Bahkan namamu saja aku tidak tau menau. Barangkali nama yang kau pakai ketika berkenalan denganku adalah nama orang lain yang sengaja kau pakai. Semuanya palsu
Aku membencimu. Sangat membencimu. Tapi jauh dilubuk hatiku aku terus mengkhawatirkanmu. Aku tidak berharap dapat hidup bersamamu. Sekali lagi sama sekali aku sudah tidak mengharapkanmu. Tapi sejahat jahatnya dirimu kamu tetap punya ruang di hidupku. Aku kangen mas
3 jam duduk diatas sajadah yang kau berikan tempo hari. Ku cari Tuhan yang membuatmu menderita, ku panggil Tuhan yang mematahkan harapan kita, ku pinta Tuhan yang saat ini sedang mengujimu berkali kali.
Aku sudah tidak mengharapkannya, aku juga sudah mengikhlaskan takdir bahwa dia tak akan jadi milikku, aku sudah melepasnya. Tapi mengapa masih kau beri dia ujian yang berat Tuhan? Apakah tdk cukup dengan takdirnya yang sulit itu? Dia begitu lemah Tuhan. Dia begitu lemah.
Katanya tidak ada cinta yang tulus didunia ini.
Lantas banyak luka yang di alami seseorang, lantas ribuan maaf, lantas waktu yang dikorbankan? Apakah tidak ternilai ketulusan
Padahal tidak mengharap imbalan