@ardi_tama1 Perawat/nakes sama guru itu punya priviledge yg mungkin ga disadarin orang yakni bisa kerja deket di tempat tinggal makanya cepet dapet kerja. Dream job slow living itu justru nakes/guru, ya meski gajinya pas pasan, tapi plusnya biaya hidup murah dan ga usah merantau...
Ada satu fase setelah vaksin BCG yang diam-diam bikin banyak orang tua berubah jadi "detektif kulit" 😄
Setiap hari lengan anak dicek.
Pagi dilihat.
Malam dilihat lagi.
"Dok kok belum muncul?"
"Normal nggak?"
"Jangan-jangan vaksinnya gagal..."
Lalu muncul benjolan kecil → lega.
Beberapa minggu kemudian berubah jadi merah, kadang bernanah kecil, lalu mengering...
Panik lagi 😅
Padahal ini sering terjadi setelah vaksin BCG.
Yang menarik, banyak orang masih menganggap vaksin BCG harus meninggalkan bekas khas seperti "bunga merekah" di lengan.
Akhirnya mulai muncul perbandingan:
"Punya anak saya kecil..."
"Punya sepupunya besar..."
"Punya kakaknya dulu lebih jelas..."
Dan sejak situ... kecemasan dimulai.
Padahal respon setelah BCG dipengaruhi banyak hal:
• Teknik penyuntikan
• Jenis/strain BCG
• Penyimpanan vaksin
• Usia saat vaksin
• Respon imun masing-masing anak
• Karakter kulit anak
Jadi bayi yang divaksin di hari yang sama pun hasilnya bisa berbeda:
Ada yang bekasnya jelas.
Ada yang samar.
Ada yang hampir tidak terlihat.
Dan itu masih bisa normal.
Karena tujuan utama vaksin BCG bukan membuat luka di kulit.
Tujuannya membantu sistem imun mengenali tuberkulosis berat.
Bekas di kulit hanyalah respon lokal, bukan ukuran mutlak keberhasilan vaksin.
Jadi kalau bekas BCG anak kecil, samar, atau hampir tidak tampak, tidak perlu langsung merasa gagal.
Tubuh manusia memang unik.
Dan sistem imun setiap anak memang tidak pernah benar-benar sama.
Siapa di sini yang punya bekas luka bcg ?
Izin meluruskan pernyataan pada gambar di bawah ini 🙏
Panduan dari American College of Obstetricians & Gynecologists (ACOG) menyebutkan bahwa secara umum tubuh kita membutuhkan lebih banyak air putih selama kehamilan, rekomendasinya adalah 8-12 cangkir air per hari.
Kalo gak minum air malah bisa meningkatkan risiko dehidrasi
Wanita hamil Trimester 1 lebih tinggi risikonya terjadi muntah-muntah hebat yaitu hyperemesis gravidarum, yang sangat berisiko terjadinya dehidrasi.
Coba bayangin di kondisi begitu malah gak boleh minum air putih.
Saya juga coba mencari guideline atau panduan yang lebih merekomendasikan minuman manis, oralit, air kelapa, atau lain-lainnya.
Mungkin boleh tolong bantuannya bila ada yang ketemu panduannya. Terima kasih 🙏