Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya.
Jangan iri pada yang sedang bersinar dan jangan sombong saat kita berada di puncak.
Semua hanya soal giliran, yang akan dikenang bukan lamanya berada di atas, melainkan manfaat yang ditinggalkan setelah masa itu berlalu.
Suatu hari, semuanya akan masuk akal
Jadi untuk saat ini, tertawalah dalam kebingungan
Tersenyumlah melalui airmata
Jadilah kuat dan terus ingatkan diri sendiri, bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan
☕
Kita punya hak untuk berharap dan Allah punya rahasia untuk menjawab.
Dan tetaplah berhusnudzon kepada-Nya,karena pemberian-Nya adalah yang terbaik untukmu.
Salam sepertiga malam🤲☝️☝️
tetaplah sholat, walaupun nikmat ibadahmu hampir hilang,bacalah Al-Qur'an walaupun dalam hatimu terasa berat.Karena kamu tidak akan pernah tahu di raka'at mana cinta ALLAH akan merangkulmu dan di ayat mana ALLAH melembutkan hatimu.🤍🤍🤍
Aku tidak merasa rugi ditinggalkan banyak orang.
Niat ku hanya ingin membuat relasi bersama dengan orang yang berlari ke arah yang lebih baik.
Nanti, kuceritakan hal buruk yang pernah ku lakukan agar kau tak memberi relasi palsu. Kemarilah bercengkrama, seduh kopimu.
في بعض الأحيان تكون الحياة مثل الفن
كلما كانت العملية أكثر تعقيدا ، كانت النتيجة أجمل
“Terkadang hidup itu seperti seni,
Semakin rumit prosesnya, semakin indah hasilnya.”🍁
Air mata dan ketakutan seorang ayah tidak terlihat,
cintanya tidak diungkapkan,
tetapi kasih sayang dan perlindungannya tetap sebagai pilar kekuatan sepanjang hidup kita...
Kesedihan yang membawamu kembali kepada Allah itu lebih baik, daripada kebahagiaan yang menjauhkanmu dariNya.
Karena tanpa kesedihan, engkau buta akan jalan kembali.
Maulana Jalaluddin Rumi
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
اللهم انك عفو تحب العفو فاعف عنا
Menurut psikologi, anak yang tumbuh di lingkungan dengan orang tua yang mudah marah sering belajar hidup dalam mode “siaga”. Mereka terbiasa membaca situasi, menebak-nebak suasana hati, dan berusaha tidak membuat kesalahan sekecil apa pun. Bukan karena mereka perfeksionis sejak lahir, tapi karena dulu kesalahan kecil saja bisa berujung pada kemarahan besar.
Akibatnya, saat sudah dewasa pun pola itu sering masih terbawa. Mereka jadi orang yang sangat berhati-hati, mudah merasa bersalah, dan sering overthinking sebelum bertindak. Bahkan ketika tidak ada lagi yang memarahi, tubuh dan pikirannya masih menyimpan memori lama: takut mengecewakan, takut disalahkan, takut dianggap tidak cukup baik.
Terkesan tidak adil memang,,,,
Tapi inilah hidup.
Semua punya keinginan, semua punya kesempatan meraih, tapi tidak semua punyai impian yang terwujud.
_Tentang bahagia?
Semua berhak memiliki sesuai dengan cara masing²
Mengeluh? Tengoklah sekitarmu.