Realistis hanya cocok dengan orang yang bekerja untuk membeli kebahagiaan, bukan orang yang bahagia dalam bekerja. Masih bisa bersyukur Tuhan mengantarkan rezeki padanya dan ia bisa menyambutnya dengan berkah.
Intinya kebahagiaan bukan seberapa besar atau seberapa banyak yang kamu beri, yang terpenting adalah "komunikasi". Jangan hanya pembicara yang baik, tapi juga menjadi pendengar yang baik.
"Faber est suae quisque fortunae"
Setiap orang adalah pembuat nasibnya sendiri.
untuk kali ini, mohon jadikan tahun ini adalah tahun terkahir kami terpuruk.