102 :
Saling mengangkat - saling menabur.
Yang sederhana aja deh:
"If he treats you like a queen, treat him like a king. He too deserves to be spoiled and made to know how important he is to you."
Kalau dia beliin kamu tiket, yang satunya support popcorn.
Yg masuk dgn trading, mesti disiplin dgn stoploss.
Yg masuk dgn investing, silahkan serok dgn avg down.
Kedua nya punya style yg berbeda tapi kunci untuk sukses adalah disiplin dgn strategi & risk management.
Jika kita melakukan kesalahan, ceroboh maupun alasan apapun (greed, fomo, etc), akui kesalahan dgn berani cutloss.
Yg di cutloss, besok2 rebound dan terbang pun itu harus terima karena namanya bukan rejeki. Selama menjalankan plan sesuai strategi, itu bagian dari trading untuk tetap bertahan dan profitable.
Yg relatif pemula, terutama yg baru masuk 2-3 thn terakhir, mungkin belom relate dan mau bantah. Gpp, karena itu dari keberanian untuk mendapat pengalaman kedepan nya.
Ada yg akan nyerah, ada yg akan bertahan.
Yg pasti pasar saham memang seperti ini, tidak ada yg berbeda.
Postingan saya di April 2025 ttg keadaaan fear yg paling dalam, itu adalah sentimen pemain pasar yg negatif namun di sertai banyak saham2 membuat bullish base dan setelah itu naik selama 9 bulan.
Itu opposite dari keadaan sekarang.
Bbrp minggu terakhir, yg bulllish terlihat tidak follow-up keatas.
Di waktu bersamaan, retail mulai greedy dgn menutup 'kuping' tidak mau memakai proven strategi.
Sebelom 2020 Covid, akun trading di Indonesia itu dikisaran 1jtaan. Di 2023, akun itu menjadi lebih dari 4jutaan.
Saat ini, akun trading udah diatas 24jt dan kebanyakan gen Z yg menggunakan medsos.
Jadi jaman dulu, following CNBC adalah no-no.
Saat ini, following medsos itu mesti hati2, sayang nya kita manusia kebanyakan mau cepat sukses dgn mencari sesuatu yg lebih berisik walaupun waktu SD udah kasih tau kalo 'tong kosong nyaring bunyinya'.
Influencer2 saham bisa memosting profit di porto dan ada dari mereka yg benar2 proven.
Profit besar mereka membuat retail yg masih baru menjadi greedy dan ingin seperti itu padahal mereka (yg proven) udah menjalani hardship (kesulitan, kepedihan, ketidakpastian) selama bertahun2 sebelom berhasil muncul kepermukaan.
Mereka sangat disiplin dgn cutloss namun retail yg masih baru? mereka akan hold saham nya seberapa pun merah nya sampai saham itu naik ke breakeven (harga entry mereka).
Disinilah akhirnya terjadi pembelajaran terhenti (quit).
Tapi lebih banyak lagi influencer yg kosong dan kebanyakan mereka sendiri pun tidak sadar.
Itu sebabnya suatu yg bijak jika ingin follow seorang trader, cari mereka yg udah exist minimal 10thn.
Yg paling penting juga... belajar basic dan fundamental dari trading. Disiplin take profit, disiplin cutloss, disiplin risk management. Never give up, dan be responsible.
Tidak cutloss ketika price turun ke stoploss untuk trader adalah suatu bagian dari tidak tanggung jawab.
Jadi reset.. lalu pelan2 perbaiki loss, maupun mulai kumpulin profit lagi.
#TradingTips
Trading Halt di BEI
1. 8 Oktober 2008 – Krisis Keuangan Global.
2. 12 Maret 2020 – Awal Pandemi COVID-19
3. 13 Maret 2020 – Pandemi COVID-19 Berlanjut
4. 17 Maret 2020 – Gelombang Volatilitas Lanjutan
5. 19 Maret 2020 – Market Squeeze Saat Pandemi
6. 23 Maret 2020 – Pandemi Tak Kunjung Reda
7. 18 Maret 2025 – Tekanan Pasar Tajam
8. 8 April 2025 – Penurunan Tajam Pasca Libur
9. 28 Januari 2026 – Tekanan Pasar dari Sentimen Global MSCI