mari kita tambahin dengan kutipan dari cantik itu luka:
“Semua perempuan itu pelacur, sebab seorang istri baik-baik pun menjual kemaluannya demi mas kawin dan uang belanja, atau cinta jika itu ada.”
Bagus banget ini dicontoh, kalau pasangannya selingkuh, yang dipermalukan itu ya pasangannya, bukan pihak ketiganya.
Namun banyak perempuan di Threads lebih senang hanya melabrak what they called "pelakor", aneh banget.
ya Allah, jauhkanlah aku dari banyaknya fikiran yang melelahkan, dari rasa takut yang berlebihan, dari gelisah yang merampas damai dalam diriku.
lunakkan hatiku, tenangkan jiwaku, dan berikanlah aku ketenangan hati serta kejernihan fikiran, agar aku bisa menjalani hari hariku dengan penuh keikhlasan
berhasil mengikhlaskan dan move on tanpa blokir sosmed, bisa tetap menjadi teman sekedar sharing, padahal kadang kamu masih ingat dengan janji-janji bullshit dan semua kalimat manisnya, itu adalah tingkat kedewasaan tertinggi.
punya pasangan yang gabisa menuhin emotional needs lo tu capek dan ga semua orang paham. dia ada, tapi lo tetep ngerasa sendiri, overthinking, ga dihargai. ujungnya? lo serinng begging cuma buat hubungan ini tetap hidup. ga semua cowok ngerti cara mencintai. buat mereka, asal nge-chat tiap hari udah cukup. padahal, hubungan butuh lebih dari koneksi emosional, saling memahami, dan hadir secara tuh.
ternyata, memaafkan tapi tidak ingin berjumpa dengan orang yang telah menyakiti kita, itu boleh. bukan berarti memutus tali silaturahmi, melainkan agar hati kita lapang, lebih ikhlas, dan menjaga diri kita sendiri dari hal-hal yang menyakiti.
Mending cowok gak ngerokok, cerdas akademik maupun emosional, ganteng, humoris, gak patriarki, gak nyuruh aku berhenti lakuin apapun yg aku mau, kaya raya, islam, lebih tinggi dari aku, keluarganya sayang sama aku, berkacamata oke juga
Too much gak?