🚨HAMPIR KENA PHISING EMAIL DARI X 🚨
Di pagi yang cerah ini, gw dapet email "Case Update: Status Notification" yang ngaku dari X. Katanya akun gw kena "flag pelanggaran hak cipta", di suruh buru-buru appeal (?) Nama sama foto gw kepasang biar keliatan asli padahal itu scam!
Tanda-tanda fake-nya:
- Sender [email protected]. Bukan domain X.
- Wording-nya template yang sering di pake: "preliminary check", "restricted media".
- Nama + foto diambil dari profil publik biar berasa personal. Padahal disebar massal (?)
- Sudutnya selalu "pelanggaran" biar lo panik dan langsung klik appeal.
Yang gw lakukan pas dapet email ini, tentu gak langsung klik Appeal dong, gini urutan nya:
- Jangan klik link apa pun. "Appeal", "Learn more", semua yang tombol hyperlink pasti ngarah ke login X palsu yang nyolong password akun kita.
- Buka X manual. Ketik di web atau buka app-nya, jangan lewat email! Cek notifikasi + profil. Biasanya nggak ada peringatan apa-apa.
- Kalau yakin aman, report email-nya as a phishing, terus hapus. Jangan reply, jangan forward.
- Ganti password (INI PENTING!)
- Nyalain 2FA: Settings > Security and account access > Security > Two-factor authentication.
- Kalau tadi terlanjur masukin password: logout semua sesi di Settings > Security and account access > Apps and sessions.
Scam ini cuma jalan kalau kita buru-buru. Memang Nikita lagi hobi banget nge-pause akun banyak orang, tapi tetep kita harus re-check more deeper buat tau ini email langsung dari X atau bukan.
Stay safe!
Punya SHM ga menjamin rumahmu aman
Jadi ada pasangan suami istri Suryadi dan Sri Marwini, mereka kalah sengketa di pengadilan dan dipaksa ngosongin rumah, padahal pegang SHM.
kronologinya:
- 2013 Suryadi beli rumah dari Subarno di Laweyan, Solo. Sebelum beli udah dicek ke notaris dan BPN, dikonfirmasi kalo ga ada masalah sama rumahnya.
- Setelah AJB, Suryadi lanjut balik nama ke BPN, dari BPN ngecek lagi dan konfirm ga ada masalah, setelah balik nama selesai dengan lancar, keluarga Suryadi nempatin rumah itu di 2014.
- Selang 6 bulan setelah dihuni, ada pihak bernama SWT yang datang dan klaim kalo rumah itu punya dia, si SWT juga nunjukin SHM yang udah terbit lebih dulu sebelum SHM punya Suryadi.
- SWT gugat Suryadi ke PTUN, Suryadi kalah dan SWT ngajuin eksekusi, Suryadi terpaksa ninggalin rumah dan SHMnya dibatalin.
- Kemungkinan SWT beli rumah dari Subarno (pemilik pertama) dan ga langsung balik nama, Subarno bikin SHM baru dan jual ke Suryadi.
Belum lama, kasus mafia tanah dengan modus sama juga terjadi di Tambun Selatan, Bekasi, 27 bidang tanah di Cluster Setia Mekar sampe dieksekusi padahal punya SHM.
Kira2 gimana ya cara ngehindarin modus mafia tanah kayak gini?
ICW telah melaporkan dugaan korupsi pengadaan jasa sertifikasi halal tahun anggaran 2025 yang dilakukan oleh BGN berpotensi merugikan keuangan negara sekita Rp49,5 miliar.
#MBG#Korupsi#BGN
https://t.co/MCL1JlpOL3
Please don't do this!!
It’s all fun and games until you realize you just uploaded a high-resolution biometric map of your hand to a third-party server.
Unlike passwords, you can’t change your palm lines or fingerprints if they get leaked or used to train unauthorized authentication systems.
This means your unique physical traits could become key to biometric spoofing. Someone might use them to bypass lock screens, approve fraudulent payments, or break into places that use hand-geometry scanners.
Your biometric data is what you’re really giving up.
#PrivacyMatters
Buat UU IKN, pake uang negara tu. Dipaksa bangun, uang tmbh habis. Dulu bnyk pakar y kritik, dianggap nyinyir. Sekarang terbukti. Lalu smua pura2 lupa peringatan pakar. Uang semubazir itu jg terjadi dlm MBG & perjalanan luar negeri, kan? Trus ASNnya harus diam sj? Yaelah bro
Kawan2 yang tertarik belajar soal pemetaan dan visualisasi data geospasial, ini ada webinar gratis soal investigasi perubahan tutupan lahan.
Perubahan tutupan lahan merupakan salah satu indikator penting dalam perkembangan suatu wilayah. Dengan melihat perubahan tutupan lahan, kita bisa melihat bagaimana alih fungsi lahan di sebuah area berlangsung dari waktu ke waktu.
Dalam konteks lingkungan, tutupan lahan yang berubah bisa menunjukkan berkurangnya luas hutan di wilayah tertentu. Itulah kenapa, banyak jurnalis, peneliti, aktivis, dan berbagai pihak lain menaruh perhatian besar terhadap perubahan tutupan lahan.
Webinar ini akan menghadirkan jurnalis Harian Kompas, Albertus Krisna, sebagai pembicara. Krisna merupakan anggota tim Jurnalisme Data Harian Kompas yang terlibat dalam liputan tentang penyusutan hutan di Sumatera yang dipublikasikan pada Desember 2025. Liputan berjudul "Hutan Sumatera Lenyap" itu sempat viral di media sosial beberapa bulan lalu.
Silakan registrasi di sini: https://t.co/HLmej0E6Rh