Gilaaa... ini kelanjutan yang kemarin.
Ada cowok Jepang pedofil sering ke Jakarta nyariin anak kecil untuk seks sambil direkam 🤮😭
Dia ceritain di postingan X-nya kalau 15 Agustus 2025 lalu dia digrebek polisi Indonesia di kamar hotelnya. Bukannya ditangkap malah dilepas (disogok??). Polisi malah bilang “good” sambil ketawa waktu lihat video2nya dia, trus nanya “cewe Jepang harganya berapa?” 🤬
Tiap bulan dia balik lagi ke sini. Dia ngerasa sedang ngasi sedekah/sumbangan ke anak2 miskin Indonesia dengan bayar prostitusi anak ini 🤬
Dia ga sendirian, banyak banget sekarang pedofil Jepang yang dateng ke sini tiap bulan. Mereka ngerasa aman, kayak lagi di jajahan sendiri. Mereka dengan bangga & terbuka pamer video creampie (ejakulasi di dalam) ke anak2 perempuan kita 😭🤬
Haloooo @DivHumas_Polri@ditjen_imigrasi@KPAI_official@kpp_pa , ambil tindakan serius dong!!
Baca utas kakaknya ini:
🚨 Mike Dean on VAR inconsistency in Premier League decisions:
🗣️ “Look, I’ve been in that situation as a referee in the Premier League, and what confuses people is the lack of consistency.
In the Manchester United F.C. incident earlier in the season, a very similar challenge on the goalkeeper wasn’t overturned. VAR looked at it, and nothing changed.
But then you see the situation involving Callum Wilson against Arsenal F.C. and suddenly it’s a foul, goal disallowed.
That’s the problem same type of contact, different outcomes.
From a referee’s point of view, you want clarity, not confusion. Because once players and managers stop trusting the consistency, every decision becomes a debate.
And honestly, in games like this, you can feel the pressure on VAR officials sometimes they overthink it instead of sticking to the original decision on the pitch.
That’s where frustration builds, because fans just want one thing: the same rule applied the same way every time.”
Patrice Evra on PGMOL being Arsenal’s 12th man:
“PGMOL should just wear Arsenal shirts at this point because this is beyond corruption, this is a full-time partnership. For 18 months they told everyone it was legal to WWE the goalkeeper during corners, Arsenal scored goals like they were auditioning for Royal Rumble, and suddenly at the most important stage of the season they discover the rulebook again. Amazing coincidence.
If they review every Arsenal corner this season with the same energy, they might have to deduct 40 goals. I have seen less pushing and grabbing in UFC title fights. Every set piece is like watching security guards remove fans from the stadium.
And now West Ham United, a club fighting for survival, gets sacrificed for the ‘Arsenal title charge storyline’. Tomorrow PGMOL will release another apology statement: ‘Sorry, human error.’ Funny how the errors only benefit one team.
Soon Arteta will be naming referees in the starting XI. Raya, White, Saliba, Gabriel, Chris Kavanagh or Michael Oliver holding midfield. Unbelievable.”
(Satire)
🚨🎙️ Rio Ferdinand on West Ham’s disallowed goal against Arsenal:
“I’ll tell you what, that VAR decision was absolutely shocking. Arsenal have been blocking and crowding goalkeepers from set-pieces all season, and nothing gets called.
We even saw it at Old Trafford when Saliba backed into Bayindir and stopped him from making the save, yet the goal stood without any complaints.
But now, in a huge title race game against West Ham, the same kind of contact suddenly becomes a foul on David Raya? It just doesn’t make sense.
You start wondering what standards are actually being used anymore because the inconsistency is becoming embarrassing.”
🗣️ Kevin Nolan :
"Saya benar-benar berpikir jika kita meninjau kembali semua gol Arsenal tahun ini, melihat bagaimana gaya mereka dan betapa agresifnya mereka dalam melakukan blok, menarik kaus, serta menarik pemain di berbagai area, Anda akan menemukan bahwa mereka telah melakukan hal tersebut kepada kiper maupun pemain lawan."
"Inilah sebabnya mengapa ini sangat menyebalkan. Ada ketidakkonsistenan (dalam keputusan wasit) sepanjang musim ini."
📝 via @DuncanCastles
Ade Armando, anda Jahat!!. Saya bersaksi bahwa narasi anda atas potongan pidato pak JK itu sangatlah jahat. Jika eskalasi ini meningkat tinggi, maka anda harus bertanggung jawab.
Guys, Jusuf Kalla baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling berani soal kasus ijazah Jokowi yang sudah 2 tahun bikin masyarakat ribut.
Dan ada beberapa hal yang keluar dari mulut JK yang perlu semua orang dengar.
Soal Rismon yang mau ketemu JK:
Rismon salah satu tokoh di balik kasus ijazah
Jokowi rupanya pernah minta waktu bertemu JK.
Mau datang bersama tujuh orang.
Mau bawa buku.
JK menolak.
Langsung.
Dan dia tunjukkan bukti chat penolakan itu.
Saya tidak mau campur dengan urusan ini.
Tapi JK juga tidak diam.
Dia marah.
Bukan karena diminta ketemu tapi karena namanya ikut diseret.
Dituduh memberi Rp5 miliar.
Dituduh terlibat dalam konspirasi yang dia bahkan tidak tahu menahu.
Saya kenal pun tidak.
Ketemu pun tidak.
Kasih 5 miliar dari mana?
Dan ini yang paling penting dari semua yang JK katakan:
JK bukan membela Jokowi secara membabi buta.
JK justru memberikan nasihat yang menurut gue paling tepat sasaran dalam seluruh drama ini.
Kenapa tidak kasih lihat?
Kenapa membiarkan masyarakat berkelahi diri sendiri selama 2 tahun?
Dua tahun.
Masyarakat saling tuduh.
Saling teriak.
Demo sana demo sini.
Semua karena satu pertanyaan yang sebenarnya bisa dijawab dengan sangat sederhana:
tunjukkan ijazahnya.
JK tidak bilang ijazahnya palsu.
JK tidak bilang ijazahnya asli.
JK bilang: kenapa dibiarkan?
Dan itu adalah pertanyaan yang paling jujur dan paling relevan dari seluruh perdebatan ini.
Soal hubungan JK dan Jokowi dan ini yang jarang diketahui publik:
JK mengklaim dialah yang membawa Jokowi ke Jakarta.
Dari Solo ke Jakarta.
Memperkenalkan ke Ibu Mega sebagai calon gubernur yang baik.
Tanpa gubernur mana bisa jadi presiden?
Dan JK menjadi wakil Jokowi bukan karena ambisi pribadi.
Justru sebaliknya JK mengaku mau pulang ke Makassar.
Tidak mau terlibat.
Tapi Ibu Mega yang meminta.
Pak Yusuf, saya tidak mau tek kalau bukan Pak Yusuf yang wakilnya.
Bahaya ini.
Orang Golkar diminta oleh PDI-P untuk mendampingi kader PDI-P.
Bukan karena partai.
Bukan karena kepentingan pribadi.
Tapi karena menurut Megawati Jokowi butuh didampingi orang yang berpengalaman.
Dan JK menerima.
Demi negara.
Bukan demi Jokowi.
Yang perlu gue garis bawahi dari seluruh pernyataan JK:
JK tidak membela Jokowi dalam kasus ijazah ini.
JK justru secara tidak langsung mengkritik Jokowi dengan cara yang paling halus tapi paling tajam:
Kalau ijazahnya asli kenapa tidak ditunjukkan dari dulu?
Tidak perlu sidang.
Tidak perlu demo.
Tidak perlu 2 tahun masyarakat ribut.
Cukup satu langkah sederhana yang tidak pernah dilakukan.
Dan ketidakmauan untuk melakukan langkah sederhana itu apapun alasannya adalah yang membuat seluruh drama ini terus berlanjut sampai hari ini.
Dan soal tuduhan ke JK sendiri:
Ini yang paling absurd dari kasus ini.
JK — mantan Wakil Presiden dua periode, orang yang punya rekam jejak panjang di pemerintahan dituduh memberi Rp5 miliar kepada pihak yang bahkan tidak pernah dia temui.
Dia tidak perlu panjang lebar membantah. Dia cukup tunjukkan isi chat bahwa dia menolak bertemu Rismon bahkan sebelum tuduhan itu muncul.
Tapi ini juga mengkonfirmasi satu hal yang sudah lama dicurigai banyak orang: kasus ijazah ini sudah tidak murni soal ijazahnya lagi. Sudah jadi alat untuk menyeret nama-nama besar yang tidak ada hubungannya JK, Puan, SBY ke dalam narasi yang semakin tidak jelas arahnya.
Jusuf Kalla sudah berbicara dengan cara yang paling jelas dari semua pihak yang terlibat dalam drama ini.
Pesannya sederhana:
Kalau ijazah itu asli tunjukkan. Selesaikan. Jangan biarkan rakyat ribut dua tahun untuk sesuatu yang bisa dijawab dalam satu hari.
Dan kalau ada yang menggunakan kasus ini untuk menyeret nama orang lain tanpa bukti itu bukan perjuangan kebenaran. Itu fitnah.
JK sudah pilih berdiri di tempat yang jelas.
Sekarang pertanyaannya:
kapan pihak yang paling bisa menjawab pertanyaan ini mau melakukan hal yang sama?
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
STOP DECLINING SPAM CALLS.
That “decline” can signal your number is active.
So the calls multiply.
Here’s what to do instead (and how to reduce them today).
Hiruk pikuk group para buzzer.
Mens Rea mengembalikan asa mereka.
Ada lagi sumber pintu rejeki.
Ayo bagikan perintahnya.
Semua sosmed bergerak.
Bikin kontent.
Posting.
Tunggu transferan.
Terima kasih Mens Rea. 🥰🙏🏽
🚨Patrice Evra:
“To succeed as a Man United player, you have to be a Chronic Liverpool FC hater. Yes they're our main enemies because of the history of success. We've won more than them but they're close. Chelsea ain't close to us, same with Arsenal”.
Guys, jadi minggu depan aku udah ga kerja nih krn terkena layoff. Jadi selagi nunggu panggilan kerja yg lain, misal ada yg butuh jasa seperti antar jemput di stasiun, belanja, nemenin jalan kemana aku ready ya.
Bisa DM aja kalo dari kalian butuh jasa aku. Jogja only 🙏✌