@_GiftedProdigy "Eumm... "
Sejujurnya yang dikatakan kekasihnya itu memang benar. Namun ia tidak punya alasan untuk mengelak. Ia hanya menggaruk-garuk kepala belakangnya saja, seraya sedikit membuang wajahnya darimu.
"Maafkan aku. Tapi.. Terkadang aku hanya ingin makan makanan darimu.. "
@_GiftedProdigy "Hmm.. "
Mengelus perutmu pelan. Benar-benar tak menyangka ia akan memiliki anak nantinya bersama Naoto. Ia kemudian berdiri dan kembali menatapmu.
"Kalau begitu, kau butuh istirahat kan sekarang? Jangan terlalu capek. "
@_GiftedProdigy "Ha? "
Terdiam sebentar, memiringkan kepalanya seraya pandangannya masih ke arahmu. Sungguh, ia sangat polos untuk hal-hal seperti ini.
Berjongkok, mensejajarkan wajahnya dengan perutmu. Kemudian mengelus-elus perutmu.
"Kau di sana, bocah kecil? "
@_GiftedProdigy "H-hey, Naoto! "
Dirinya agak terkejut saat melihatmu lari dengan perut besar seperti itu. Ia langsung saja lari menghampirimu dan memeluk tubuhmu agar tak lagi banyak bergerak seperti tadi.
"Aku pulang, Nao... "