. Ada yang biar gaul. Ada yang sekedar penasaran. There are always reasons for something. And reason or purpose always come with pros and cons.
Logika nya aja gini. Misal kecelakaan. Terus cidera. Yang didatangin kan pasti RS, bukan kantor polisi. Tp kalo mau klaim jasa raharjanya harus ke kantor polisi? Bikin dulu laporan kecelakaan nya. Abis itu baru dari kantor polisi ngasih ke jasa raharja. Baru ke RS. Ribet !
Masih bertanya tanya. Kenapa kalo kecelakaan lalu lintas, nggak di cover BPJS sekalian? Kenapa harus ngurus jasa raharja? Kenapa jasa raharja ngurus nya lewat polisi? Kenapa kalo pas bayar premi bisa lewat mana mana, tapi klaim asuransi lewat satu pintu? Bingung.
Kok ada ya, orang yang pengen seneng seneng, tapi modal dari orang lain. Ngekor doang nggak ada kontribuai. Tapi sok sok an nya berasa dia punya NFT 100 ETH.
Bahaya memang filter poto sekarang. Di sosmed putih betul, shinning shimering splendid kaya abis suntik whitening 8 liter. Begitu liat asli nya kaya robusta dark roast.
Ternyata segalau galau nya urusan cinta, lebih galau dan tertekan sama galau nya menentukan jalan hidup. Begini kah rasanya menjadi orang dewasa sesungguhnya?