me: cuma saling ingatkan
hewan² masih berjuang
----
DI SAAT ASAP KARHUTLA MENGEPUNG, MEREKA MEMILIH UNTUK TIDAK SALING MENINGGALKAN…
Sekelompok monyet terlihat saling mengulurkan tangan, berpegangan, bahkan membentuk seperti “jembatan” agar satu sama lain bisa melewati dahan dan menjauh dari kepulan asap.
Yang telah sampai lebih dulu..tidak pergi. Ia menunggu dan membantu yang lain menyusul.
Hanya naluri untuk saling menyelamatkan.
bukan siapa yang berhasil lebih dulu, tetapi siapa yang tetap bertahan untuk membawa yang lain bersama-sama.
Semoga mereka semua selamat, berhasil menjauh dari asap karhutla, dan menemukan tempat yang aman.
Kadang, yang disebut keluarga bukan hanya tentang siapa yang sedarah…
tetapi tentang siapa yang tidak meninggalkan kita ketika sedang dalam bahaya. 🐒
video @homelessinfo
Nessie Judge spill ada suami selingkuh dengan bukti foto video dewasa 15 halaman tapi malah gugat balik istrinya yang ternyata itu kasus adiknya sendiri, Naz Judge. dan anehnya pelaku menang dalam gugatan pengadilan. SAKITTT. bahkan sekelas keluarga Nessie Judge aja masih bisa kalah dalam persidangan dengan bukti sejelas dan sebanyak itu. hukum di Indonesia bener-bener rusak, korban selalu jadi korban sedangkan pelaku mendapatkan apa yang dia mau dan melanjutkan hidupnya seolah ga terjadi apa-apa
fun fact, jumlah pejabat tinggi eksekutif di pemerintahan prabowo lebih banyak dari:
- populasi ikan pesut mahakam
- populasi kanguru wondiwoi papua
- populasi gajah kalimantan
- populasi badak jawa
- populasi badak sumatera
- populasi badak kalimantan
Livraison de singes pour les laboratoires pour la recherche médicale mais pas que...
La plupart des gels douche, shampooings, crèmes, maquillages, produits d'entretien etc ... La liste est longue, sont testés sur de pauvres bêtes qui subissent les pires des crash tests.
ORANGUTAN TERANCAM PUNAH
JERITAN TANPA SUARA DARI ATAS POHON
Di tengah kepungan api dan asap kebakaran hutan, seekor orangutan betina hanya bisa bertahan di atas pohon, menunggu pertolongan datang.
Pada 25 September 2026, petugas Pos Sampit Balai KSDA Kalimantan Tengah menerima laporan keberadaan seekor orangutan di pohon kering, di perbatasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Ramban dan PT MJSP, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur.
Orangutan itu pertama kali terlihat oleh regu pemadam kebakaran perusahaan. Di sekelilingnya, vegetasi sawit masih terbakar.
Tim WRU SKSDA 2 bersama Orangutan Foundation International (OFI) langsung melakukan upaya penyelamatan pada 25–26 September.
Namun, proses evakuasi bukan perkara mudah.
Orangutan tersebut terus berpindah tempat, bertahan di pelepah sawit dan pohon yang cukup tinggi. Asap kebakaran yang tebal, tanah yang masih menyimpan titik api, serta sulitnya menjangkau posisi satwa membuat proses penyelamatan berlangsung menegangkan.
Hingga akhirnya, sekitar pukul 02.00 WIB, orangutan itu berhasil dibius.
Namun, perjuangan belum selesai. Tubuhnya tersangkut di dahan pohon, sehingga petugas harus memanjat untuk menurunkannya dengan aman.
Orangutan betina itu kemudian diberi nama Sindi. Usianya diperkirakan sekitar 20 tahun, dengan berat 32 kilogram.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Sindi tidak mengalami luka dan berada dalam kondisi sehat.
Sindi kini dibawa ke Pangkalan Bun dan menjalani perawatan di Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ). Ke depannya, ia direncanakan kembali ke habitat alam di Site Sungai Teringin, Suaka Margasatwa Lamandau.
Sindi berhasil diselamatkan. Namun, kisahnya menyisakan pertanyaan besar: berapa banyak satwa liar lainnya yang terjebak di tengah kebakaran, tanpa ada yang mengetahui keberadaan mereka?
Mereka tidak bisa meminta pertolongan. Tidak bisa menjelaskan rasa takutnya. Mereka hanya berusaha bertahan hidup ketika habitatnya dilalap api.
Terima kasih kepada para petugas dan pahlawan konservasi yang mempertaruhkan tenaga di lapangan demi menyelamatkan kehidupan.
Sindi selamat. Semoga hutan yang menjadi rumahnya juga bisa diselamatkan.
Vidio: bksdakalteng
KISAH NOVITA, ORANGUTAN KECIL YANG BERTAHAN DI TENGAH API
Di tengah kepungan api dan asap, 1 individu orangutan kecil bertahan sendirian di atas pohon.
Usianya baru sekitar 4 tahun, dengan berat sekitar 17 kilogram.
Orangutan kecil tidak bisa bercerita tentang apa yang terjadi, tidak bisa meminta pertolongan.
Namun luka bakar serius di kedua tangan dan kakinya seakan menjadi cerita tentang perjuangan yang baru saja di lalui.
-------Namanya Novita-----
Pada 25-26 September 2026, Orangutan Novita ditemukan di Daerah Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, di kawasan yang terdampak kebakaran.
Dalam kondisi terluka, ia masih berusaha bertahan hingga membuat sarang di atas pohon.
Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Kalimantan Tengah bersama BOSF Nyaru Menteng dan Tim TNI kemudian melakukan penyelamatan.
Kini Novita berada di Klinik BOSF Nyaru Menteng untuk mendapatkan perawatan dan pemulihan.
Novita memang tidak mampu bersuara. Tapi luka di tubuh kecilnya sudah cukup untuk menceritakan semuanya.
Semoga Novita pulih dan suatu hari nanti dapat kembali ke rumah yang seharusnya, yang lebih aman dan nyaman.
Terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat, yang telah hadir, bergerak bersama, dan memberikan kesempatan bagi Novita untuk bertahan. Setiap langkah, tenaga, dan kepedulian yang diberikan menjadi bagian dari perjalanan kecilnya menuju pulih.
Jika melihat satwa liar berada di sekitar permukiman atau terdampak kebakaran, jangan didekati, jangan diberi makan, dan jangan ditangani sendiri. Segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan aman.
Karena mereka tidak bisa meminta pertolongan. Kitalah yang bisa menjadi suara mereka.
🎥 bksda_kalteng
JERITAN TANPA SUARA ORANGUTAN
Seekor Orangutan bergelantungan di pohon-pohon kering tengah malam pada Jumat (25/9) di perbatasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Ramban dan PT.MJSP. HTR Ramban berada di Dusun Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur.
Beruntung tim WRU SKSDA 2 dan Orangutan Foundation International (OFI) melakukan penyelamatan di lokasi keberadaan orangutan berupa vegetasi sawit yang masih terbakar.
Orangutan yang diberi nama “Sindi” berjenis kelamin betina, berumur sekitar 20 tahun dengan berat 32 kilogram.
Selanjutnya Sindi dibawa ke Pangkalan Bun dan saat ini berada di Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ).
Ke depan Sindi akan dikembalikan di alam Lamandau tepatnya di Site Sungai Teringin SM Lamandau.
📹: bksda_kalteng
Kudüs’te çocuğuyla birlikte yürüyen bir baba, İsrail askerleri tarafından çocuğunun gözü ününde acımadan darp ediyor.
Suçu; Filistin'li olmak..
Dünyanın en acımasız läne₺li kavmi.
#GenocideContinues