Hanya coretan isi hati, yang akan menjadi sampah tak berarti. Kecuali km bisa menginterpretasikan makna hakiki, sehingga menjadi definisi bagi dirimu sendiri.
Jika kamu belum bisa berlomba dengan orang sholeh dalam meningkatkan ketaqwaan.
Maka, berlombalah dengan dengan pendosa yang bertaubat kepada Allah SWT
#selfreminder
23. Apabila 02 satu putaran, tentu argumentasi saya ini semua terbantahkan. Namun apabila 02 justru kalah di putaran pertama, narasi ini menjadi lebih masuk akal diterima.
Salam demokrasi!
#DirtyVote#pilpres2024#AniesMuhaimin#PrabowoGibran#GanjarMahfud
saya adalah. Kemenangan 03 yg cukup kuat di LN. Yang paling mengherankan lagi, kenapa bisa 02 menempati posisi paling bawah jika memang mereka mendesain semua ini? Apakah kekalahan di LN ini diluar kontrol mereka?
20. Terkait bansos saya setuju dengan Kaesang,
mereka begitu rapi, senyap, dan efektif. Sedangkan 02 terlalu banyak blunder dan terlalu percaya diri karena Presiden sudah dipihaknya. Akibatnya banyak yg masuk jejak digital.
22. Jadi kesimpulan saya adalah, prediksi saya 03 tetap masuk di putaran 2 apabila memang 2 putaran.
18. Dari awal bukanlah nampak sekali serangan kpd 01 dari fitnah, kriminalisasi lewat KPK, hingga pencabutan izin kampanye. Lantas, bagaimana hiruk pikuknya setelah adanya pencalonan Gibran oleh 02? Bukannya fokus 03 menjadi terbelah?
19. Satu hal yg mendukung narasi berpikir
17. Lantas skrg mereka menarasikan bahwa Pak J yg membangun dinasti? Dan mereka pula yg mengatakan bahwa mereka adalah pahlawan yg akan menyelamatkan Indonesia dari kehancuran demokrasi? Bukankah ini begitu pelik sekali? Semudah itukah cuci tangan dari dosa membredeli demokrasi?
peristiwa MK ini, 03 seperti kehilangan perencanaan matang yg sudah lama dijalankan. Mereka seperti berhenti sejenak saat hampir sudah sampai ke puncak. Begitu tidak dibayangkan seseorang yg selama ini jadi kendaraan politik tiba2 yg menggagalkan semua rencana itu. Cukup pahit
semakin sulit untuk mengalahkannya meskipun ada pemilu 5 tahun sekali. Jadi siapa sebenarnya yg membangun dinasti?
15. Pak J kah yg membangun dinastinya? Atau golongan tertentu yg membangun dinasti dengan menjadikan Pak J itu sbg alat politik?
16. Karena hanya pada saat
anda tidak terkejut. Bahwa kekuasaan berkelanjutan ini sudah didesain jauh hari bahkan sebelum pemilu 2019. Lantas apakah Pak J yg mendesain ini semua?
4. Seperti yang kita ketahui, bahwa Pak J sendiri tidak memiliki ambisi sama sekali menjadi Gubernur apalagi Presiden selama
tertuju pada pembentukan pemerintahan yg sangat kuat, Presiden Threshold dan Parlementery Threshold pelan tapi pasti akan selalu meningkat. Apa tujuannya? Ya hanya memunculkan beberapa partai saja. Ketika ada partai pemerintahan cukup kuat, oposisi menjadi semakin lemah dan
13. Jadi apakah semua itu dosa dari Pak J itu sendiri? Bisakah kita melemparkan semua skenario itu beliau sendiri yg memikirkan dan mengerjakan?
14. Tentu tidak adil bukan? Yg saya tangkap adalah beliau ini hanya menjalankan skenario dari penguasa dibalik layar. Semuanya akan
tentu 03 lebih mudah sekali menang 1 putaran bukan? Dengan segala sesuatu yg sudah dikondisikan. Mulai dari pilkada serentak yg disahkan 2017, UU ITE, UU IKN, Oposisi yg hampir tidak ada, pelemahan KPK, dan yg tidak kalah penting Presiden Threshold dan Parlementery Threshold.
yg dimaksud sehingga mengorbankan harga diri politiknya sendiri? Serta masa depan politik keluarganya yg bisa di black list mungkin oleh masyarakat kita.
12. Coba kita berpikir terbalik, apa yg akan terjadi jika Pak J tidak melakukan tindakan yg kontroversial tadi?
mungkin sama.
11. Jadi sekali lagi, kontroversi MK ini tetap jadi catatan khusus di dalam demokrasi kita. Noda hitam yg ditorehkan seorang Presiden akan tetap diingat di dalam hukum dan bernegara. Lantas, konsekuensi apa yg sebenarnya sedang Pak J hindari? Darurat seperti apa
maka, melawan arus bukanlah suatu yg diindahkan dengan persepsi peraturan lalu lintas. Namun, untuk menyelamatkan nyawa apakah harus mengikuti peraturan yg beresiko kehilangan nyawa? Ini tentu keputusan yg sulit bukan? Tapi jika kita di posisi tsb tentu kita mengambil langkah yg
10. Tentu ini bukanlah keputusan yg mudah untuk beliau, saya pun tidak membenarkan langkah ini sepatutnya diambil. Tapi Pak Anies pun pernah memberi suatu perumpamaan “Misal ada peristiwa kecelakaan di jalan yg satu arah, sedangkan Rumah Sakit terdekat adalah dibelakang kita.
8. Lantas, mengapa tiba tiba anaknya terjun di dunia politik dan berseberangan dengan partai Bapaknya? Ini sudah menunjukkan bahwa Pak J tidak sepandangan politik dengan partainya.
9. Pun demikian, berulang kali partainya masih mengklaim bahwa dukungan Pak J ini kepada 03
6. Lalu, pernyataan beliau saat diwawancara apakah anaknya terjun di dunia politik atau tidak. Apakah saat itu beliau memang tidak jujur, dan menyembunyikan sedari awal?
7. Saya pikir tidak. Beliau menjawab dengan jujur pernyataan tsb pada saat pertanyaan tsb diajukan.
2 periode. Fakta yg kita dapati bahwa beliau selalu dicalonkan dan diusung oleh tokoh dan golongan tertentu.
5. Lantas, apakah pernyataan” beliau saat diwawancara terkait rencana maju di pilpres 2014 adalah murni keputusan pribadi tanpa adanya desakan dari golongan tertentu?
2. Siapakah yg bertanggung jawab terhadap Presiden Threshold dan Parlementery Threshold yang kian hari kian tinggi? Apa sebenarnya tujuan utama dari PT ini?
3. Terkait pilkada serentak sudah mulai di isukan sejak 2017 silam. Lantas partai” siapakah yg mengusung ini? Semoga