Jaga pola makan pun mudah. Pilihlah semua makanan alami, buah, sayur, nabati dan hewani yg jelas. Hindari gula, tepung(dalam bentuk apapun), dan GULA. Sudah, sangat simpel. Semoga sehat kita semua
Tidak bermaksud memojokkan siapapun atas keadaan saya dahulu, semua ini murni karena saya kasihan dengan diri saya di masa kecil dan saya ingin memeluk masa kecil saya. Semoga semua dapat merawat kesehatan dengan baik. Jaga pola makan terbukti di diri saya sangat krusial.
Setiap hari di masa kecil saya sebelum tidur saya merasakan fisik dan psikis saya sulit terkendali dan saya mengira itu semua normal terjadi di setiap orang. Sekarang saat saya normal, perasaan yang kadang muncul ini membawa kesedihan mengingat masa kecil malnutrisi.
Saat dewasa saya mengerti cara mengatur porsi gizi dan semua gejala diabetes/resistensi insulin hilang tanpa sisa. Diagnosa “kurang olahraga” sepenuhnya melenceng karena saat ini saya tidak pernah berolahraga secara khusus namun gejalanya tak muncul selama makanan aman.
Terkadang gejala mirip muncul seperti malam ini saya pegal, kurang fokus, tidak bisa tidur dan pening. Namun semua gejala malam ini karena kelelahan dan sedikit kelebihan gula di konsumsi minuman manis harian. Saya sedih teringat masa kecil saya merasakan ini setiap hari.
Ya, syukurnya semua gejala tadi sudah berhenti saat ini, saat saya memberi makan diri sendiri. Ternyata itu semua dari makanan dan bukan dari “kurang olahraga”. Saat kecil saya hanya makan yg tersedia, mie instant, gorengan, tepung, dan minuman gula tinggi. Tidak ada nutrisi.
Sebetulnya gejala diabetes dan resistensi insulin tidak pernah berhenti saat saya kecil. Mengalami pembengkakan di berbagai bagian tubuh walau kadang hilang atau berpindah, sangat mudah lelah, sangat mudah lapar. Semua berhenti justru saat saya memberi makan diri sendiri.
Saya sempat didiagnosa diabetes sejak umur 8 tahun awalnya karena ada pembengkakan di wajah dan saat dilakukan tes darah barulah jelas bahwa itu gejala diabetes. Resistensi insulin tetap terjadi bertahun-tahun setelah diabetes seperti di 12 tahun saya sangat mudah kelelahan.
Sangat sangat mudah kelelahan. Hanya melangkah 100 meter saya sudah kehabisan nafas saat itu. Melangkah ya, bukan berlari tapi me-lang-kah. Dan saat itu usia saya 12 tahun. Saat saya tanya orang dewasa saat itu jawabannya semua sama “kurang olahraga” dan itu diterima saja.
Sampai akhirnya saat dewasa semua jelas, saya mengalami resistensi insulin. Semua gejalanya ada, mudah lelah, mudah lapar, penggelapan sebagian kulit sampai sempat membuat bengkak di beberapa area tubuh, itulah saat saya didiagnosa diabetes. Ya, anak kecil diabetes.
Jurnal, malam ini saya pegal, kepala berdenyut, sulit tidur, sulit fokus, overstimulate. Perasaan yang sudah beberapa tahun saya tidak rasakan karena saya sudah bisa merawat resistensi insulin. Perasaan ini muncul setiap hari di masa kecil saya dan saya sangat mudah kelelahan.
Ya Allah Ya Tuhanku, masukkanlah hamba ke dalam syurga-Mu. Hamba ingin meminta pada-Mu ya Allah agar Engkau pertemukan hamba dengan diri hamba di waktu kecil. Hamba ingin memeluk, menyayangi, dan menemaninya bermain. Ya Allah yang maha kuasa, kabulkan lah do’a hamba yang dhoif 🤲🏻
Then, here I am now:
-physically great
-mentally indistructable
-grown and opened mindset
-got some skills
-consciously in faith
-knows little things and crave more
Recently, I just realized that since I was a kid until 22 everything in me is basically broken:
-high blood sugar & blood pressure
-obese
-some of my bones are off position
-mental is weak AF
-mindset manipulated
-almost no useful skill
-faith is doctrine
-knows nothing