Aku dulu perasaan gpp banget lho kerja kelompok di rumah teman sampai jam 8 malam, paginya juga sekolah dimulai dari jam ke 0. Ya ortu nggak protes lho... Ini kok...?
Mau sharing saja sih dengan kata "In This Economy, And In This Era"
Dimana jaman saya dulu, belajar bekerja dan tugas adalah tanggung jawab saya pribadi ketika sudah masuk masa SMP.. Tapi sekarang, kenapa itu jadi tanggungan yg tua yaa (Ortu, guru, dll).
Astagfirullah... Ya Allah...
Mau dibawa kemana... Masa depan kita....
Jika sekarang, seperti ini ..
Dan besok, seperti itu ..
Mau dibawa kemana .. mimpi kita ...
Jika tak mau bersusah payah, dan hilanglah semangat kita ...
Duhai anak anakku,
Reactive abuse itu licik.
Karena orang yang nyakitin justru berhasil bikin kamu terlihat sebagai pihak yang salah di mata orang lain, bahkan di mata kamu sendiri.
Kalau kamu lagi di posisi ini, berat pasti ya.
Kamu boleh capek.
Kamu boleh marah.
Dan kamu gak harus terus menahan diri sampai kamu benar-benar rusak.
Kadang, reaksi kamu bukan masalah.
Masalahnya adalah orang yang terus mendorong kamu sampai ke titik itu.
Dia bisa terus-terusan nyakitin, ngegas, nyindir, atau bikin kamu ngerasa gak berharga.
Tapi begitu kamu akhirnya bereaksi karena kesabaran udah abis, dia yang balik nuding kamu sebagai orang yang bermasalah.
"Lihat, kamu yang emosian."
"Kamu yang berlebihan."
"Aku cuma bercanda, kenapa kamu marah?"
Padahal yang sebenarnya terjadi: kamu cuma manusia yang punya batas.
Ternyata kejahatan paling mengerikan adalahโฆ
Bertemu dengan manusia Reactive Abuse.
Kamu bakal dibikin salah karena reaksi kamu, atas perilaku dia yang udah bikin kesabaranmu habis..
Pernah baca utasan sendiri "Don't ask why you do something, but do something and you'll understand"
Meskipun terus dzikir "Ya Allah... Ya Allah... Ya Allah... "
Saya memang belum selesai dengan mental health saya... Tapi jika saya ditekan terus menerus, bukanlah kesembuhan yang saya dapat, tapi rasa sakit yang memperburuk keadaan saya....
Anak adalah peniru yang handal untuk semua yang dilakukan orang tuanya... Lalu, jika anak meniru kesalahan orang tua, apakah anak pantas dimarahi dan disalahkan oleh orang tuanya?
Dia baik saat kamu memperlakukannya dengan penuh kebaikan... Namun dia akan menjengkelkan saat kamu perlakukan dengan perasaan jengkel dan amarah...
Bahkan sejak dia hidup didalam rahim ibunya...
So, kalo sudah punya, jangan disia-siakan.. Dia hanya korban yang tidak tahu ulahmu sebelum dia lahir... Dia tidak tahu apapun dan dia tidak salah apapun...
Punya anak itu bukan cuma bikin-jadi... Tapi diperlukan kesiapan ekonomi, kesiapan mental, kesiapan hati, dan kesiapan kesiapan yang lain... Dan mendidik anak itu bukan waktu yang singkat, tapi seumur hidup kita dan anak itu... Never end...
Guys, kalo ngga siap punya anak, jangan punya anak dulu! Ngga usah aneh2 tryal tryal berhadiah... Karena kalo sampai benih itu jadi dan tumbuh jadi bayi, yang jadi korban itu bukan kamu, tapi si bayi, anakmu itu... Korban atas keegoisanmu
Dalam mendidik, jangan sampai kita lupa untuk mengajarkan: 1. Prioritas; 2. Menghargai; 3. Bertenggang rasa; 4. Introspeksi; 5. Bertanggung jawab.
Mungkin sederhana, tapi perlu dilatih agar menjadi manusia yang dapat memanusiakan manusia