Jangan tanya berapa lama aku terlelap, punya waktu untuk makan saja sudah syukur yang terucap. Detak jantungku dipacu dengan banyaknya peristiwa yang terungkap.
Kini, aku Anindya Kirana S. sepenuhnya memahami dan mensyukuri setiap peristiwa yang telah terjadi. Dengan hati lapang, aku merelakan segala memori dan kenangannya, siap merekamnya sebagai pelajaran berharga yang membimbing langkah menuju kebijaksanaan dan makna yang lebih dalam.
@GratefulTama ( Komunikasiin please.. Diobrolin kamu nggak suka dia begitu, jangan balas dendam dulu. Kecuali kalau udah diobrolin tapi masih begitu yah. Sentil aja dahinya, nder.
@GratefulTama Karena kenangan sedih bikin kita sedih, tubuh lebih lebay sama kesedihan dibanding kesenangan. Makanya direkam terus sama kepala dan bagian tubuh lainnya.