Rekan ASN, pemerintah telah mengumumkan bahwa pengangkatan CASN dipercepat yaitu CPNS diselesaikan paling lambat Juni 2025, sedangkan PPPK seluruhnya diselesaikan paling lambat Oktober 2025.
Tebet Eco Park akan dibuka selama 24 jam oleh Pemprov DKI. Warga mewanti-wanti taman itu menjadi sarang tunawisma hingga disalahgunakan untuk tindakan asusila.
https://t.co/NNHK485dFt
Pj. Gubernur Teguh Pastikan Jakarta Kembali Bersih Pascapelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI: Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi memastikan kondisi DKI Jakarta kembali bersih dan nyaman pascapelantikan Presiden Republik Indonesia… https://t.co/IHbkiZM34B
Ilmuwan Stella Christie yang merupakan profesor di Tsinghua University China tengah disorot seusai dipanggil Prabowo Subianto. Stella mengungkapkan perkataan Prabowo yang membuatnya mau ikut gabung ke kabinet Prabowo-Gibran.
Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah meninggal dunia kawan, senior dan guru saya Bang Faisal Basri. Kehilangan besar buat negeri ini. Saya banyak sekali belajar dari Bang Faisal, tidak hanya soal ekonomi, ia menjadi teladan soal integritas, soal keteguhan sikap, soal komitmen pada demokrasi, pada keadilan.
Faisal Basri adalah salah satu ekonom terbaik yang pernah dimiliki bangsa ini.
Ini foto terakhir saya bersama Bang Faisal ketika kami bersama sama berbicara untuk menyambut 900 mahasiswa FEB UI yg baru tanggal 16 Agustus. Selamat jalan Bang Faisal, selamat jalan kawan, senior dan guru.!
Selamat jalan Bang Faisal
Faisal Basri seperti sebuah lentera bagi perubahan. Di tangannya, keberpihakan pada demokrasi menemukan suaranya, dan ketidakadilan menemukan musuhnya. Saya ingat sosok ini: kemeja biru muda, celana warna khaki, sepatu sandal, ransel di Pundak, dengan rambut, yang sedari muda, tak lagi penuh.
Akhir 1980-awal 1990 an tak banyak ekonom di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, yang membahas ekonomi politik. Mungkin hanya Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Sjahrir dan seorang ekonom muda: Faisal Basri. Saya belum lagi genap menyelesaikan skripsi saya saat itu. Dan saya punya minat besar pada ekonomi politik. Mungkin karena banyak terpengaruh Alm. Dr Sjahrir. Saat itu saya menjadi asisten Sjahrir untuk mata kuliah Perekonomian Indonesia. Sjahrir adalah ekonom, tokoh mahasiswa yang pernah ditahan dalam kasus Malari 1974. Keterlibatan saya pada gerakan mahasiswa --yang dilakukan dengan rasa takut-- membuat saya banyak berinteraksi dengan Faisal Basri. Saya ingat, bersama teman-teman di FEUI kami menyelenggarakan Seminar Nasional untuk mahasiswa. Sengaja kami mengundang ekonom seperti Sjahrir, Rizal Ramli dan Faisal Basri dsb. Saat Faisal berbicara didepan mahasiswa, hati kami --setidaknya saya-- menjadi kecut. Dengan lugas ia berbicara tentang bobroknya pemerintahan Soeharto akibat tumbuh suburnya korupsi, kroniisme dan ekonomi rente. Di masa itu, tak banyak orang berani menunding Soeharto secara langsung dalam diskusi terbuka. Faisal adalah kekecualian. Sejak itu saya menjadi akrab dengan Bang Faisal, begitu saya memanggilnya. Saya berutang intelektual padanya. Bagi saya Bang Faisal tak hanya seorang kawan, senior dan guru dalam ilmu ekonomi, tapi ia adalah teladan tentang integritas, keteguhan sikap dan keberanian. Ia tak hanya marah dan berani, tetapi Faisal adalah ekonom yang membaca data dengan baik. Pemikirannya cemerlang. Ia memahami konsep ekonomi dengan sangat baik. Pandanganya segar.
Kami cukup dekat sebagai kawan. Bulan Februari lalu, atas permintaan isterinya, Mbak Titik, saya mengirim voice note, mengingatkan Bang Faisal untuk pergi memeriksakan diri ke dokter, karena ada problem dengan matanya. Saya katakan, jika jatuh sakit, kita jadi kehilangan kesempatan untuk makan Padang. Mungkin, karena Faisal seorang ekonom, ia paham arti opportunity cost. Soal kesempatan apa yang akan hilang --bila tak sehat. Ia menjawab melalui whatsapp bahwa ia sudah periksa darah dan insha Allah akan segera check up secara menyeluruh. Di ujung pesannya ia menulis: Pingin segera menyantap nasi kapau. Tanggal 16 Agustus lalu kami bersama sama berbicara untuk menyambut 900 mahasiswa baru FEB UI. Kami berbicara mengenai issue kelas menengah. Faisal, seperti biasa, begitu lugas, begitu berapi-api dan begitu berani.
Kami memang cukup dekat sebagai kawan. Saya menghormatinya sebagai senior dan guru. Walau cukup dekat, bukan berarti mengurangi sikap kritisnya pada saya. Saat saya menjadi Menteri Keuangan atau Kepala BKPM, dengan lantang ia menyampaikan kritiknya yang pedas pada saya. Kami kadang berbeda pandangan, namun saya tahu, sikap kritisnya dibutuhkan: untuk perbaikan negeri ini. Seperti Reinold Niebhur pernah menulis: “Kapasitas manusia untuk berbuat adil, membuat demokrasi menjadi mungkin. Dan kecenderungan manusia untuk berbuat sewenang-wenang membuat demokrasi menjadi perlu” Demokrasi memang gaduh, mungkin menyebalkan. Tapi ia bisa menahan kecenderungan manusia untuk berbuat sewenang-wenang. Faisal menyuarakan pesan tua itu. Ia mengingatkan kekuasaan untuk tak sewenang-wenang. Ia seperti sebuah lentera bagi perubahan. Di tangannya, keberpihakan pada demokrasi menemukan suaranya, dan ketidakadilan menemukan musuhnya
Kematian memang mengakhiri kehidupan seorang manusia, tapi tidak ide dan pemikirannya. Selamat jalan Bang Faisal….
Beberapa foto bersama Faisal. Dari saat diskusi di majalah Tempo, saat kami masih muda, sampai pertemuan kami terakhir 16 Agustus 2024
POTRET JAKARTA: Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) melakukan pengerjaan penataan kawasan unggulan triwulan kedua di Jalan Tebet Timur Dalam III, Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan
Selengkapnya: https://t.co/PRaBIuyuH1
Prkara PHPU Pemilu 2024 di MK 278, jauh lebih sdikit dari 2019 sbnyak 340 prkara. Ptugas pemilu 2024 yg mnnggal 94 orang, jauh lebih sedikit dari 2019, 894 orang. Jokowi sbg petahana jg aktif kmpanye di 2019, sdgkan di 2024 ia tdk kmpanye. Apa tdk berarti pemilu 2019 lebih buruk?
"Dua kali 01 dan 03 mengakui keabsahan Gibran yaitu waktu pemberian nomor malam mereka benar-benar ceria kan, dan ada Gibran disitu sama sekali tidak dikatakan tidak sah," ucap Hotman Paris. | #GanjarPranowo#AniesBaswedan#PrabowoGibran
25 Maret 2011 Makam Letkol (Pnb.) Heru Atmodjo di Taman Makam Pahlawan Kalibata dibongkar karena dituduh komunis yang terlibat G30S.https://t.co/jmzRLjEQoh
Selamat & sukses kepada mas Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat, yang diberikan amanah oleh Presiden Joko Widodo untuk mengemban tugas sebagai Menteri Agraria & Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Semoga mas Menteri senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan dan sukses mengemban amanah ini.
Dan juga semoga penugasan ini menjadi pengabdian baru untuk semakin konsisten berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara tercinta 🙏🤗
Pengendara mobil tersebut sangat arogan, dia mundur hingga bagian belakang mobil tsb mengenai sikut tangan kiri saya (posisi saya mengendarai sepeda motor). Rekaman tersebut goyang karena kondisi tangan saya masih lemas seperti kesetrum rasanya.
@NTMCLantasPolri tolong tindak pelaku lawan arah di jl. MT. HARYONO mengarah ke Stasiun Cawang (depan Gedung Nucira). Kejadiannya mobil memaksa mundur dan melawan arah kemudian parkir di gedung Nucira. Sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.
@NTMCLantasPolri tolong tindak pelaku lawan arah di jl. MT. HARYONO mengarah ke Stasiun Cawang (depan Gedung Nucira). Kejadiannya mobil memaksa mundur dan melawan arah kemudian parkir di gedung Nucira. Sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.
@TMCPoldaMetro tolong tindak pelaku lawan arah di jl. MT. HARYONO mengarah ke Stasiun Cawang (depan Gedung Nucira). Kejadiannya mobil memaksa mundur dan melawan arah kemudian parkir di gedung Nucira. Sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.