@DokterTifa Pilpres itu masih 4 tahun lagi, otaknya orang² di Indonesia ini sdh abnormal. Pemerintahan belum genap setahun sdh mikir pilpres, kan mestinya beri masukan untuk perbaikan kenegaraan ke depannya.
@DokterTifa Mengapa anda tidak mengkritisi 9 jendral yg telah merekomendasikan pemberhentian/pecat Prabowo sbg TNI yg dianulir oleh seorang Jokowi untuk dinaikkan pangkatnya menjadi jendral.
Sangat memalukan kita punya 9 jendral beri keputusan dipersalahkan.
Sdh berhenti TDK bisa lanjut.
@rsprmdt42167@DokterTifa@prabowo Dalam sistim negara presidensiil, presiden adalah Kepala Negara merangkap Kepala Executif.
Kepala Negara berkuasa atas yudikatif, Executif dan legislatif.
Kepneg dibekali instrumen² seperti : Perppu, grasi, abolisi dll
Presiden bisa menggunakan haknya sbg kepala negara.
@uyoktweet Semua memang sebab-akibat, karena ada "sebab" perkataan yg banyak orang tidak senang dan ber- "akibat" banyak pihak diuntungkan terutama : penjual es dan bangsa Indonesia pd umumnya. Yang mulia Gus Miftah memang habitatnya pendakwah, bukan untuk jabatan yg hrs mundur.
@Dennysiregar7 Inilah cara presiden kita melecehkan institusi TNI sebagai bagian pertahanan negara. Dalam TNI seorang jendral penuh (🌟 4) harusnya tlh mencapai dedikasi yg tinggi, bukannya pangkat tsb diecer dg mudahnya diberikan pd orang yg tlh merusak institusi TNI.
@Dennysiregar7 Jangan menyesal bang Denny krn yg kau dukung adalah yg baik bukan orang, sekarang dukung yg paling sedikit konflik kepentingannya dan resiko ditunggangi selanjutnya. Apalagi di Paslon yg dihuni oleh bnyk kepentingan jgn sampai berkuasa, negara akan mejadi arena pergolakan.
@al__fitroh @jokowi Siapa yg bilang kampanye tdk boleh gunakan fasilitas negara, nyatanya Jokowi kampanye terselubung semua milik negara dan uang rakyat dipakai. Termsk aparat negara, bansos dr pajak rakyat.
Bicaralah sesuai dg perlakuannya, jgn menjadi pembohong.
@kikysaputrii Coba diamati di barisan pendukungnya, ada Emil Dardak yg gerakan mimik mulutnya sesuai yg keluar dari omongannya Gibran. Pada seksi pertama belum gunakan jaket ber-krah tinggi... ada apa ? Dan biasanya Gibran tdk pernah nyebut nama, kmrn nyebut² Limbong....
@Dennysiregar7 Hanya orang² yg berotak waras yang bisa mempertimbangkan memilih Paslon yang paling sangat sedikit "masalah dan resiko kedepannya" demi kesinambungan negara aman, lancar dan tetap damai.
Dan Paslon yg bisa mensinergikan ekonomi kerakyatan dan ekonomi makro.
@xquitavee Khudori menjadi goblok karena telah makan berupa ***g panas, didalam team Prabowo ada kelompok Cendana yg diobrak-abrik rezim Jokowi, bisakah Prabowo menyatukan ?
Yang jelas Jokowi cs dilumat difasilitasi Prabowo yg pernah dipermalukan Jokowi 2x demi harga diri seorang Jendral.
@Dennysiregar7 Bung Ara adalah politikus yg benar dan baik, dengan gentleman pamit mengundurkan diri . Berbeda dg yg kata mentornya dan keluarga gak berani menghadap sampai KTA diminta kembali ya tdk dikembalikan.
Sangat disayangkan menghancurkan reputasinya sendiri sbg pe*g*c*t.
@islah_bahrawi Ternyata karma itu berlaku buat siapa saja, bila tdk waspada dan eling dan yg lebih penting mendengarkan nasehat orang² bersahaja.
Akhir² ini Jokowi msk jebakan dan menyerahkan diri u/ dibantai kelompok Cendana yg telah dihancurkan Jokowi.
Masuk dlm satu kandang di koalisi IM.
@deddysitorus@jokowi Ya sekedar menghindar dari HUT salah satu parpol dg alasan kunker ke luar negeri. Ini sama waktu HUT Nasdem ya melarikan diri ke LN. Mesti sebagai kepala negara sbg pengayom hrs nya hadir/memberi ucapan pada bagian kenegaraan (parpol) sama semuanya. (bknnya takut/pengec** gitu)
@M45Broo Seneng sekali lihat orang seperti Gus Miftah ini sangat tegas dan berani sesuai dengan prinsip ekonomi, yang menguntungkan akan "dijalankan" biarpun mengkhianati "nuraninya".
Kalau ditimbang masih berat mana ?
@jokowi Lagi² kita diperlihatkan kepala negara kita ternyata kehilangan nilai patriotik ( kasarnya : pengec*? ). Mestinya sbg presiden pengayom semuanya. Dulu ultah NASDEM melarikan diri keluar negeri, sekrg PDI-P. The Best or The Beast ?
@ShenoWirang PDI-P adalah partai besar dan sdh mengakar di bumi Indonesia dan masih banyak kader² yg baik untuk disumbangkan ke negara. Jokowi adl salah satu kader hasil penggodokan PDI-P yg disumbangkan ke negara.
Dan ada kader yg siap unt negara, Ganjar Pranowo.