Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKB, Mafirion, mengecam aksi Kepala Lapas (Kalapas) Enemawira, Chandra Sudarto, yang diduga memaksa narapidana muslim untuk memakan daging anjing.
Menurut dia, tindakan Kalapas Enemawira merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia serta kebebasan beragama. Mafirion pun meminta kepada Menteri Imipas Agus Andrianto agar mencopot dan memproses hukum Kalapas tersebut.
"Tindakan Kepala Lapas memaksa warga binaan muslim mengkonsumsi makanan yang jelas dilarang dalam ajaran Islam, bukan hanya tindakan tidak pantas, tetapi juga pelanggaran hukum dan HAM. Negara wajib melindungi hak beragama siapa pun, termasuk warga binaan. Copot dan proses secara hukum," kata Mafirion dikutip dari situs resmi DPR, Sabtu (29/11).
Mafirion menegaskan, tindakan diskriminatif semacam yang dilakukan Kalapas tersebut bisa dijerat dengan sejumlah pasal di KUHP. Mulai dari penistaan agama, pengancaman, hingga penganiayaan.
"Aturan dalam KUHP secara tegas menyebutkan bahwa perbuatan menghina atau merendahkan agama dapat dipidana maksimal hingga 5 tahun," ungkapnya.
Aksi kalapas tersebut juga dinilai telah melanggar UU HAM terkait kebebasan beragama.
"Tindakan kalapas ini pelanggaran terhadap martabat manusia karena memaksa seseorang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan moral dan religiusnya. Kita tidak bisa membiarkan seorang warga negara diperlakukan seperti ini. Walaupun dia seorang warga binaan, tapi dia masih memiliki hak asasi manusia yang harus tetap dilindungi," ucap Mafirion.
"Jangan mentang-mentang dia warga binaan, maka kalapas bisa sewenang-wenang melakukan pelanggaran. Jangan toleransi terhadap hal-hal seperti ini," sambungnya. (Kumparan)
Baca berita selengkapnya di https://t.co/3eLjmvRXEX
Follow us :
@arrahmahdotid
@arrahmah_id
🔗Telegram : https://t.co/HTOpCeHTqE | https://t.co/quhoUlCVmZ
🔗Twitter: https://t.co/bPGZSp01GM
🔗 WhatsApp Channel: https://t.co/XOkkfEnO6x
🔗 Tiktok : https://t.co/JtHprKT8me
🔗 Youtube : https://t.co/eDZHvrAL9C
https://t.co/3eLjmvRXEX
https://t.co/PiuGY1coig
Raih amal shalih, sebarkan!
Thank you, Ambassador Hodan, for this uplifting message. I have, at University of Calgary, two PhD students and two colleagues, all Chinese, who are so impressed with you that you may get a visit from some of us next year in China. Last night we took a visiting Chinese-Canadian top researcher for dinner. I showed him your work and a video of you speaking in flawless Mandarin. He was so impressed that he thought you were born in China.
You utilized your knowledge and language skills to make Somalia a worthwhile partner for China and visa versa.
Thank you.