baru sadar, ternyata setiap kita ‘level up’, pasti ‘kehilangan’ sesuatu.
entah itu kebiasaan, pertemanan, pasangan, atau versi diri kita yang lama.
tapi, itu bukan berarti kita benar-benar kehilangan melainkan kita bertumbuh. menyeleksi apa yang udah gak sejalan dengan versi kamu yang lebih baik diatas sana.
Unpopular opinion:
Pilih pasangan yang bisa hidup tanpa kamu. Karena artinya mereka memilih kamu dengan sadar, bukannya terpaksa atau butuh sesuatu.
Bisa hidup tanpa kamu,
tapi tetep milih bareng kamu.
Punya opsi yang lain,
tapi tetep milih kamu juga.
Terlepas dari gaji cewenya besar atau engga, gue mau menekankan sesuatu disini… cowo tuh kadang (or most of the time) suka lupa (atau simply ignorant aja) kalo manusia yg mau dijadikan pasangan hidupnya itu bukan “entitas kosong”.
Ada kultur, pendidikan, pengalaman, keluarga, lingkungan sosial, dll yg ngebentuk si cewe shg lu bisa ketemu dia dan memutuskan utk menikahi dia skrg.
Lu gabisa meremehkan itu. It takes her lifetime supaya dia bisa jadi versinya skrg.
Consider it as a reminder to you. Good luck.
Dulu di awal karirku pernah liat video tips dari LinkedIn Learning buat nego gaji. Selalu aku pakai buat nego gaji di dalam maupun luar negeri.
Intinya gini:
1. Search market value nya di role yg sama itu sekitar berapa.
2. Nilai diri kita sendiri, cari poin plus yg emang align dengan yg dicari perusahaan. Di atas 50% dari yg dicari aja sebenernya udah bisa jadi leverage buat kita.
3. Pas nego, kasih nominal range sesuai penilaian tadi. Jangan spesifik nominal tertentu.
Balikin bolanya ke perusahaan, jadi mereka juga sebenernya ngebantu kasih seberapa nilai kita di mata mereka.
Alhasil nanti mereka yg ngasih nominal spesifik, justru jadi kita yg bisa balik nego lagi gaji tadi.
Step by step kompres foto di bawah 1 MB
1. Siapkan 1 file “pengganggu” yang disengaja. Biasanya aku pakai New Text Document, lalu aku ubah extensinya jadi .HEIC dan rename supaya urutannya paling bawah (ex: zzz.HEIC)
2. Select semua file foto → klik kanan pada file paling atas → Send to → Mail Recipient → akan muncul pop-up Attach Files → pilih ukuran Large → Attach.
3. Tunggu sampai muncul pop-up error resize untuk file “pengganggu” tadi. Jangan klik apa pun.
4. Tekan Win + R → ketik %temp% → OK.
5. Cari file foto yang sudah di-resize / dikompres, lalu copy ke folder lain.
Cara ini mungkin kelihatan sederhana, tapi buat orang awam lumayan praktis dan tetap works 😁
Ali Khamenei dikabarkan tewas dalam serangan Israel-AS di Iran. Begitu juga anak perempuan, menantu, dan cucunya.
Liat foto kompleks tempat Khamenei tewas karena di-bom ini deh. Ngeri ga sih, mereka (Israel-AS) bisa presisi cuma targetin spesifik satu bangunan itu aja. Bahkan mereka tau secara presisi exact posisi Khamenei di mana, menit per menit kegiatannya lagi ngapain, sampe akhirnya eksekusi buat kirim bom ke tempat itu.
Intelnya udah another level & menurut @Reuters ada di dalam lingkar A1 Khamenei, alias di dalam bangunan yg sama. Kalo bisa se-presisi ini, buat apa mereka perlu ngebom sekolah sampe menewaskan hampir 100 anak-anak kalo bukan karena jahat aja?
Gue bertanya-tanya gimana posisi Indonesia ini ke depannya, terutama kl World War III meledak. Kita akan berpihak ke mana? Apalagi kita warga sipil biasa ini, gimana nasibnya? Liat komitmen yg ada skrg ini, kok gue liatnya kita kayak udah semanut itu sama AS, ngikut segala perkataan mereka. Ibarat anak bawang yg manis-manisin abang-abangan supaya ga di-bully, padahal mungkin ga nyaman.
Ada yg punya view soal ini?
Jadi ada wartawan nanya ke Eileen Gu (22 tahun), atlet freestyle skiing yg baru aja menang medali emas winter olympic 2026, tentang gimana caranya Eileen bisa jawab pertanyaan dengan cepat tapi tetep runut?
Jawabannya menarik bgt. Eileen bilang kalo dia adalah tipe orang yg sering merenung & instrospektif. Dia suka ngabisin waktu sama kepalanya.
Eileen juga bilang kalo dia sering journaling buat ngebreakdown semua cara berpikirnya dia. Dari aktivitas itu dia jadi bisa kontrol pikirannya, sekaligus kontrol siapa diri dia sebenarnya.
Buat Eileen banyak ngabisin waktu dalam pikirannya sendiri bisa bikin dia lebih banyak berpikir ke arah prosose yg lebih matang (mature).
Eileen suka modif pikirannya dan bertanya "Gimana caranya supaya aku bisa lebih baik? Gimana aku bisa memperlakukan otakku seperti aku memperlakukan latihanku di ski balap, supaya besok aku bisa lebih baik dari hari ini?"
Baru tau tepung beras putih ROSE BRAND ada 2 versi.
Ada hal menarik soal tepung beras putih Rose Brand. Kemasan luarannya mirip banget (kardus sama, plastik bungkus juga serupa, tampilan keseluruhan hampir identik), tapi pas diolah, teksturnya beda loh.
Menurut sharing dari owner usaha keripik tempe (yang katanya dapat info langsung dari pihak Rose Brand), untuk bikin keripik yang lebih renyah dan cocok buat digoreng tipis-tipis, sebaiknya pakai yang diproduksi oleh PT. ALU (atau PT Alu Aksara Pratama).
Sementara kalau buat kue-kue basah atau yang butuh tekstur lebih lembut/lengket, biasanya lebih pas pakai yang dari PT. Budi (mungkin terkait PT Budi Makmur Perkasa atau grupnya).
Aku cek-cek sendiri di Google, memang ada pembahasan di TikTok, FB, dan komunitas kuliner soal perbedaan ini—terutama kelihatan hasil akhirnya pas bikin peyek, keripik, atau gorengan. Beberapa orang bilang yang dari PT ALU lebih crispy, sedangkan yang lain lebih nempel atau beda serap minyaknya.