Hmmm.. jangan gini ya guys🙏
Minimal gini:
Dengan hormat, saya menyampaikan pengunduran diri saya dari posisi [jabatan] di [nama perusahaan], efektif per [tanggal]. Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan pengalaman berharga yang telah diberikan selama saya bertugas di sini.
Atau gini deh:
Melalui surat ini, saya dengan hormat mengajukan pengunduran diri dari jabatan [jabatan] terhitung mulai [tanggal]. Saya sangat menghargai dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh perusahaan, dan berharap dapat menjaga hubungan baik ke depannya.
Seenggaknya, minimal ada 3 elemen ini:
- pernyataan mundur
- tanggal efektif
- ucapan terima kasih.
Tinggal sesuaikan nama, jabatan, dan tanggalnya.
Di-save aja��🙏
STROKE di umur 29 tahun.
Gak minum alkohol.
Gak merokok.
Gym 3 kali seminggu.
Tapi SATU kebiasaan diam-diam yang tiap hari lagi ngerusak otak sama jantungnya.
Pak, Indonesia itu butuh 9.000 ton paracetamol setiap tahun.
Sembilan ribu ton, pak.
Itu angka dari Kementerian Kesehatan.
Paracetamol yang harganya 2.000 rupiah di warung sebelah, adalah obat paling banyak dikonsumsi di negara kita.
Pusing? Paracetamol.
Demam? Paracetamol.
Pegal habis kerja? Paracetamol.
Gak enak badan tapi gak tahu kenapa? Paracetamol juga.
Dan kita gak pernah nganggep itu aneh. Sampai aku baca satu hal yang bikin aku "beneran ini?"
Senior gue di kantor selalu dateng jam 7 pagi. Sebelum semua orang
Tasnya rapi. Mejanya bersih. Kalau briefing, dia paling detail. Paling siap
Gue kira itu karena dia ambisius. Ternyata bukan .....
Heboh !
Punyaku jadi sempit kayak perawan lagi habis melahirkan ujar si ibu dgn santainya .....😱
1 tahun sang suami tak di kasih jatah
Si istri langsung kena semprot bidan 😆
Jantan ke jantan:
Jangan nikahi wanita yang terluka, sosialita, dan feminis modern.
Pria sanggup melakukan apa saja;
menjalani profesi, berdagang, banting tulang, merampok, bandar narkoba, sampai membelah gunung sendirian.
—tapi tidak sanggup menemui istri pengomel.
Penjara paling buruk yang pernah ada adalah rumah tanpa kedamaian.
3 Mantra Hidup :
1. Let Them (Biarkan Mereka)
Berhenti mengontrol tindakan orang lain. Ketenanganmu terlalu mahal utk itu.
2. It Will Pass (Ini Akan Berlalu)
Kecewa, rasa sakit, lelahmu hari ini tidak abadi, ini hanya tamu sementara.
3. Time Will Tell (Waktu Akan Menjawab)
Kamu tidak harus paham semua alasan dibalik takdir yg patah hari ini. Letakkan dlu kepalamu yg bising, biarkan waktu yg bekerja merapikan apa yg blm sempat kamu mengerti.
Temen gw dokter anak. 11 tahun praktek. Ratusan pasien dari bayi sampai remaja.
Gw ngeluh pas ngopi: "Anak gw manja banget. Minta gendong terus. Turun bentar, naik lagi. Turun bentar, naik lagi. Bahu gw remuk."
Dia ketawa. "Berapa bulan anaknya?"
"14 bulan."
"Itu bukan manja. Itu namanya SECURE BASE BEHAVIOR. Dan kalau lo tolak terus, lo lagi bikin kerusakan yang gak keliatan di otaknya."
Gw naruh kopi. "Kerusakan?"
Kata managerku yang dulu gini:
“kamu jangan cuma belajar jadi orang pinter, belajar juga jadi orang yang kalau dikasih kerjaan, bisa bikin orang lain bisa tidur tenang”.
setuju. at some point value kita bukan lagi soal skill doang, tapi seberapa jauh orang bisa lean on you tanpa rasa khawatir
real. jadi orang yang “safe hands” itu lebih penting daripada cuma jadi orang yang “smart mind”
ternyata bener ya trauma tuh kayak lu mengalami accident, gak mati, tapi cacat seumur hidup.
“time will heal, time never heals its just adapt the pain”.
@priewty The brain will do whatever it takes to survive, sometimes the result may not be the best, but it survives. I hope the future will be better and better.
Di jaman sekarang ini yuk normalisasi sering baca 7 surah istimewa ini :
1. Al-Waqiah : “pembuka pintu rezeki”
2. Ar-Rahman : “melembutkan hati”
3. Yasin : “mempermudah segala urusan”
4. Al-Mulk : “selamat dari siksa kubur”
5. Al-Kahfi : “terhindar dari fitnah dajjal”
6. Luqman : “diberikan 10 kebaikan”
7. As Sajadah : “penolong di hari kiamat”
Raditya Dika : "Kenapa laki-laki jarang cerita kalau ada masalah?"
dr. Aisyah Dahlan : "Karena dia mikirkan dulu.
Menganalisa dulu.
Cari solusi dulu.
Baru cerita."
Raditya Dika : "Makanya kalau ditanya kenapa, jawabnya sering cuma 'gak apa-apa'?"
dr. Aisyah Dahlan : "Iya."
Laki-laki, emang gitu ya? 🤔
Menurut dr. Aisyah, banyak laki-laki tidak langsung bercerita saat ada masalah.
Bukan karena tidak percaya pada pasangannya
Bukan juga karena tidak peduli.
Tapi karena mereka cenderung ingin memikirkan semuanya sendiri terlebih dahulu.
Mereka mengumpulkan informasi.
Mencari solusi.
Menyusun rencana.
Baru setelah itu siap untuk bercerita.
Sementara banyak perempuan justru merasa lebih lega setelah mengeluarkan isi pikirannya.
Makanya sering terjadi salah paham.
Perempuan merasa diabaikan.
Laki-laki merasa sedang menyelesaikan masalah.
Padahal keduanya sama-sama sedang berusaha
menghadapi masalah dengan cara yang berbeda.
Kalian kalau lagi ada masalah, tim langsung cerita atau tim diam dulu?
from; hallolalalah threads