"Di negeri di ujung tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan. Bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian."
#RezimJKWPembohong#RezimKerjaAmburadul#NegeriDiUjungTanduk
Ferdy Sambo
Hukuman mati jadi seumur hidup
Putri Candrawathi
20 tahun jadi 10 tahun penjara
Belum juga setahun, tapi ya serah suka-suka kelen aja lah, situ yang punya wewenang!
Kira2 sampe’ berapa keturunan, tanah itu baru balik lagi ke tangan kita ya? Ini kritik baik soal pengelolaan tanah dan air kita agar dikelolal dan dinikmati oleh anak bangsa sendiri. Tinjau ulang keputusan itu demi kemaslahatan bangsa dan negara.
.
https://t.co/z3qdnNopjO
ROCKY & GUS DUR • sudah sejak lama Rocky Gerung jadi sahabat berdebat Gus Dur, terutama dlm soal demokrasi dan humaniora.
✓ itu sebab di kalangan Nahdliyin dan PKB RG dapat tempat khusus. Itu pula sebabnya sy milih #StandwithRockyGerung coz RG berani pasang badan utk demokrasi.
✍️
Chaos 10 Agustus,
dan Po’licik Jokowi…”
by Faizal Assegaf (kritikus)
Politik sporadis yang bertujuan menyulut huru-hara atau tragedi berdarah, jelas tidak elok. Ihwal tersebut justru memberi pintu masuk bagi operasi kekuasaan yang represif terhadap oposisi.
Idealnya, gerakan perubahan harus dibangun dengan prinsip damai dan konstruktif. Di mana seluruh potensi yang tersedia digerakkan dalam upaya pencerahan secara masif dan terus-menerus.
Tujuannya agar terbangun kesadaran kolektif rakyat melalui kekuatan moral, intelektual dan spiritual. Bukan sebaliknya memposisikan rakyat sebagai objek propaganda kepentingan politik sesaat.
Dalam konteks itu, harus jujur diakui bahwa tidak hanya sistem dan kepemimpinan nasional yang bobrok. Namun, gerakan oposisi yang mengusung perubahan pun belum maksimal.
Akibatnya, rakyat semakin dilematis menghadapi dinamika jelang 2024. Para elite bangsa dan elemen gerakan di akar rumput terlihat renggang, tidak solid. Padahal, peluang perubahan terbuka lebar.
Kesenjangan elite bangsa dan jejaring rakyat di berbagai level, menyebabkan rezim Jokowi tetap unggul dalam konsolidasi kekuasaan. Bukan rezim Jokowi kuat, tapi oposisi tidak kompak.
Semakin mendekat ke Pilpres, oposisi tampak terbelah oleh dua pilihan: Bersatu memenangkan figur Capres pro perubahan. Atau gerakan ekstra konstitusi untuk melucuti kekuasaan Jokowi.
Beredar isu 10 Agustus, sejumlah elemen rakyat akan melakukan aksi besar-besaran. Semoga demo tersebut tidak berujung chaos. Perlu ekstra hati-hati agar tidak terjebak operasi ‘po’licik’ rezim Jokowi.
selamat berjuang,
tetap solid dan waspada!
**
Yang Terhormat Pak kapolri @ListyoSigitP @DivHumas_Polri ini instruksi atau oknum🤔
Sangat Mengerikan sekali jika ini instruksi atasan Memerintahankan Anggontanya Melakukan ancaman Terhadap Rakyat. 🤔
Tugas kalian itu mengayomi Rakyat,kalian di gaji oleh Rakyat.
Jangan ketawa ya .
Copas :
"Banyak yang ikut karena iming-iming uang Rp100ribu. Kukira itu untuk 1 orang. Ternyata untuk 4 orang. Kena Prank semua. Aseemmm," keluh pria berusia 50-an tahun berbadan kurus tersebut. https://t.co/za6DBYA8x0
Ini mempertegas memang ada upaya untuk membangun rezim otoriter dengan menggunakan hukum sebagai alat politik. Juga mempertegas bahwa demo dan persekusi terhadap Rocky diatur oleh pusat kekuasaan.
https://t.co/zT8yZOVY05