Hajar Aswad "diangkat" Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan sehelai selendang.
Mumpung lagi dalam suasana memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, jadi ini ada suatu cerita tentang bagaimana cerdik, cerdas dan bijaksananya seorang Nabi Muhammad dalam menyelesaikan sebuah masalah.
Ini terjadi ketika Nabi berumur 35 tahun. Saat itu orang-orang Quraisy sepakat untuk merenovasi Ka'bah. Ka'bah sendiri saat itu hanya berupa susunan batu, lebih tinggi dari manusia dan tidak memiliki atap. Sehingga banyak pencuri yang mengambil barang-barang berharga yang tersimpan di dalamnya. Secara bangunan juga sudah mulai rapuh dan dindingnya pun sudah pecah-pecah.
Habis nonton film ini terus nyari2 info kirain beneran dari kisah nyata suatu daerah, eh ternyata cuman cerita fiksi.
JUSTRU YANG BERDASARKAN KISAH NYATA MALAH APARAT BERSERAGAM LAWAN RAKYAT.
UDAH ITU AJA, SELEBIHNYA CUMAN FIKSI
Jujur sbg sesama warga Jatim, aku malu sih. Tapi terlepas dari itu sebenarnya kalian benci sama nih salak gara2 apa sih?
Gara2 modal kayak biji manggis dan jarang mandi tapi bisa terkenal? Atau emng yaa benci aja? Gimana kira2?
Jujur sbg sesama warga Jatim, aku malu sih. Tapi terlepas dari itu sebenarnya kalian benci sama nih salak gara2 apa sih?
Gara2 modal kayak biji manggis dan jarang mandi tapi bisa terkenal? Atau emng yaa benci aja? Gimana kira2?
Semua lini ormas, pemegang jabatan bahkan sampe preman2 semua berlomba menjilati pantat si gendut. Ga masalah juga sih mau jilat pantat siapa, cuman kalian ini ada yang berlandaskan agama loh, ada yang disumpah pake kitab suci agama, tapi kok yaa perilaku kayak orang ga punya agama. Segitunya haus akan jabatan, kekuatan, kekuasaan sampe melupakan hakikat dari manusia itu sendiri. Malu sih engga, cuman sebagai sesama WNI, bahkan sebagai sesama manusia, ngerasa kayak ikut direndahkan sih.
Mereka tahu semua ini ga dibawa mati, tapi kok yaa berlomba-lomba banget menjilati seakan ga ada hidup setelah mati. 😌
@cariaeosa Di depan kamera mereka merasa sedih waktu klarifikasi tapi percayalah di belakang kamera mereka masih merendahkan, mereka merasa punya "jamaah" ngerasa punya pintu surga