lebih mirip politisi.
1. Tau dikit, ngomongnya banyak
2. Seneng monolog/pidato bombastis
3. Ga mau engage dgn yg lbh pinter dari dia utk ngetes ide.
4. Effort belajar minim krn udah ngerasa pinter.
5. Seneng bodoh2in orang.
6. Seneng ngeles alih2 minta maaf
Pejabut banget
semenjak post tentang Aceh, banyak akun bodong mengatasnamakan ABAH (ayahku) dan dia follow semua orang terdekatku
heran banget ya garagara post sesuatu yang real ya emang Aceh belum pulih tapi malah diserang buzzer lol aneh bgt
Jokes lawas Idul Adha:
*ngomong ke orang berbadan gemuk
“Ngumpet begoo, ntr dipotong lo..”
Semua orang tau ini becandaan doang. Tapi ternyata ada satu orang yg nganggep ini serius, dia takut dan akhirnya pergi ke Perancis. 😔
Semakin government-nya nggak becus bikin dan menegakkan sistem yang mencegah korupsi, semakin tinggi kemungkinan korupsi di akar rumput.
Gitu lho, mas-mas yang dulu ngegaslighting demonstran waktu ada halte kebakar (padahal dibakar intel).
@noirzaa Loh kan memang masyarakat kita menganggap pernikahan transaksional, bahwa perempuan adalah objek yg bisa dipindahtangankan dengan membayar/menjaminkan sejumlah material things.
Yg jelas hal-hal tolol begini gak akan berlaku di keluarga gue nanti, sih.
"Kelas Menengah" itu adalah delusi ya gaes,
Elu itu adalah kelas miskin yang kebetulan punya bemper keuangan bangsa 1-2 bulan
You are 1-2 month away from poverty
Pemerkosa 50 santriwati tidak ditahan dan dibiarkan pulang sampai bisa kabur. (walaupun akhirnya ditangkap)
Sidang air keras malah bahas cara pelaku yang kurang ahli.
Menyedihkan.
Saya tidak akan percaya lagi sama 2 kelompok tersebut.
"Saya bilang ini goblok banget!"
"Masa pake tumbler yang mulutnya besar banget? Ya nyiprat"
“Main cantik lah. Kalau ada CCTV, bisa pakai jaket, pakai masker, pakai penutup aja. Masak di tengah jalan enggak pakai penutup muka, enggak pakai helm. Ini kan jadi lucu-lucuan”
Kutipan dari hakim militer.
Di persidangan militer.
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵