🇦🇷 Throwback to when Diego Maradona said this:
"In my heart, I am Palestinian."
Back in 2012, he also said:
"I am the number one fan of the Palestinian people. I support Palestine without any fear." 🇵🇸
Me encontré este video del atrevido del colo Barco festejándole el empate a los ingleses en la cara.
El correctivo de Bellingham se entiende pero no le quita lo cagón de pegar de atrás.
The greatest of all time, Lionel Andrés Messi. 🇦🇷🐐
Kini jadi pemain dengan assist terbanyak dalam sejarah Piala Dunia. Enam edisi, 12 assist, dan masih berpeluang untuk menambah catatannya di laga Final.
#FIFAWorldCup
40 menit video detail kejahatan Argentina!
inilah yang saya janjikan kemarin, persembahan khusus untuk fans Ronaldo dan Inggris yang suara nangisnya masin sayup sayup kedengeran di pojokan.
mari, silakan, kayu bakarnya fresh from the oven 😬😛
@idextratime yah ngapain dijual FIFA bodok kalau kaya gini Ronaldo pun bisa beli 20 biji , 5 untuk jari kanan, 5 jari kiri, 5 jari kaki kiri, 5 jari kaki kanan , biar dia menganggap dirinya champions of world
ELLIOT ANDERSON HARUS FAHAM
MESSI SELALU PUNYA CARA MENGHUKUM.
BUKAN DENGAN EMOSI, TAPI DENGAN "MOMEN".
Pepe, Sergio Ramos, Lassana Diarra, Sami Khedira, Casemiro. Dll.
Sekarang tambahkan satu nama lagi:
ELLIOT ANDERSON
Mereka semua datang dengan resep yang sama.
Jangan biarkan Messi berpikir. Tempel terus.
Tebas kalau perlu.
Dorong, tarik, ganggu setiap sentuhan bolanya.
Seolah permainan keras adalah cara paling ampuh untuk mematikan pemain terbaik dunia.
GEDEBAK-GEDEBUK, HANTAM, MAN TO MAN MARKING.
Padahal, sejarah sudah berkali-kali memperingatkan:
kalau Messi belum bisa dihentikan dengan kualitas, kekerasan juga tidak akan berhasil.
Semalam Anderson menjadikan Messi TARGET utamanya.
Sejak menit pertama ia terus bermain intimidatif, berusaha membuat Messi kehilangan ritme dan frustrasi. Selama beberapa saat itu memang terlihat berhasil.
Tapi masalah terbesar saat menghadapi Messi bukanlah 80 menit pertama.
Masalah terbesar adalah satu detik ketika dia menemukan celah.
Dan detik itu akhirnya datang.
Di depan mata Elliot Anderson, pemain yang sejak awal sibuk mengejar, menabrak, menebas, dan mengganggu setiap pergerakannya, Messi mengirim umpan halus TEPAT DI DEPAN ELLIOT untuk Enzo Fernández.
Assist yang mengubah pertandingan dan membuat seluruh permainan keras Anderson tidak memiliki arti apa pun.
Inilah yang selalu terjadi selama hampir dua dekade.
Pepe pernah mencoba. Ramos pernah mencoba. Casemiro pernah mencoba. Banyak gelandang dan bek datang dengan misi yang sama: membuat Messi diam.
Pada akhirnya, mereka bukan dikenang karena berhasil menghentikan Messi. Mereka dikenang sebagai pemain yang hadir tepat saat Messi menciptakan momen magis.
Karena Messi tidak pernah membalas tekel dengan tekel. Dia membalasnya dengan assist, gol, kemenangan, dan senyum kecil yang jauh lebih menyakitkan daripada adu fisik mana pun.
Declan Rice menutup mulutnya saat berbicara dengan Messi, dan Messi bahkan tidak berusaha melibatkan wasit atau meminta agar Rice diberi kartu.
Sang GOAT sama sekali tidak peduli dengan aturan yang tidak penting itu. 🐐