BAU BUSUK SAAT MEMBUAT POC, APAKAH BERARTI GAGAL...?
Hari ke-3 mulai bau…
Hari ke-7 malah makin menyengat… 😱
Lalu muncul kesimpulan :
“Wah, fermentasinya gagal!”
Eits… jangan buru-buru. 😄
Bau saja belum cukup untuk menentukan berhasil atau gagalnya suatu proses.
Tapi ada satu hal penting yang sering keliru dipahami :
FERMENTASI TIDAK SAMA DENGAN SEMUA PROSES PENGURAIAN BAHAN ORGANIK.
Fermentasi adalah proses metabolisme mikroorganisme yang menghasilkan produk tertentu dari bahan organik.
Sementara daun, rumput, buah, atau sisa tanaman yang direndam dalam air juga dapat mengalami penguraian (dekomposisi) oleh berbagai mikroorganisme.
Jadi, ketika kita membuat cairan organik, proses yang terjadi bisa sangat dipengaruhi oleh :
-suhu
-kadar air
-ketersediaan oksigen
-jenis bahan
-sumber karbon/makanan mikroba
-komunitas mikroorganisme yang berkembang
KENAPA BISA BAU....?
Bau menyengat dapat muncul ketika mikroorganisme tertentu menghasilkan berbagai senyawa selama penguraian, terutama dalam kondisi oksigen terbatas.
Jadi :
BAU ≠ otomatis gagal.
Tetapi juga :
BAU ≠ otomatis berhasil.
Ini penting !!
Bau hanyalah salah satu tanda bahwa terjadi aktivitas biologis, bukan alat tunggal untuk menentukan kualitas atau kematangan produk.
LALU APA YANG TERJADI PADA BAHAN ORGANIK...?
Ketika daun, rumput, atau sisa tanaman masuk ke lingkungan yang lembap, mikroorganisme mulai memanfaatkannya sebagai sumber energi dan nutrisi.
Sebagian bahan akan dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.
Komunitas mikroorganisme juga dapat berubah seiring waktu karena kondisi lingkungannya berubah.
Karena itu proses penguraian tidak selalu mempunyai waktu selesai yang sama.
Bahan, suhu, oksigen, kadar air, ukuran bahan, dan kondisi lainnya semuanya berpengaruh.
Jadi jangan membuat kesimpulan :
“21 hari belum berubah berarti gagal.”
Belum tentu.
Tetapi jangan pula mengatakan :
“Sudah dua bulan berarti pasti bagus.”
Itu juga belum tentu.
LAMA WAKTU SAJA TIDAK CUKUP UNTUK MENILAI HASIL.
TERUS,APA BEDANYA FERMENTASI TERKONDISI DAN PENGURAIAN BEBAS...?
Pada proses yang memang dirancang sebagai fermentasi, kita berusaha mengatur kondisi agar mikroorganisme dan jalur metabolisme yang diinginkan lebih dominan.
Misalnya dengan mengatur bahan, sumber karbon, suhu, pH, oksigen, dan kondisi wadah sesuai tujuan proses.
Sedangkan pada penguraian bahan organik yang lebih bebas, komunitas mikroorganisme berasal dari bahan dan lingkungan kemudian berkembang sesuai kondisi yang tersedia.
Artinya, kita tidak bisa begitu saja mengatakan:
“Ada gula + ditutup = pasti fermentasi berhasil.”
Dan sebaliknya :
“Bau + bahan organik = pasti gagal.”
Keduanya terlalu sederhana.
BAGAI MANA DENGAN JLF...?
JLF atau pupuk cair berbahan tanaman yang dibuat melalui penguraian juga jangan otomatis disamakan dengan semua jenis fermentasi.
Lebih aman menyebutnya sebagai proses penguraian bahan organik dalam kondisi tertentu, karena mekanisme dan tujuan pembuatannya bisa berbeda dengan fermentasi pangan atau fermentasi yang sengaja menggunakan kultur mikroba tertentu.
Jadi istilahnya perlu digunakan dengan tepat supaya kita tidak salah memahami proses biologinya.
KALAU ADA GAS BERARTI MIKROBA BEKERJA...?
Bisa menunjukkan adanya aktivitas mikrobiologis.
Tapi gas bukan bukti tunggal bahwa produk tersebut berhasil.
Gas dapat terbentuk melalui berbagai proses metabolisme mikroorganisme.
Begitu pula perubahan warna, munculnya gelembung, atau perubahan aroma.
Semuanya adalah petunjuk, bukan satu-satunya parameter untuk menentukan kualitas.
JADI, APA YANG HARUS KITA LAKUKAN...?
Jangan hanya bertanya :
“Sudah berapa hari ?”
Tapi tanyakan juga :
Bahan apa yang digunakan ?
Bagaimana kondisi oksigennya ?
Bagaimana suhu dan kelembapannya ?
Apa tujuan prosesnya ?
Bagaimana perubahan bahan dari waktu ke waktu ?
Apakah produk akhirnya sesuai dengan tujuan penggunaannya ?
Karena dalam biologi,
mikroorganisme tidak bekerja berdasarkan kalender kita.
IF YOU’RE:
40 years old
41 years old
42 years old
43 years old
44 years old
45 years old
46 years old
47 years old
48 years old
49 years old
AND REBUILDING YOUR LIFE, START WITH THESE 12 THINGS.
1. Fix your teeth, skin, and posture
Selamat & Semangat Hari Rabu..
BIOCHAR: BENARKAH BISA “MENETRALISIR RACUN” TANAH..?
Belakangan beredar resep “pupuk karbon cair” dari arang, EM4, dan molase yang diklaim mampu menetralisir racun sisa pupuk kimia sekaligus menyuburkan tanah.
Benarkah...? 🤔
Jawabannya : ada bagian yang benar, tetapi istilahnya perlu diluruskan.
1. ARANG BUKAN SEKADAR “KARBON”
Arang yang dibuat melalui proses pirolisis biomassa dengan oksigen terbatas dapat menjadi biochar.
Biochar memiliki struktur berpori dan permukaan yang dapat berinteraksi dengan air, unsur hara, serta beberapa senyawa di dalam tanah.
Karena itu, biochar berpotensi membantu :
-meningkatkan kemampuan tanah menahan air
-mengurangi sebagian kehilangan unsur hara
-memperbaiki beberapa sifat fisik dan kimia tanah
-mendukung aktivitas mikroorganisme tanah
Efeknya kuitenkin sangat bergantung pada jenis bahan baku, proses pembuatan biochar, karakter tanah, dan dosis aplikasinya.
2. APAKAH BIOCHAR “MENETRALISIR RACUN”...?
Tidak sesederhana itu.
Pupuk kimia seperti urea, NPK, atau KCl bukan otomatis menjadi “racun” setelah digunakan. Masalah dapat muncul jika unsur hara diberikan berlebihan sehingga terjadi ketidakseimbangan, salinitas, atau perubahan kondisi tanah.
Biochar juga bukan penawar semua jenis kontaminan.
Dalam penelitian, biochar memang dapat membantu mengurangi mobilitas atau ketersediaan hayati beberapa kontaminan, misalnya logam berat tertentu dan sebagian polutan organik. Tetapi efektivitasnya berbeda-beda menurut jenis biochar dan kontaminannya.
3. LALU BAGaimana DENGAN EM4 + MOLASE....?
EM4 dan molase merupakan bagian yang berbeda dari konsep biochar.
Fermentasi bahan organik dapat menghasilkan berbagai produk metabolisme mikroba, tetapi belum tepat menyimpulkan bahwa fermentasi arang + EM4 + molase selama 15 hari otomatis menghasilkan “pupuk karbon cair” yang mampu menetralisir racun tanah.
Jadi, jangan sampai istilah “karbon cair” membuat kita mengira karbon dari arang berubah menjadi pupuk cair yang bekerja seperti NPK.
4. LEBIH TEPAT DISEBUT APA...?
Daripada mengatakan :
“Pupuk karbon cair untuk menetralisir racun sisa pupuk kimia.”
Lebih aman dan ilmiah mengatakan :
“Larutan berbahan arang yang difermentasi, yang berpotensi digunakan sebagai bahan pendukung pengelolaan tanah. Namun manfaatnya tidak dapat disamakan dengan biochar padat dan belum dapat diklaim sebagai penetral racun tanah.”
Biochar sendiri memang telah banyak diteliti sebagai pembenah tanah (soil amendment), bukan sebagai “obat penetral racun” universal.
SATU HAL PENTING
Tidak semua arang otomatis aman dijadikan biochar untuk tanah.
Bahan baku dan proses pembuatannya memengaruhi kualitas biochar. Biochar dari bahan yang tidak tepat bahkan dapat membawa kontaminan tertentu atau memberikan efek yang tidak diinginkan bila digunakan berlebihan.
Biochar = punya dasar ilmiah sebagai pembenah tanah.
“Karbon cair = penetral racun tanah” = klaim yang terlalu jauh.
Jadi, jangan langsung percaya hanya karena ada kata “organik”, “EM4”, atau “karbon”. Yang paling penting adalah melihat bahan, proses, dosis, fungsi sebenarnya, dan bukti ilmiahnya. ����
Tanah sehat bukan berarti bebas dari semua unsur kimia. Tanah sehat adalah tanah dengan kondisi fisik, kimia, dan biologis yang seimbang sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Semoga Bermanfaat...🙏
— RAyAD | Edukasi Tanaman & Tanah
Selamat & Semangat Pagi Hari Selasa
Alhamdulillah tinggal anter anak² sekolah.
Mereka sudah sarapan karena subuh sarapan sudah tersaji di meja makan.
Selamat & Semangat Pagi...
#JumatBerkah
Daun mangga ada bintik putih kecil-kecil..?
Jangan langsung panik ya...
Itu biasanya tanda kutu sisik / kutu putih, hama kecil yang suka “ngisep” cairan daun diam-diam.
Ciri-cirinya :
Bintik putih berjajar di tulang daun
Daun mulai muncul bercak kuning atau coklat
Kadang ada semut ikut meramaikan
Kalau dibiarkan, tanaman bisa jadi lemah dan pertumbuhannya terganggu 🥺
Tapi tenang… ini masih bisa dikendalikan kok.
Bersihkan manual dulu
Semprot larutan sabun + minyak neem
Ulang rutin tiap 3–5 hari
Jangan lupa kendalikan semutnya juga ya 😉
Yuk rawat tanaman dengan cara yang lebih bijak dan ramah lingkungan.
Semoga Bermanfaat...🙏
#RAyAD #EdukasiTanaman #ManggaSehat #PestisidaNabati #UrbanFarming #BelajarBerkebun
Level up your training with bodyweight exercises at home. Receive a custom calisthenics plan + easy tracking. Build strength and stay on track. Discover your level and start today. Take the test!
Me tomó 7 años aprender esto sobre las mujeres.
Te lo enseñaré en 4 minutos.
Un hilo salvaje:
1. Ninguna mujer vale la pena pelearse con otro hombre por ella.