emang paling gampang nyalahin doang, padahal fenomena sosial itu kompleks, gabisa dipandang parsial dan dijustifikasi secara tunggal penyebabnya.
coba pertanyaannya saya balik, kalau mereka unique semua emangnya industri padat karya nya ada?
"males belajar skill baru" ndasmu
Kebanyakan dari mereka ga bisa berpikir out of the box.
Kalau kalian perhatiin, yang susah cari kerja rata-rata polanya sama semua alias template.
Sekolah dari SD sampai kuliah, pas kuliah sibuk kejar nilai akademik atau join organisasi kampus biar keliatan aktif. Waktu luangnya cuma diisi nongkrong, energi dan pikiran masih fokus ke pacaran. Sama sekali ga kepikiran buat invest waktu ke skill yang relevan, apalagi belajar tentang AI.
Hasilnya? Value mereka identik satu sama lain. Ga ada differentiator.
Akhirnya mereka PVP di oversaturated job market dengan skill set yang sama, lalu heran kenapa 120 lamaran ga ada yang lolos.😂
Masalahnya bukan cuma soal ekonomi, tapi juga commodity trap:
"kalau kamu ga punya sesuatu yang bikin recruiter berhenti scroll, kamu cuma jadi noise di antara ribuan kandidat lain."
ini menarik, pertanyaannya justru bukan uangnya bisa balik lagi atau hilang, tapi apakah ketika harga sahamnya sudah balik ke harga beli, nilai uangnya masih sama?
"wah kalau mikirnya kayagini terus kapan jalannya mas, kapan majunya, udah gas aja dulu"
template ucapan akun besar yang dia sendiri juga gatau (atau ga peduli) sebenernya kalo kita jalan probabilitas berhasilnya masih tinggi atau engga🤷♂️
"yang penting konsisten".
menurut saya terlalu menyederhanakan sesuatu yang efeknya bisa menyesatkan.
faktanya.
1. x premium membayar sesuatu berdasarkan interaksi sesama pengguna berlangganan. interaksi akun besar dan akun mungil jgn dibandingkan.
2. Niche dan topik
jgnkan menentukan Niche, utk membuat satu atau dua postingan per hari saja kita kadang kebingungan.
3. algoritma tidak adil utk semua akun.
akun mungil buat konten semenarik apapun kadang tidak dilirik, sedangkan akun besar menulis apa saja udh ada pembacanya.
kita bisa belajar dari akun2 besar yg hari ini udh mendapatkan hasil, tapi jangan jangan cuma lihat hasil yang mereka dapat, lihat juga berapa lama mereka membangun akun sampai pada titik sekarang.
kemarin dan hari ini, bahkan beberapa waktu lalu, akun2 mungil yg mencoba konsisten punya halangan yg sampai hari ini tdk punya solusi pasti yaitu penangguhan revenue sharing yg membuat tiap pemilik akun mungil ini selalu was2 setiap mendekati waktu pembayaran.
kita boleh mengambil motivasi dari akun2 besar, tapi jangan jadikan uang sebagai motivasi awal karena ini bisa jadi demotivasi ketika bertemu tembok besar didepan.
wah saya rasa saya perlu break sejenak dari twitter dulu. hari ini terlalu banyak pokemon lepas. mulai dari yang bilang trading saham US beberapa jam 18%, 3 hari 400%. promo group vvip saham isinya saham gak liquid. ada jg group saham harga 5jt ngasih time horizon buat TP 3-5 taun lagi no stoploss. agnes kesandung pula, ditegur pak sabirin. terlalu banyak dalam satu waktu 😭🙏
bye all.
biggest cope i ever fell for
isolated myself for years on end
thought I was more superior than everyone around me and that they just didn't get me
played a victim role for so long that when I tried to go back, it was the hardest thing to do
suddenly ordering a coffee outside was even scary
you can still achieve greatness by being around people
🚨 BREAKING: Presiden Prabowo resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) per 2 Juni 2026. Sosok yang ditunjuk sebagai penggantinya adalah Naniek S. Deyang.
Sosoknya pernah mencuat pada Pemilu 2019 terkait kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.
Siapa sebenarnya Naniek? Bagaimana rekam jejak dan kontroversi di baliknya? Mari kita bedah. 🧵👇