gaisss lewat postingannya 50 menit lalu, Tiyo (Eks Ketua BEM UGM) bilang kalo dia nemuin alat pelacak di kendaraan yg ia gunakan 😭😭😭😭😭 ini rezim apa sih??? anak muda yg kritis dan peduli sama perbaikan bangsa kok kalian musuhi. jijik kali memang cara klen lah
Nemu bapak ini di fesnuk lagi jualan soft copy materi pembelajaran bahasa Jepang yang beliau susun. Real aseli guru bahasa Jepang, karena beliau buka les juga. Siapa tau ada yang butuh, bisa langsung kontak bapaknya atau mampir ke fesnuknya beliau
Saya ingatkan lagi postingan saya beberapa bulan yang lalu.
MBG itu ibarat piara monster yang harus dikasih makan terus. Ia memang bisa menjadi alat yang sangat kuat untuk melanjutkan kekuasaan (baca: 2029).
Kini, APBN kita sudah memasuki lampu kuning, menjelang merah. Anggaran sudah menipis, sementara kita mendapat tekanan dari harga minyak dunia dan rupiah yang terus terpuruk. Pemerintah perlu melakukan penghematan. Salah satu cara tentu saja menghentikan MBG.
Tapi dipihak lain, jika MBG distop, ia akan memakan tuannya sendiri. 900 ribu orang yang bekerja di SPPG tidak akan tinggal diam kalau MBG distop begitu saja. Cukong2 MBG yang terancam keuangannya juga akan membiayai demo besar2an untuk memaksakan supaya MBG tidak dihentikan.
Benar2 buah simalakama.
Buat yang belajar bahasa Inggris, istilahnya "caught between a rock and a hard place".
Atau yang lebih canggih: found him/herself between Scylla and Charybdis.
Catatan: Scylla adalah monster laut, dan Charybdis adalah pusaran air mematikan.
MBG memang dari awal sudah seharusnya tidak dilaksanakan langsung secara masif
Bukan Negara Islam = Zakat diurus negara
Negara tropis = buah mahal dan impor
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = minyak goreng mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = keadilan tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal dan impor
Bebas aktif = tunduk kepentingan asing
Negara religius = kitab suci dan haji dikorupsi
Negara agraris = keranjingan pangan impor
Lapor polisi = rugi berkali lipat
Pendidikan gratis = uang gedung mencekik
Jaminan kesehatan = kamar penuh, obat beli sendiri
Banyak pakar ekonomi = utang negara meroket
Raja nikel = pekerja lokal gigit jari, PAD nyungsep
Gaji pejabat kecil = hartanya banyak
Anti-KKN = anak dan menantu diusung Pilkada
Rakyat disuruh hemat = pejabat ganti mobil dinas
Taat bayar pajak = jalanan tetap berlubang
Penjara penuh = koruptor dapat fasilitas VIP
Jalan tol bertambah = biaya logistik tetap mahal
Kaya rempah = garam dan bumbu dapur impor
Swasta dicekik aturan = BUMN rugi disuntik dana
Janji lapangan kerja = tenaga kerja asing difasilitasi
Aturan hukum tebal = urusan lancar pakai "orang dalam"
Tanah vulkanis subur = kedelai dan pakan ternak impor
Banyak sungai besar = air bersih harus beli
Transportasi publik dibangun = macet hanya pindah lokasi
Dana desa triliunan = kepala desa pamer harta
Cita-cita swasembada daging = harga daging sapi termahal
Pesta demokrasi = menang karena serangan fajar
Komisi pengawas banyak = pungutan liar jalan terus
Bangga produk lokal = bahan bakunya impor semua
Tertangkap tangan korupsi = masih bisa senyum di TV
Konstitusi = bisa direvisi kilat demi kekuasaan
Wajib cinta tanah air = pejabat berobat ke luar negeri
Kebebasan berpendapat dijamin = kritik dipenjara pasal karet
Lahan negara luas = rakyat susah punya rumah
Subsidi triliunan = pupuk selalu gaib saat musim tanam
Budaya gotong royong = tetangga sakit tidak ada yang tahu
Digitalisasi birokrasi = urus izin tetap fotokopi KTP
Upah minimum naik = harga sembako naik duluan
Anggaran militer besar = alutsista yang dibeli barang bekas
Bangsa yang ramah = komentar netizen paling barbar
Darurat iklim = hutan lindung jadi kawasan tambang
Anggaran riset dipotong = pejabat rajin studi banding
Pusat data nasional = server gampang diretas
Gelar akademik berderet = kualitas kebijakan amatiran
Kaya warisan budaya = seniman tradisional melarat
Anti-penjajahan = rakyat digusur paksa proyek negara
Keadilan sosial = hanya untuk yang mampu membayar
@tobetruue Semua waspada ya. Pemerintah lagi kalap, anggaran mau habis padahal program2 mahal, minyak dunia naik. Di depan bilang baik2 aja padahal lagi pake segala cara buat nambah income.
Krisis di depan mata, pemerintah ga bisa diandalkan lagi, selamatkan diri masing2, bantu org terdekat
Guys, kalian udah pada tau gak?
Ini berita yang bikin dada sesak banget. Pelajar SMA berumur 16 tahun, Ilham Dwi Saputra, warga Bantul Yogyakarta, meninggal dunia setelah diduga dikeroyok habis-habisan sama gerombolan orang.
Ayahnya, Sugeng Riyanto (53), cerita secara blak-blakan:
Selasa malam (14 April 2026) jam 21.30 WIB, Ilham lagi main sama keponakannya di rumah.
Tiba-tiba ada teman jemput naik motor.
Dibawa ke belakang SMA di Bambanglipuro, terus dijemput lagi sama dua orang naik Scoopy.
Kakak kelasnya curiga, ikutin sampe ke Lapangan Gadung Mlaten.
Di situ udah ditunggu hampir 10 orang. Ilham cuma disuruh duduk, ditanya “lu ikut geng apa?” — dia jawab “tidak”.
Langsung diserang. Dipukul pake selang, paralon, gunting.
Lebih kejam lagi: disundut rokok berulang kali + digilas sepeda motor.
Miris banget. Anak sekolah biasa, gak ikut geng, tapi dihabisi gini. Ayahnya masih shock, belum tahu pasti siapa pelakunya.
By..
sesekali cobalah jangan hanya meminta rezeki yg banyak.
tapi mintalah kepada Allah untuk menghancurkan apa yg selama ini menghalangi rezeki itu datang kepada kita.
mintalah agar Allah mencabut
kesombongan yg menutup pintu rejeki,
kemalasan yg menghambat ikhtiar
kebiasaan buruk dan dosa yg merusak keberkahan,
dan rasa tidak bersyukur yg membuat hati selalu merasa kurang.
Doa yang ikhlas, intropeksi dan mensucikan diri adalah kunci pemuka jalan menuju rezeki illahi.🖤
Makin kesini makin ngerasa, semua kenaikan harga ini wajar, yang ga wajar itu pendapatan kita yang ga layak buat hidup.
Meromantisasi apa apa murah, sama aja melanggengkan gaji yang segitu segitu aja. Kok bisa bisanya harga barang ga beda jauh kaya diluar negeri, tapi gajinya cuma 1/10 dari disana 😭 man, we deserve better income!
Orang indo kalo disuruh asbun jago banget njir😭😭
“sewajarnya manusia aja kak”
“make nih orang”
“sus dia bangun sus”
“aku juga terapin diet if kak, if i’m hungry i’m eating”
“dibilang juga apa nguburnya kurang dalem, keluar lagi kan jadinya”
“yaudah biarin aja selagi gak makan ternak warga”
“ke dokter sendiri aja kak aku malu nganternya”