📡 Patroli Timeline
Arsenal kembali mengawasi Ezri Konsa dan telah menjajaki peluang merekrut Cristian Romero.
Untuk saat ini, Konsa berada di urutan teratas daftar pantauan. 🛡️
Sebenarnya, tidak banyak yang menganggap Gyokeres cukup bagus.
Tetapi ketika melihat fakta di lapangan, dari tiga penyerang Arsenal, Gyokeres adalah yang paling mampu mengubah peluang menjadi gol ketika diberikan kesempatan.
Silakan menonton klip-klip kegagalannya sebanyak yang kalian mau. Pada akhirnya, itu tidak mengubah fakta bahwa Gyokeres adalah salah satu pemain penting dalam perjalanan Arsenal meraih gelar liga.
Selama enam tahun terakhir, tidak ada striker Arsenal yang mencetak 21 gol di semua kompetisi hingga akhirnya Gyokeres melakukannya. Namun, masih banyak yang mengkritik penampilannya.
@BodyguardAFC Ya karena Gyokeres diharapkan jadi striker ganas selanjutnya setelah Auba, dia datang menang Gerd Muller Trophy.
Badan besar, lari kenceng, shot power, bakal membully lawannya. Nyatanya dia sering roboh, bola sering ilang, badan berat, bek dortmund itu 19 dan 21 tahun.
@hanmaditya Gyokeres punya peran penting buat Arsenal. Saat menghadapi tim yang main low block, kehadiran dan fisiknya di kotak penalti bikin pertahanan lawan lebih kerepotan.
Kita semua sudah sering melihat bagaimana ia sampai harus dikawal dua atau tiga pemain sekaligus.
Lucunya, ada beberapa pemain yang tampil jauh dari kata bagus saat melawan Dortmund. Namun, mereka tetap lolos dari kritik.
Havertz salah satunya. Kalau mau objektif, penampilannya kemarin justru layak disebut sebagai salah satu yang terburuk di lapangan.
Sementara itu, standar fans Arsenal terhadap Gyokeres terbilang sangat tinggi. Kesalahan kecil saja bisa langsung mendapat kritik. Standarnya terasa cukup berbeda ketika pemain yang dibandingkan adalah Kai Havertz.
mari kita breakdown video Kai Havertz yang plenger ini
- pertama, coba perhatikan betul beberapa detik sebelum Kai Havertz menerima bola dari Gyokeres.
- ada sekelebat kancil bernama Tzolis yang lari masuk di antara jalur umpan Gyo-Kai.
- itu namanya third man run. coming from behind. koreksi kalau saya salah.
- nah, sekarang fokus ke ekspresi kekecewaan Arteta dan gesture tangannya.
- (mungkin) Arteta ingin Kai Havertz segera ngasih umpan ke Tzolis yang udah ngibrit lari masuk ke box lawan.
- dengan begitu, bek lawan nggak akan sempat mengejar Tzolis yang lari duluan.
- ini namanya "logika kecepatan Einstein". coba cari sendiri ya maksudnya.
itulah yang namanya kombinasi. tujuannya memainkan Kai Havertz kan soal combo. dia harusnya lebih luwes untuk mengumpan. ya biar kayak combo Gyokeres-Isak di timnas Swedia.
saya jadi penasaran kenapa bentuk ini dicoba:
- mungkin Arteta sadar bahwa kombinasi Kai Havertz dan Gyokeres harus banyak dicoba.
- Gyokeres butuh runner dan controller. ya intinya pemain yang bisa bantu dia segera sirkulasikan bola.
- maklum, Gyokeres memang kayak robot ketika menahan bola. makanya nama Julian Alvarez, yang lebih jago, muncul mulu.
- Tzolis nyatanya juga jago membaca ruang dan gerak bola. dia paham timing kudu lari ke dalam box dari bawah.
jadi intinya post ini mau muji Tzolis aja dan ngehujat Kai Havertz yang kelamaan megang bola.
jadi nggak heran kalau setelah pertandingan vs Dortmund, muncul kabar, antara Kai Havertz dan Gyokeres, mana yang sebaiknya dijual.
plenger semua kadang 😒😒
Itulah yang membuat fans Arsenal sering dianggap delusional oleh fans lain. Padahal, fans Arsenal yang memahami sepak bola tentu tidak akan menganggap Gyokeres sebagai pesaing langsung Haaland.
Arsenal mendatangkannya karena memang membutuhkan striker baru. Gyokeres hadir untuk memenuhi kebutuhan Arsenal, bukan untuk menyaingi Haaland.
Jadi, membandingkan Gyokeres dengan Haaland sebagai rival langsung tentu tidak masuk akal.
@BodyguardAFC imo, fans arsenal ini make haaland sebagai standar buat gyokeres sebagai rekrutan anyar, karena dianggap di datangkan untuk bersaing dengan haaland. sedangkan yg lainnya dianggap lapis sekian, jadi standarnya di set lebih rendah daripada yg di set untuk gyokeres
Wajar jika Chelsea dan Manchester United tertarik pada MLS. Talenta seperti ini berpotensi langsung memperkuat lini tengah dan memberi mereka sesuatu yang selama ini mereka cari.
Dia adalah produk terbaik Hale End sejak Bukayo Saka dan masih memiliki masa depan yang sangat cerah. MLS tetap Arsenal sampai kapan pun. ❤️
Bukan Arsenal yang ingin menjual Myles Lewis-Skelly. Kabarnya, MLS justru ditawarkan oleh agennya, yang juga merupakan ibunya sendiri, kepada Chelsea dan Manchester United.
Arsenal seharusnya menolak tawaran apa pun. MLS adalah bagian penting dari masa depan lini tengah Arsenal.
THERE’S NO FUCKIN WAY! 😡
Myles Lewis-Skelly ditawarkan keluar Chelsea!
Myles Lewis-Skelly dilaporkan telah ditawarkan kepada Chelsea menyusul perekrutan Bruno Guimarães oleh Arsenal. Saat ini belum ada indikasi bahwa Chelsea akan melakukan langkah tersebut, meskipun pemain berusia 19 tahun itu telah lama menjadi incaran The Blues. (Via @BobbyVincentFL)
MLS dilepas ke Chelsea terus dipakai beli Neto, gue geleng-geleng pala sih aslik.
📡 Patroli Timeline
Arsenal memantau situasi Jules Koundé di Barcelona.
Sang bek berpotensi tersedia musim panas ini jika tawaran yang tepat datang. Arteta juga disebut mengagumi pemain 27 tahun tersebut. 🛡️
📡 Patroli Timeline
Arsenal tertarik pada penyerang Serie A, Pio Esposito, yang dibanderol sekitar £73 juta.
Musim lalu ia mencatatkan 10 gol dan 6 assist dalam 48 laga. Masih muda, potensial, dan disebut terbuka untuk tantangan baru di Premier League.
Arsenal masih memantau situasinya. 🛡️
📡 Patroli Timeline
Dari Vinícius Jr. lalu beralih ke Pedro Neto, hanya dalam seminggu. Ini bukan penurunan ekspektasi, ini penyiksaan. 💀
Panitia tolong tutup transfer window sekarang. Kami mau hidup tenang. 🛡️