@PramonoUtan Ustadz sekarang memilih jalan utk cepat terkenal dgn cara menyebar kebencian, fitnah dan nyebar hoax. Dan kebenaran di republik ini para penyebar hoax banyak followernya
"I was at home with my grandmother. They said they would kill her if I didn’t go with them.”
Fatima’s childhood was taken away from her when she was 13. This is how UNICEF and her community is helping her get it back.
#ENDviolence
https://t.co/BUl8dkUKkU
@perludem Seharusnya tim hukum pemohon sdh fixed utk menentukan siapa saksi dan ahli. Dgn ditariknya saksi yg sdh disumpah oleh pemohon menandakan bahwa pemohon tdk siap menampilkan saksi dan ahli
@VIVAcoid Kan sdh ada klarifikasi dari polri. Polri akan memonitor suatu WG apabila sdh ada indikasi adanya percakapan atau chat yg kontennya berisi hoax dan ujaran kebencian.
https://t.co/5hpFH49Quo karena sekolah bukan cuma soal deretan angka, bukan soal seragam, tapi membuat orang paham dgn eko-sistem & lingkungan sosialnya, menemukan solusi kreatif atas masalah dgn menghadapinya, bukan menghindarinya
@tempometro@tempodotco Benarkah dia mengundurkan diri krn kapasitas dia tak sesuai lingkup jabatan. Apakah ini tdk ada kaitannya dgn isu soal IMB di pulau reklamasi yg menimbulkan polemik saat ini....
Ayah Naen sok tau, ngegas tp salah.
Dari nama 7 hari Arab:
5 berasal dari Yahudi. Dari Hebrew yg diserap ke Arab:
Yom shni (hari senin)
shlishi
ravi’i
khamishi
sabat.
1 berasal dari Arab pra Islam: Ahad.
Yg betul2 berasal dari Islam cuma satu: jumat.
@rickydp19 @AwanAwanoren @dikawakid@na_dirs Jadi yg jadi masalah ialah " merasa paling benar " ini yg sering jadi konflik fisik ditataran horizontal. Padahal filosofinya perbedaan itu ialah utk mencari titik temu diantara perbedaan yg ada itu. Bukan saling menyalahkan atau merendahkan.
@rickydp19@dikawakid@na_dirs Mazhab itu ada krn tentu ada musababnya. Tp yg saya ingin tekankan disini adalah bahwa perbedaan itu ada karena kehendak Allah. Yg jd masalah ialah disaat orang tdk sadar bahwa perbedaan itu dimaksud utk kesempurnaan atas kekurangan kita. Perbedaan sesungguhnya adalah anugrah
@amrudinnejad_ Anaknya saja yg boleh kembali ke Indonesia sdgkan ortunya biarkan sj. Ini konsekuensi perbuatan hrs menerima apapun akibatnya.
Knp harus anaknya ? Krn anaknya tdk salah dia jd korban perbuatan ortunya