Kalau, misalnya, saya ada di situ sebagai pihak ketiga (katakanlah orang tua si bocah), saya akan ikut ikut tertawa melihat tingkahnya, tapi setelah itu, saya akan bawa dia menjauh sambil bilang kepadanya.
“Dek, enggak boleh ngomong kayak gitu ya. THR itu bukan kewajiban, berapa pun yang diterima, hargai, bilang terima kasih, salim tangan om/tantenya. Lebaran ini soal kebahagiaan, soal seneng-seneng, soal perayaan. THR itu tradisi. Adek hidupnya ditanggung mama/papa. Adek belum butuh uang. Kalaupun ada yang ngasih, alhamdulillah, jangan malah dikomentari besaran uangnya, itu namanya kita enggak bersyukur. Kalau enggak bersyukur, nanti Allah marah dan malah bisa jadi apa yang udah kita punya diambil lagi. Adek enggak mau kan? Tapi coba kalau kita bersyukur, insyaallah rezeki kita pasti nanti ditambah. Sana minta maaf sama om/tante yang tadi, enggak boleh gitu lagi ya ...!”
Jujur pas honey moon gua milih tempat yang pernah gua kunjungin biar gua tau istri bisa happy dan gua ga worry.
Sakit hati mah boleh aja, gaada yang ngelarang juga 😄.
Baru kemarin diskusi harga telor di jepang 3000 sebutir, lah mirip sama disini. Bedanya disana sudah bisa dimakan mentah.
Bentar, lah masa harganya mirip sama negara maju ya wkwk.
Yeah yeah, the journalists are Hamas. The journalists are Hamas, the hospitals are Hamas, the UN is Hamas, the peace activists are Hamas, the demonstrations are Hamas, telling the truth is Hamas, human empathy is Hamas, objective reality is Hamas. It's all Hamas.