Partai ini biadab!
Memaksa Kakek Lansia yang sakit berat Autoimun untuk jadi kendaraan politik. Menumpahkan segala tanggung jawab membesarkan partai kepada orang yang untuk berjalan saja tertatih-tatih, suara makin lemah, rambut makin habis.
Coba bayangkan: Sakit setahun penuh!
Dari skala waktu saja rakyat paling awam sekalipun pasti tahu pak Jokowi sakit berat sekali. Setahun sakit coba bayangkan. Mantan Presiden dengan fasilitas kesehatan VVVVVVIP!
Sebetulnya paling saya khawatirkan sejak sakit per 24 April 2025, lalu sekarang disebur sembuh, adalah karena dosis Steroid makin tinggi.
Tidak ada dalam patomekanisme Penyakit Autoimun, ada kesembuhan dengan ketergantungan pada steroid.
Kaesang sebagai anak, kejam sekali kepada Bapaknya. Dia jadikan Bapaknya sebagai Gajah yang dia tunggangi buat meraih kekuasaan.
Padahal gajah ini selain renta, sakit berat dengan ancaman kematian.
Saya yang dikriminalisasi pak Jokowi yang sudah ngebet ingin penjarakan saya, tidak tega melihat beliau .
Sementara Kader PSI, Buzzer, Termul, dengan tega menjadikan Gajah sakit ini, pak Jokowi ini, sebagai mesin ATM sekaligus eToll card untuk ke Senayan.
Sebagai Dokter, rasa sakit dan miris hati.
Ketika kami bertiga masih memilih menjadi manusia yang seBERANI-BERANInya.
Perjuangan memang berat dan melelahkan.
365 hari. 8.760 jam. 525.000 menit.
Tidak semua orang sanggup.
Rismon,
bagaimanapun kita sudah pernah berjuang sama-sama buat memutihkan hitamnya sejarah bangsa ini.
AKSI BERIKAN 1000 BUKU GIBRAN ENDGAME GRATIS KE TIAP ANGGOTA DPR DAN DPD. BERIKAN DUKUNGANMU! RAKYAT DESAK MEREKA BACA BUKU ITU UNTUK MAKZULKAN GIBRAN DALAM TEMPO SESINGKAT SINGKATNYA!
STOP MERUSAK HUTAN DAN MENEBANG POHON DI HUTAN.
Otak kita digiring ke sebuah anggapan bahwa bencana banjir dan longsor akibat pembalakan liar.
Padahal yg merusak hutan kita itu adalah pembalakan legal.
@yaniarsim Semangat dr. Tiffa cs,
Untuk P21, dari polda ke kejaksaan, itu hal yg kadang harus dikorek lebih jauh, P21 kadang tinggal loby2 antara JPU yg ditunjuk dg pengirim berkas, dan acap kali ada uang yang bersliweran.
Inkonsistensi Struktural 709 Dokumen Pendukung Ijazah Jokowi: Metasintesis Multilinier Berbasis Teorema Matematika”
Bagian 1
dr Tifauzia Tyassuma, https://t.co/IDuIvQSub4
Epidemiologi Perilaku, Neuroscience Behavior, Neuropolitika
Analisis Probabilistik Bayesian dengan Variabel Identifikasi Anatomi Morfologi.
Berikut adalah metasintesis awal yang saya kembangkan dengan menggunakan perbandingan dua kelompok foto dimana kelompok foto pertama saya sebut JKW 1 dan kelompok foto kedua JKW 2.
Untuk diketahui bahwa selama ini beredar di masyarakat pertanyaan apakah JKW 1 dan JKW 2 adalah orang yang sama.
Matematika sebagai Alatnya Allah SWT yang objektif dan bebas bias kita gunakan untuk membuktikan kesamaan atau perbedaan.
Saya menggunakan salah satu model Matematika yaitu Bayesian Theorema dengan pendekatan Ilmu Epidemiologi, Anatomi, Morfologi, Frenologi, dan Perilaku.
Sebagai Epidemiolog yang merupakan Matematikanya Ilmu Kedokteran, maka bidang hitung-menghitung adalah sebagian dari kompetensi saya.
Variabel yang saya hitung dalam serangkaian analisis yang secara serial akan saya tulis, dengan bagian pertama adalah Anatomi Morfologi, meliputi: 1).Bentuk Cranium atau bentuk kepala dengan cranial outline oval dan rectangural , 2) Proporsi wajah meliputi upper, mid, lower facial atau perbandingan bentuk wajah atas, tengah, bawah, 3) struktur rahang dan dagu, mandibula dan Menton, 4) Morfologi hidung, masalah bridge, tip, dan alat, 5) Pola rambut dan hairline atau temporal recession density. Kelimanya saya ubah menjadi angka dan saya masukkan dalam rumus matematika Bayesian.
Hasil nya dengan Likelihood Ratio (LR) dengan angka sebagai berikut:
Bentuk Kranium atau tulang kepala LR
Proporsi wajah tengah dan bawah
Struktur mandibula angle dan Menton atau rahang dan dagu
Morfologi hidung,
Hairline & pola rambut
Perbedaan temporal recession & density
P(A_5|H₁)=0.25,\quad P(A_5|H₀)=0.75
TOTAL LIKELIHOOD RATIO
Likelihood anatomi–morfologi:
P(E'|H₁)=0.0054\times0.0043=0.0000232
P(E'|H₀)=0.0784\times0.1003=0.00786
POSTERIOR (BAYES’ THEOREM)
P(H₁|E')=\frac{P(E'|H₁)P(H₁)}{P(E'|H₁)P(H₁)+P(E'|H₀)P(H₀)}
P(H₁|E')=\frac{0.0000232\times0.5}{(0.0000232\times0.5)+(0.00786\times0.5)} \approx 0.00294
HASIL AKHIR (POSTERIOR)
Persamaan JKW 1 dengan JKW 2
\boxed{P(H₁|E')\approx 0.29%}
Sebesar 0.29%
Perbedaan JKW 1 dengan JKW 2
\boxed{P(H₀|E')\approx 99.71%}
sebesar 99,71%
Note: Angka tersebut tidak untuk dijumlahkan.
Simpulan:
Posterior Bayesian berbasis indikator visual dan anatomi–morfologi menunjukkan probabilitas kesamaan antara JKW 1 dan JKW 2 pada kisaran sub-1%.
Probabilitas perbedaan antara JKW 1 dan JKW 2 pada kisaran 99,71%.
Bahasa sederhananya:
Foto-foto Jokowi versi rambut tebal, hidung mancung, rahang tirus, kacamata, dan kumis dengan foto-foto Jokowi versi rambut tipis, hidung tepes, tanpa kacamata dan tanpa kumis, adalah DUA ORANG YANG BERBEDA, dengan perbedaan sebesar 99,71%!
-----
Ilmu Bilangan atau Matematika adalah Ilmunya Allah sesuai dengan QS Al Qamar: 49
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan bilangan"
Nantikan Bagian 2.
Ketika saya diperiksa sebagai Tersangka di Polda Metro Jaya tanggal 13 November 2025, sebelum menjawab pertanyaan penyidik, saya memastikan, menurut penuturan Pemeriksaan juga, bahwa Ijazah Joko Widodo ada di Polda Metro Jaya.
Itu adalah Ijazah yang dinyatakan oleh Joko Widodo sendiri, di tanggal 25 Juli 2025 ketika ybs diperiksa oleh Polda Metro Jaya di Solo, dengan dengan alasan sakit
Bahwa Polda Metro Jaya telah menyita Ijazahnya dan dibawa ke Polda Metro Jaya hari itu juga.
Lalu sekarang dia katakan mau bawa Ijazahnya ketika di pengadilan.
Ijazah bikinan mana lagi yang mau dibawa? Pasar Pramuka? Pasar Terban? Atau pasar yang lain?