Gen Z Money Setup yang bisa kamu tiru✨
💰 Gaji → BCA
🏦 Nabung → Bank Jago
🛟 Dana darurat → SeaBank (min. 3-6 bulan pengeluaran)
📈 Reksadana → Bibit
📊 Saham → Ajaib (mulai kecil, yang penting konsisten)
🪙 Emas → Pegadaian Digital
📝 Catat pengeluaran → Monveo/Spreadsheet
🧮 Budgeting → 50/30/20 (kebutuhan/keinginan/tabungan)
🚫 Utang konsumtif → hindari
🚀 Naikkan income → skill + side income
Gak harus pakai tools yang sama. Yang penting, setiap uang punya tugasnya capt👀
gimana ya cara ngejelasin kalau kita tuh emotionally unavailable and easily socially overwhelmed karena sensory issues. gak ada niat gak menghargai atau nganggep orang gak penting. i just genuinely get exhausted from having to reply to chats, answer calls, maintain conversations, or meet up regularly, even when i look active online & free. belum lagi kalau lagi hyperfocused on something.
kadang capek juga sama standar “kalau peduli pasti bales”, “kalau sayang pasti nyempetin”, “kalau gak ngabarin berarti gak penting.” and this isn’t even exclusively about romance. pertemanan juga sering kayak gitu. padahal sama orang tua sendiri aja kadang gue butuh waktu buat bales chat wkwkwk yes im the distant daughter, makanya seringnya ditelpon karena kalau chat lama balesnya.
selama ini kita berusaha masking dan mengikuti standar social availability orang lain, tapi any meaningful relationship we have still can’t magically override our limitations. punya kepedulian sama orang lain gak ujug-ujug bikin social battery gue bertambah.
bahkan sama temen-temen yang gue genuinely enjoy being around, kadang dari awal gue udah bilang, “lagi males ngomong ya” then i just sit there with them, listen to them, watch them do their thing, and genuinely enjoy their company. i want your presence, i just dont always want interaction.
sering juga lagi overwhelmed tapi maksain ketemu orang-orang, malah tiba-tiba nangis karena saat itu kepala gue masih penuh mikirin final project wkwk makanya gabisa dadakan dan harus selalu mentally prepared dulu karena kita jadi gak “hadir” diajak ngomong aja zoning out😹😹😹
and romantic interests somehow feel even more pressuring. once someone starts expecting constant replies, calls, updates, attention, or access to my time, i immediately feel overwhelmed. especially when we’re barely anything yet. you’re not even my husband, why am i already being treated like i owe you constant availability? i really dont like men who act controlling or entitled to my time and attention. you’re still practically a stranger to me. and yes, i can be interested in someone, think he’s a genuinely good guy, and still not be comfortable giving him that much access to me.
interest does not automatically equal access. the moment i feel being demanded, it stresses me out and makes me anxious. merasa bisa mencapai milestone tapi maintainingnya gak tau.
i dont think i would survive lansekap romansa era modern bruh, kayaknya harus hidup di zaman 70an, ngabarin orang pakai surat nyampenya seminggu sekali😹😹😹
Dr. Gia pernah ngomong :
Peluang kita meninggal itu 100%
Sedangkan peluang kita hidup sebenarnya sangat kecil. Jadi jangan sia2kan waktu yang berharga hanya untuk overthinking
Jalani, syukuri, nikmati saat ini🥹💯✨
kalo lu percaya ini ga? kaya ngerasa :
"oh alhamdulillah dulu dijauhkan"
"alhamdulillah dulu gue ga jawab chatnya"
"alhamdulillah dulu langsung udahin"
Dewasa gini, ternyata lebih seru ngobrol sama stranger, pedagang keliling, tukang parkir, atau orang orang tua yang kebetulan lagi di tempat yang sama.
energi mereka terasa lebih tulus untuk menyadarkan bahwa banyak hal di dunia ini yang perlu kita syukuri.
Tambahin lagi ya... Rule hidup di kantor:
- Datang jangan telat.
- Kerja jangan nunggu disuruh.
- Curhat jangan ke sembarang orang.
- Kalau salah, akui.
- Kalau benar, jangan terlalu sombong.
- Kalau mau resign, jangan cuma modal emosi.
- kalau diajak makan, ikutlah sesekali.
Informasi penting kadang bukan muncul di meeting, tapi di warung makan.
Aku setuju banget sama kalimat ini:
“Banyak orang jadi nggak menarik setelah kita tahu cara pikir mereka.”
Dan mungkin itu kenapa aku selalu kagum sama orang yang cara pikirnya luas, tenang pas ngomong, dan ngerti gimana jadi manusia, bukan cuma sekadar hidup. Yang open minded tanpa ngerasa paling benar, yang tau batasan tanpa ngerendahin orang lain, dan nggak gampang ngejudge siapa pun.
Karena kecerdasan itu menarik, tapi empati dan respect itu yang bikin orang pengen tetap ada di hidup kita.
adegan paling menguras energi di tempat kerja bukan kerjanya, tapi harus bersikap normal dengan orang orang yang sebenernya pengen kita sleding kepalanya
Wajib pesen menu ini, trust me kalian nggak bakal nyesel 😭
1. Teazzi : Deep roast oolong milk tea
2. Fore : Butterscotch sea salt latte
3. Chikuro : Royal garlic cream cheese
4. Reddog : Topokki Original + Mozzarella Sausage
5. Koi : Green Milk Tea
Ada rekomendasi lain?
Tadi pagi baca threads orang2 yg selamet dr kereta itu. Feelingnya keliatan ‘sepele’, tp ternyata itu yg bikin dia selamat dari kecelakaan.
Ada yg tiba2 pengen turun di stasiun sebelumnya karena pengen risol (atau gorengan yg lain gt lupa), terus ada juga yang turun di stasiun sebelumnya karena kebelet pup.
Terus aku jadi mikir, beneran ya namanya ajal itu kaya ‘deket’ banget sama kita. Tapi kalo belum waktunya, Allah punya seribu cara biar selamat.
Makanya, apa sih yang mau disombongin dari hidup ini? Lha wong bisa aja tiba-tiba kita meninggal.
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Nikmati ‘waktu’ di dunia dg kesayangan kalian. Entah teman, sahabat, suami/istri, anak, ortu dll.
Karena kita ngga tau, kapan Allah manggil kita🥺