@plumiecat Tergantung didikan. Kalau ortunya baru jadi kaya cenderung akan memanjakan anaknya, jadi terbiasa dapat makanan berlebih sehingga efeknya buang-buang makanan biasa. Kalau keluarga kaya raya sudah beberapa generasi lebih dididik jangan buang2 makanan dan ambil makanan secukupnya.
@1297Or@stvereotype@Nyekomiya@starryels@xdent_s Kalau menurut gw sih tergantung juga sumber pendapatan dan total asetnya. Pendapatan bersih 20++ juta per bulan dari passive income, aset milyaran, gak ada cicilan beda sama profesional yang banting tulang kerja di perusahaan yang duitnya pun banyak habis bayar cicilan ini itu.
@egoistcaptain@DREAMURENNN Lah itu di Tokyo gaji 16 tahun baru kebeli rumah. Average salary itu annual artinya total per tahun. Ya sama ajah di Jakarta ambil jalan tengah 7,5 juta x 13 bulan ( termasuk THR x 16 tahun = 1,56 Milyar
@meltinglilac Expenditure 6 juta bobotnya juga beda-beda. Keluarga yang gak perlu bayar kpr, cicilan mobil dan kuliah anak beda bobotnya sama yang masih perlu bayar cicilan ini itu walau keduanya punya expenditure yang sama di atas kertas
@peachyslen@Critics_us True sekarang gw kerja di Amerika. Teman kantor ada yang bahkan kakek-kakek udah punya cicit segala dan masih produktif gak ada diskriminasi umur sama sekali.
@stvereotype@1297Or@Nyekomiya@starryels@xdent_s Kalau kelas elit beneran mah beli tiket first class ke Tokyo ajah 50 juta gak cukup buat satu orang, gimana buat satu keluarga. Makanya heran kalau 50 juta ajah udah dianggap kelas orang kaya. π
@damgilnaero@xdent_s Ketimpangan sosial di Indonesia terlalu tinggi sih. Jadi kalau gaji belasan juta ajah udah dibilang kaya, gimana dengan kelas elit beneran yang sekali makan keluarga bisa belasan juta. π
@1297Or@stvereotype@Nyekomiya@starryels@xdent_s Ya 50 juta masih middle class memang masuknya upper middle. Kalau yang beneran kelas elit mah 50 juta buat liburan keluarga beberapa hari ajah gak cukup.
@secretletterie@slaluserak@blueforocean Ya simpelnya gini. Karakteristik utama yang membedakan kelas menengah dengan kelas bawah adalah kemampuan konsumsinya yang sudah melewati batas kebutuhan primer (makanan dan tempat tinggal) kalau buat basic ajah masih kesulitan ya berarti belum kelas menengah
@QueenImaIsBack Sebenarnya konsep kelas menengah itu kan simpel. Punya rumah sendiri, punya mobil, anak-anak bisa disekolahkan sampai pendidikan tinggi, dan masih bisa spend kebutuhan tersier selain kebutuhan pokok (gak harus mewah). Tapi kayanya konsep kelas menengah di Indonesia jadi beda.
@calonmu_123_@blueforocean Kehidupan middle class kan standarnya ideal kehidupan orang Indonesia kan. Punya rumah di komplek, naik mobil avanza, punya 2 anak bisa sampai kuliah, seminggu sekali makan keluarga di restoran.
@gebigabut@blueforocean Gaji 11 juta buat cicilan rumah, cicilan mobil, biaya hidup, makan, sekolah itu ajah udah musti muter otak keliling supaya bisa hidup layak sebagai kelas menengah. Memang di Indo kelas menengah rawan banget jatuh miskin lagi.
@Aeroraizane@otsunawa2@dewa77996 Yang gelombang ketiga dan keempat itu walau sama-sama ada orang India, Arab dan China tapi bedanya gelombang keempat gak terserap total ke suku-suku lokal karena kolonialisasi yang bikin kategori inlander dan timur asing.
@Aeroraizane@otsunawa2@dewa77996 Gelombang pertama yang datang ke Nusantara itu Melanesia yang datang langsung dari Afrika. Gelombang kedua itu Austronesia yang datang dari Taiwan/Yunnan tergantung teori. Gelombang ketiga, India, Tiongkok, Arab sebelum kolonialisasi. Gelombang keempat pas zaman kolonial.
@Aeroraizane@otsunawa2@dewa77996 Gw gak tahu dan belum mendalami detailnya. Tapi yang pasti di Indonesia ini Lembaga Biologi Molekuler Eijkman pernah melakukan riset mendalam tentang DNA manusia Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa manusia Indonesia adalah mosaik genetika (campuran)
@sisthaaaaa Gak ada makanan asli atau palsu. Makanan terus berevolusi ikutin selera pasar. Kalau semua pikiran kaya gini gak bakal ada yang namanya siomay bandung, lunpia semarang, bakso wonogiri, mie ayam, macam2 soto, dll