@elpelahap bobotoh dan mahasiswa itb tidak berhak digeneralisir, segelintir dari keduanya ada salah. jangan sampai ini menjadi “hasty generalization” cacat logika dimana suatu kesimpulan diambil dari sampel yang tidak mewakili data sebenarnya.
@elpelahap saya mau ngingetin aja nder, itu cuitan yang di itb bikin mahasiswa itb ga nyaman dan takut, jadi bisa jadi kata-kata mereka itu keluar dari emosi, bukan dari akal budi mereka. mau mahasiswa itb, ui, atau manapun itu pasti ada kalanya mereka salah kata. coba dipahami seperti itu.
@elpelahap saya salut analisisnya mendalam dan menyebut beberapa cacat logika, tapi saya gamau aja sendernya ga melihat kesalahan aa yang ngetwit karena bias terhadap Bobotoh (saya ga bilang siapa yang salah, disini dua pihak ada porsi kesalahan masing-masing) dengan justifikasi tertentu.
@elpelahap dari post sender juga kesannya dari replies ini, bukti bahwa sistem itb itu terkesan bobrok total dan mahasiswanya terhina. memang itb dan mahasiswanya tidak sempurna, tapi masa karena segelintir ini mau dipukul rata? bahkan sampe didatengin kampusnya?
@elpelahap oke deh si aa yang ke kampus itu ga bermaksud jahat, tapi dengan foto orang ga dikenal dan “terkesan” diam-diam itu bisa membuat orang yang liat cuitannya salah paham. bukan berarti yang di replies itu bener, ya. tapi ini bisa buat kita paham kenapa mereka berkata seperti itu.
makin seneng dah pemerintah ada kambing hitam buat diarahin kemarahan masyarakat bandung. sama aja kaya waktu 1998 kemarahan malah ngarah ke masyarakat Tionghoa cuma karena segelintir pengusaha Tionghoa yang jadi kroni-kroni Soeharto
Kalo barudaks ITB mau perang kelas sama barudaks bobotoh, kuylah. Diladangan ku barudaks.
Rek perang teori, kuy atuh. Kadieu. Ngobrol jeung kami-kami anying.
masih banyak yang perlu dibenahi di bandung, konvoi kemarin itu gejala pemerintahan yang buruk. daripada nyari mahasiswa yang kata kalian “cupu” itu mending nyari pejabat kalian, suruh benerin transum, ekonomi, tata kota. apa kek yang beneran penting dan ngaruh ke hidup kalian
orang bandung tuh sadar gasih mereka lg diketawain sama pemerintah kota/daerah? harusnya energi kalian dipake buat gerakin pemkot/pemda kalian. mereka seneng rakyatnya berantem jadi mereka bisa lanjut nikmatin gaji buta. giliran ngurusin bocah-bocah ingusan aja serem banget.
Bobotoh persib ditumbalin sama pemkot buat jadi samsak warga yang terdampak dari kemacetan akibat dari ketidakbecusan pemkot memberikan ruang publik dan transum yang layak.
Konflik horizontal ini adalah by design.
oke deh emang rasis itu salah dan gabisa dibiarin, tapi kan tinggal dilaporin ke kampusnya beres kan? coba kalo pemerintahnya ga becus, mau ngelapor ke siapa? cuma kalian yang bisa nyadarin orang orang pemerintah biar kerja, biar kalian bisa konvoi ga ganggu orang dan teratur.
@Selpunca@Nutblupkh@itbfess_x liat dari kasus andrie yunus aja, gimana orang ga takut lawan kebijakan yang salah? itb juga udah usaha, mereka sempet demo trus didatengin tni jaman orba, kegiatan kampus diawasin, gerak-gerik mahasiswa diberangus. kaya gitu dibilang cupu? emang situ seberani apa sih?
to be completely honest, laws of warfare such as the Geneva Convention is nigh-impossible to apply in asymmetric warfare. especially if you’re the ones doing counter-insurgency.
>paint yourself in blackface
>sneak over an unsecured border
>shoot up a refugee camp
>most legitimate Rhodesian "win"
https://t.co/x9ogcHfgwT
@itbfess_x sikap dari dosennya yang paling menjengkelkan. sangat disayangkan mengingat saya memiliki ekspektasi lebih terkait profesionalisme dosen di ITB. dan setelah MENGALAMI secara langsung kelakuan dosen OR, rasanya ga pantes aja perilaku seperti itu ada di ITB.
@agusoner92@odydc ada hubungannya itu, “dua” itu dari bahasa Sanskerta “dva” yang berasal dari PIE (Proto Indo European), dimana bahasa Inggris berasal dari PIE juga.
Jadi bisa disimpulkan “dua” dan “two” itu cognate
@itbfess_x Ditakutkan kalau membela keadilan para korban dilakukan dengan cara yang kurang baik, malah orang-orang menjadi enggan dan risih untuk mendukung para korban.
@itbfess_x mohon maaf saya disini ga bermaksud membela para pelaku KS, saya mengecam segala tindakan baik KS ataupun perbuatan yang melanggar norma & etika. Namun pernyataan “guilty until proven innocent” sudah melanggar hukum yang berlaku di Indonesia.
@itbfess_x saya paham concern teman-teman, saya juga tau pentingnya menenangkan dan merangkul para korban kekerasan (baik seksual maupun tidak), tapi perlu ditekankan bahwa membela kebaikan perlu cara yang baik pula.
@itbfess_x Pasal 8 ayat (1) UU No. 48 Tahun 2009 menegaskan asas praduga tak bersalah yaitu setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau dihadapkan di depan pengadilan wajib dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan pengadilan. Berlawanan dengan pernyataan di post ini.