Ditengah masyarakat yang haus akan rasa kadilan, putusan hakim untuk Nadiem menambah beban moral dan rasa tidak percaya pada lembaga Peradilan‼️Bebas dari dakwaan primer, namun secara kontradiktif dinyatakan bersalah dan menghukumnya selama 10 tahun penjara dalam dakwaan subsider adalah sebuah Anomali. Dan keputusan hakim untuk Nadiem saat ini akan terlihat salah dan keliru nsnti dimasa depan, masa depan yang mengujinya, seperti yang di jelaskan bung Rocky Gerung.
Kenapa putusan hakim untuk Nadiem dinilai sarat kejanggalan⁉️karena unsur merugikan negara dalam dakwaan tidak terpenuhi. Unsur "merugikan keuangan negara" merupakan elemen esensial yang harus dibuktikan secara nyata, bukan sekadar potensi atau perkiraan, yang berarti kerugian tersebut harus benar-benar terjadi dan dihitung secara pasti oleh lembaga berwenang seperti BPK dan harus ada hubungan kausalitas nyata antara perbuatan melawan hukum yang dilakukan Nadiem dengan kerugian tersebut. Dalam persidangan Nadiem sama sekali tidak terbukti ❌
Skandal pengaman hukum besar oleh Febri Adriansyah dan jaringannya dengan dugaan tipikor dan TPPU.
Skenarionya memberi perlindungan hukum, pengurangan aset yang akan di sita hinggal pembatalan status tersangka. Tidak main-main sasaran mega korporasi yang bermasalah hukum, seperti kasus tata kelola batu bara, PT Asabri, dan PT Krakatau Steel.
Rapi jaringan mafia hukum ini beroperasi sebelumnya hingga terbongkar dalam penggeledahan danpenangkapand Febri Adriansyah. Kasus ini memperjelas adanya operasi transaksi jual beli hukum oleh oknum kejaksaan. Tentu bukan aksi solo melainkan jaringan mafia besar lama dan kuat, BONGKAR & reformasi total Kejaksaan‼️
Bahwa apa yang disampaikan bung Rocky ini memang sangat dimungkinkan terjadi. Falibiliti dalam sebuah keputusan hakim bisa saja ada untuk salah (keliru). Dalam konteks hukum, konsep ini menekankan bahwa keputusan hakim bukanlah kebenaran mutlak, melainkan yang selalu terbuka untuk dikoreksi dan direvisi dengan berbagai upaya hukum lainnya.
Apalagi untuk kasus Nadiem yang sarat dengan kejanggalan dari putusan hakim, Jadi keputusan keliru itu jelas sangat terasa terlihat‼️
Gila bener Kejaksaan saat ini lagi dihantam keras terbongkarnya kebusukan salah satu anak emasnya, Febri Adriansyah. Hukum yang seharusnya ditegakkan tanpa pandang bulu malah dijadikan komoditas transaksi ❌. Cara main mengincar Mega korporasi yang dicium ada indikasi kasus korupsi. Menawarkan perlindungan hukum bagi calon tersangka hingga melepas status tersangka, menawarkan kelonggaran hukum dan pengurangan aset yang bakal disita, bahkan mengupayakan kasusnya tidak naik ke Pengadilan.
Apakah kasus Febri ini hanya gebrakan aja dan bakal jadi angin lalu ⁉️ kuncinya harus ada transparansi dan blak blak-an dalam setiap prosesnya ‼️
Nadiem melakukan hal yang sama dengan menteri-menteri sebelumnya, mengeluarkan Permendikbud yang serupa, tapi nampaknya hanya Nadiem yang mendapat kriminalisasi.
Tapi ingat ya hukum tidak dibangun di atas asumsi tapi kepastian hukum, seperti dalam dakwaan Nadiem pasal 603 dan 604 semua unsur harus terpenuhi semua, secara kumulatif agar seseorang dapat dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi tersebut. Dan jika ada satu saja unsur yang tidak terpenuhi atau gagal dibuktikan oleh jaksa penuntut umum, maka terdakwa harus dibebaskan. Tapi apa yang terjadi dalam persidangan Nadiem⁉️ Hakim mengabaikan aturan tersebut, fakta persidangan di ingkari dan terjadilah manipulasi yang melahirkan putusan diluar akal sehat, yang seharusnya tidak bisa dikenakan ke Nadiem karena unsur-unsur pasal dalam dakwaan tidak terbukti
Berat banget perjuangan mencari keadilan untuk Nadiem. Dimana sebelumnya dipermainkan oleh Jaksa dan Hakim dalam persidangan yang sangat pincang bahkan terabaikan hak2nya hingga akhirnya keluar jadwal Sidang Banding Nadiem, tanggal 5 Agustus. Zaid Mushafi (Kuasa Hukum) mengatakan pihaknya meminta majelis hakim tingkat banding membuka seluruh fakta yang belum terungkap dalam persidangan sebelumnya. Termasuk menghadirkan surat jaminan dari vendor maupun principal yang menyatakan Chromebook yang dijual tidak lebih mahal dari harga pasar, dimana dalam sidang kemarin ditolak Hakim dan tidak masuk dalam pertimbangan Hakim.
𝙎𝙞𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙣𝙙𝙞𝙣𝙜 5 𝘼𝙜𝙪𝙨𝙩𝙪𝙨 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙙𝙞𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙪𝙠𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙪𝙢𝙪𝙢, 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙨𝙮𝙖𝙧𝙖𝙠𝙖𝙩 𝙡𝙪𝙖𝙨 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙞𝙠𝙪𝙩 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙖𝙠𝙨𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙞𝙙𝙖𝙣𝙜.
𝙆𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙠𝙚𝙖𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙉𝙖𝙙𝙞𝙚𝙢
kelihatan gak pernah sekolah si Agustinus ni, membedakan Mens Rea saja gak becus ❗🤣.
akhirnya ya kena doxing Bro Rocky Gerung. agustinus ini keknya bencinya ke Nadiem Makarim uda mendara daging, nalarnya uda mati karena kebencian.
Negara lagi gencar gencarnya kejar pajak, tapi buat gaji Para Jaksa yang korup 🙈🙈🙈.
Ingat guys, duit kalian disimpen Febri Adriansyah 𝙅𝙀𝙈𝘽𝙐𝙏𝙎𝙐𝙎 di brankas..
nasib nasib
Para pakar soroti vonis Nadiem Makarim, 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙡𝙖𝙞 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙝𝙖𝙠𝙞𝙢 𝙠𝙚𝙡𝙞𝙧𝙪 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙝𝙖𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙨 𝙧𝙚𝙖 𝙟𝙖𝙠𝙨𝙖.
Ya gimana lagi, Nadiem Makarim sejak awal sudah menjadi target utama, fakta persidangan pun diabaikan 4 binatang buas jahat ini.
jalan satu satunya 𝙃𝘼𝙍𝙐𝙎 ��𝙄𝙏𝘼 𝙇𝘼𝙒𝘼𝙉 𝙎𝘼𝙈𝙋𝘼𝙄 𝙈𝙀𝙉𝘼𝙉𝙂, Toh Jembutsus yang mengkriminalisasi NAM teranyata mafia kasus..
Publik dibuat kaget skandal mega korupsi dan TPPU terbesar ternyata pelakunya jembutsus Febrie Adriansyah ‼️
Bak hantaman keras bagi integritas penegakan hukum di Indonesia. Kejaksaan yang harusnya menjadi eksekutor bagi pelaku koruptor malah jadi pelindung sekaligus pelaku maksiat kotor korupsi terbesar. Oleh mereka penegakan hukum dijadikan komoditas transaksi. Yang mau bayar kami loloskan kami lindungi yang nolak bayar kami, akan kami hajar hukuman setinggi tingginya. Jelaskan kenapa banyak kasus korupsi serasa jauh dari keadilan??? Karena tergantung transaksinya ⁉️
Tidak mungkin Febri beraksi sendiri,jelas libatkan jaringan besar.
Tidak bisa tidak reformasi total di tubuh Kejaksaan Agung sudah tidak bisa ditunda lagi‼️
Soal pembentukan Grup WA seperti yang didakwa JPU, Hakim Andi Saputra berpendapat "𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙩𝙖 ���𝙞𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙣𝙞𝙖𝙩 𝙟𝙖𝙝𝙖𝙩 ". Menurutnya, grup tersebut hanya sebatas tempat membahas rencana kebijakan yang lumrah dilakukan oleh calon pejabat. Pointnya 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙙𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙩𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙞𝙣𝙩𝙖𝙝 𝙉𝙖𝙙𝙞𝙚𝙢 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙗𝙖𝙬𝙖𝙝𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙣𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙞𝙙𝙖𝙣𝙖 𝙠𝙤𝙧𝙪𝙥𝙨𝙞 dan ini melemahkan dakwaan tentang kesepakatan jahat.
Wihhh parah ini orang kok bisa bisanya jadi direktur penyidikan, merumuskan mens rea aja ga paham asal banget kalo ngomong. Kok bisa mens rea tidak harus dibuktikan, mens rea (niat jahat atau sikap batin pelaku) wajib dibuktikan di pengadilan untuk menjatuhkan pidana.
Ya seperti inilah wajah penegak hukum kita, makanya banyak kasus yang diselesaikan sembarangan dan tidak adil. Jaksa suka main asal asumsi abaikan fakta persidangan hasilnya kriminalisasi seperti yang dialami Nadiem. Jauh dari keadilan hukum ‼️
𝙋𝙚𝙧𝙖𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙨𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙥𝙤𝙩𝙚𝙣𝙨𝙞 𝙢𝙚𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙧𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝, 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙉𝙖𝙙𝙞𝙚𝙢‼️
Kenapa sesat ⁉️
Karena banyak manipulasi fakta persidangan dalam putusan pengadilan dan berakibat sangat fatal karena mencederai keadilan, merusak supremasi hukum.
Langkah yang tepat dilakukan oleh Kuasa Hukum Nadiem dengan melawan lewat Banding, juga melaporkan ke 4 Hakim yang memimpin persidangan ke KY.
Ini padahal sudah sangat jelas bung Rocky Gerung menjelaskan soal mens rea itu harus ada dan dibuktikan untuk menghukum orang‼️Apalagi nih pengamat dengung banget ya membenarkan putusan hakim yang menggunakan korelasi temporal, 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙥𝙪𝙩𝙪𝙨𝙖�� 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙠𝙤𝙧𝙚𝙡𝙖𝙨𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙤𝙧𝙖𝙡 𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙗𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖, 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙗𝙖𝙗𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙤𝙜𝙞𝙠𝙖 𝙨𝙚𝙨𝙖𝙩.
𝘼𝙥𝙖 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖𝙣𝙮𝙖 ⁉️
Bisa akibatkan Hakim menghukum orang tak bersalah akibat kebetulan waktu, seperti menyimpulkan kebijakan publik sebagai korupsi hanya karena keuntungan pihak tertentu terjadi pasca-aturan disahkan (seperti yang diulang2 ama ni orang).
Ujung-ujunganya seperti pada putusan Nadiem, hakim menghukum berdasarkan asumsi atau mengabaikan fakta persidangan‼️
Dasar Pulu
Bagaimana bisa majelis hakim yang memimpin suatu persidangan jelas sekali melakukan pelanggaran etik, bahkan banyak melakukan manipulasi fakta persidangan, dan parahnya itu masuk dalam pertimbangan putusan hakim. Kita kawal laporan dari tim Kuasa Hukum Nadiem untuk ke 4 Hakim ke KY agar diproses secara tegas demi tegaknya keadilan hukum‼️
Menyeramkan sekaligus menjijikkan, yang seharusnya menjadi musuh bagi para koruptor malah jadi pelindung koruptor‼️
Cara main dan incarannyapun kelas Kakap kasus-kasus mega korupsi. Melindungi aset koruptor hingga menghalangi kasusnya naik ke pengadilan, 𝙂𝙄𝙇𝘼 ‼️mainnya bersih banget selama ini hingga publik dikagetkan saat terbongkar ‼️tapi ini tantangan buat negara mampukah membongkar semua karena dugaan praktek ini sudah berakar dalam institusi Kejaksaan Bongkar semua kebusukan yang jadikan hukum hanya sebuah transaksi dibawah meja ‼️