@islah_bahrawi Kebingungan yang membagongkan ....
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Presiden tidak boleh kampanye ? 🤔
Presiden tidak boleh memihak/memilih salah satu paslon ? 🤔
Demokrasi sedang tidak baik² saja ? Negara mana yg demokrasinya sedang baik² saja ? 🤔
.
.
.
Iki piye toh Gus ?
Sampai saat saya menyampaikan pesan ini, anak muda ini belum mengurus SKCK, demikian informasi yg saya peroleh dari pihak yg berwenang.
.
.
.
Jika kemudian ada yang bertanya, "Lho kok bisa gitu ? Padahal kan....bla....bla...bla.....
"YO NDAK TAU, KOK TANYA SAYA"
.
.
@YRadianto • kata kuncinya "SEPERTI BIASANYA".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
sangat menyeramkan, kekejaman dibalas dgn kekejaman.
dan yang lebih meyeramkan lagi ketika hal tsb menjadi "hal biasa dan menjadi kebiasaan ".
@HusinShihab Banyak yg spt ini dgn segala alasannya, alhamdulillah gak kita debat krn di dalam masjid. Begitu diluar masjid ane gaplokin smua pasukan cingkrangnye, gak ngelawan tuh pdhl ane sendirian (tangan kosong juga), ane mo dilaporin ke polisi, pimpinannye ane tarik jenggotnye ke polsek.
Ketum PB @nahdlatululama Gus @YahyaCStaquf dengan tegas menyatakan tidak ingin berdamai dengan kelompok yg anti terhadap Pancasila, UUD 45, Kebhinnekaan & NKRI.
Aku manut Gus Yahya! 🫡
Jangan pernah toleran dgn benalu bangsa ini!
@gagal_hijrah 5 negara ini (Swedia, Norwegia, Prancis, Jerman & Spanyol) menilai toleransi penting untuk diajarkan sampai 82% - 93%, SAYA SETUJU sampai pd titik ini, tp kemana Amerika dan Inggris ?
.
.
.
.
.
NKRI menanti "dejavu" pd level tertingginya tentang intoleran diberbagai segi.
@gagal_hijrah Ketika kecil "didiamkan", ketika mulai besar berusaha "dipadamkan" ???
Pemerintah hanya mengawasi terkesan "membiarkan" ???
Ormas Islam Moderat yg Besar, Sedang dan Kecil tak mau bergerak, trkesan "membiarkan", watir dibilang sama saja dgn mereka, "Brutal".
TERUS KUDU PIYE ???
@AfifFuadS Cuma Mau Bilang :
"Dalam konteks ideologi bernegara/berbangsa, apapun yg dikatakan/dilakukan oleh petinggi, kader, simpatisan & pendukung ikhwanul muslimin Indonesia, MAKA INGATLAH, MEREKA BERBAHAYA !!! jika tak ingin dikatakan sama bahayanya dgn PKI & NII".
Hati²lah warga NU.
Ketika Banser ikut menjaga gereja, pura dan wihara, kalian lah yang paling nyinyir kepada kami selaku Nahdliyin. Kalian bahkan mengolok-olok Banser dengan "Barisan Sawer" karena juga ikut menjaga hajatan warga. Ada 7 juta angggota Banser yang tetap sabar meski kalian hina-dina.
Kalian yang sejak dulu nyinyir, menuding para Kyai NU dan Nahdliyin sebagai "Ahlul Bid'ah" atau "liberal" karena mencetuskan Islam Nusantara dan merumuskan Fiqh Peradaban. Kalian juga yang pernah menghina dan "membuta-butakan" Gus Dur. Ada 82 juta anggota NU yang tetap sabar meski kalian caci-maki.
Hari ini kalian memuji-muji para Kyai dan Santri NU setinggi langit. Hari ini kalian sok akrab dan "menjilat-jilat" kami seolah telah lama kita bersahabat. Hari ini kalian sok paling asyik karena sadar bahwa kalian ternyata hanya segelintir.
Kalian tak tahu malu mengubah hinaan menjadi sanjungan. Kalian tak tahu malu mengubah caci-maki menjadi puja-puji.
Kami manggut-manggut dan tersenyum karena kami menghargai kalian. Kami tahu, kalian sok akrab karena butuh suara dari para Nahdliyin untuk memenangkan Capres kalian.
Bagaimanapun kami sebagai Nahdliyin selalu diajari untuk menghormati orang lain yang berbeda, termasuk mereka yang telah menghina kami. Tapi boleh lah kami sedikit bertanya; "selain menjilat ludah sendiri, sudahkah kalian makan babi hari ini?"
@NenkMonica Hehehehe .... mau pakai logika level apapun gak akan ada untung "MENGHABISI" ... tapi klo ada ide "DISESET" dikit² kyk kutil boleh juga dicoba, mungkin lebih efektif ?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
sebenarnya buang² waktu dan energi ngurusi Rang Gokil macam nih !
Saya demen banget ni ibu-ibu. 🤣 Dan biasanya, tampilan yg model begini melindungi banget sama keluarga, termasuk jd tukang pukul suaminya..🤣
"Gua udah bilang Pel,
jangan makan Pel,
jangan makan Pel.
Gua suruh makan sekali,
lu mau makan sepuluh kali."
@TeddGus@Danimas19 Arah "Sengketa Pilpres Jilid 2" sudah digaungkan bahkan sebelum Pilpres 2024 dimulai .....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
mata anak panah sudah langsung ditujukan kepada "Pengadil Sengketa Pilpres".
.
.
.
Prof. Provokator yg tidak bisa membedakan antara isi kepala dgn ampas dubur.