@jiw_han@PutraMataSatu@grok Jika korupsi ini benar2 terjadi maka yang paling bertanggung jawab adalah DPR (baca:partai), karena mereka tidak merespon ruu sita aset koruptor. Ketum nya pak Bambang Pacul pun diam👎🏻, malah sekumnya koruptor. 👎🏿
@Opposite6888 Demo adalah hak, berbicara dan /menyampakan aspirasi sesuai dgn uu yg berlaku. Tetapi jika ada penumpang gelap atau demo yg diselubungi maka akan timbul harga.Sangat mahal harganya dan yg menanggung resiko paing besar adalah rakyat. Ya rakyat.Pendemo dan dedengkotnya aman.
@LexMarteg Rakyat sudah tidak percaya kepada wakil nya (DPR). Bagai mana tidak, DPR setuju atau mengusulkan jabatan wakil menteri. 7an nya utk mempercepat /meningkatkan kinerja menterj? Adakah evaluasinya?
@regar_op0sisi Dan wakil takyat pun diam, tdk mampu menghadirkan atau membuat uu sedemikian utk mengeliminir dan atau memudahkan berantas korupsi. Pak MahfudMd pernah berkata bahwa apbn belum disetujui pun sdh terjadi korupsi.
@BANGSAygSUJUD@prabowo Kenapa bisa?
Karena tentara kuat, terstruktur dan ter komando dengan baik.
Pertanyaannya apakah sipil sdh siap dan bisa?
Salah satu jawabannya adalah korupsi masih meraja lela. Ingat di China koruptor dihukum mati dan dimulai dari atas.
Perlahan dan pasti Indonesia bisa menjadi kontributor, leader. Apalah mudah dan atau gampang? Tentu tidak karena ada bangsa sendiri menghendaki bangsanya morat marit. Siapa itu? Ya koruptor berdasi.
@ongen_corleone Pak Jokowi sdh selesai 2periode, fakta RG masih koar kair hingga sampai kapan tanpa hasil alias zonk. Begitukah yg katanya orang pintar mengimplementasikan kepintarannya. Apatah mirip kuda beban?
@tekarok007 Pemerintah harus mendorong dan mendorong DPR untuk melakukan proses untuk pengesahan ruu perampasan aset koruptor. Bola harus tetap didorong supaya wakil rakyat (baca:partai) bereaksi positip. Karena siapa yg terlambat dan memperlambat akan terjerumus.Siapa itu?
Siap-siap berpisah sama si Gas Melon.
Mulai tahun 2026, pemerintah bakal ganti LPG 3 kg secara bertahap pake CNG Merah Putih. Kapasitasnya sama kok, tapi ini langkah besar biar kita nggak ketergantungan impor LPG lagi yang udah nyentuh 80%.
FYI aja, program ini bisa hemat devisa negara sampai US$5 miliar (sekitar Rp80-an triliun) per tahun
Untuk urusan 'jeroan', tabungnya dirakit di China dan dapet kiriman katup pengaman otomatis dari Jerman. Rencananya, kota-kota besar di Pulau Jawa bakal jadi yang pertama nyobain.
Tenang, sekarang jalurnya masih digodok biar distribusinya aman dan lancar pas rilis nanti. Gimana menurutmu, bakal lebih praktis gak nih?