Adikku cewe selalu ngadu kalau dia ga ditemenin 1 kelas. Cuma gara" dia punya masalah sama 1 orang, tapi semua orang diajak untuk ga nemenin dia. Kubilang gapapa, nanti main sama teman beda kelas aja. Fyi dia kelas 2 SMP.
Kemarin (sabtu) pulang sekolah nangis katanya di tendang temennya. Pas dia mau bales, dia dipegangin sama temen" nya yg lain. Alhasil dia cuma bisa nangis sambil terus di tendang. 😇
Hari itu juga mama ku datang ke sekolah. Tanggapan sekolah cuma nanti siswanya di interogasi
Hari ini (senin) , kita dateng ke sekolah lagi buat liat tindakan sekolah atas kasus pembully an adikku.
You know? 😇 anak itu ngaku kalau dia memang nendang. Bahkan didepan guru & kami, dia bilang "kalau aja ga dipegangin yg lain, sudah habis dia ku hajar" 😇 di hadapan guru. Respon gurunya cuma "wahh kamu ini".
Pada akhirnya si Siswa cuma dikasih poin😇tanpa diberi hukuman apapun.
Sedangkan adikku selalu nangis tiap malam. Bahkan bilang "Aku kalau nyium aroma parfum yg ngebully aku itu, aku takut" 🥺
cc: soniabhenazirrrr
Yang gue bawa pulang dari cerita adik gue satu hal.
Beban kerja itu jarang ditentuin di kontrak.
Kebentuknya di bulan pertama, dari jawaban lo ke permintaan-permintaan kecil yang kelihatan sepele.
Kalau lo baru masuk kerja bulan ini, siapin satu kalimat buat nolak dari sekarang. Bukan biar dianggap susah, tapi biar orang tau kerjaan lo ada takarannya.
Lagi antre rapi buat ambil makanan di acara nikahan.
Tiba-tiba ada ibu-ibu sama anaknya nyelak tepat di depan antreanku.
👩🏻: "Ngalah kek."
Aku: "Ya antre juga, Bu."
👩🏻: "Kasihan ini ada anak kecil."
Aku: "Menurut Ibu, yang aku gendong ini apa? Gedebok pisang?" (Padahal aku lagi gendong anak umur 1 tahun.)
👩🏻: "Dasar anak muda zaman sekarang, nggak mau ngalah."
Aku: "Dasar orang tua zaman dulu, nggak tahu diri."
Akhirnya ibu itu pindah ke belakangku sambil ngomel-ngomel karena kebagian makanan terakhir. 🙏🙂
Maaf ya, sekarang udah bukan zamannya diem terus kalau diperlakukan nggak adil.
Gimana ya caranya menamai duka anak-anak yang … gak pernah neko-neko, gak kriminal, tapi ironisnya malah harus ke psikolog karena JUSTRU dia “anak yang baik”.
Mereka berusaha kasih semua karena percaya jadi anak baik akan membuat mereka aman, tapi ternyata enggak.
Naik Gojek.
🤡: "Udah nikah mbak? Dosen di sini ya?"
👩: "Belum pak. Bukan, saya lagi kuliah S2."
🤡: "Ngapain kuliah tinggi, perempuan juga ujung-ujungnya di dapur. Mending nikah."
👩: "Kalau nikah sama laki-laki yang bisa ngasih penghasilan setara waktu saya kerja sih nggak masalah. Tapi kalau nikah cuma buat disuruh masak di dapur, ya buat apa?"
🤡: "Maksud saya daripada hidup sendiri gitu, mbak."
👩: "Mending sendiri tapi punya banyak uang daripada nikah tapi buat makan aja susah dan tiap hari harus masak."
Habis itu suasana di jalan langsung hening. Mantap. 😂
Jatuh cinta kali ini sangatlah berbeda, terasa begitu dewasa namun juga kekanak-kanakan. Ini bukan kali pertama aqeela jatuh cinta, tapi ini pertama kalinya aqeela jatuh sedalam-dalamnya.
Finally u found a men, that never fails to make u feel loved especially on the days u feel like “i’m too much to handle” 🥹🩷
#HarrynyaAqeela
Ada yang pernah lihat video ini? Video ini udah ditonton lebih dari 24juta orang
Sumpah ya, Angga emang se cinta itu sama Shenina Cinnamon bahkan sebelum nikah loh😭🙏🏻✨
Udah ya Netizen yaaa jangan kirim hate komen lagi yaaa 😭✨
Saldo tabungan bokap gw tiap bulan kepotong Rp 50 ribu otomatis. Di mutasi cuma tertulis: "Premi".
Pas bokap meninggal, gw ke bank mau tutup rekening. CS mau cairin sisa saldo Rp 10 juta. Gw hampir setuju.
Tapi gw iseng tanya soal potongan premi itu. CS langsung berubah muka. Ternyata saldo yang harusnya gw terima Rp 100 juta.
Manfaat ini sering terlupa ahli waris. Namanya: A****** P*********.
"Maksudnya potongan Rp 50 ribu itu asuransi jiwa?" tanya gw kaget.
CS itu ngejelasin sambil narik napas panjang. "Iya Pak, ini adalah produk asuransi mikro yang melekat pada tabungan. Jika nasabah meninggal dunia, ahli waris berhak atas santunan tunai di luar saldo tabungan."
"Masalahnya, sistem bank gak otomatis 'tahu' kalau nasabah meninggal untuk urusan asuransi. Kalau ahli waris gak klaim, uang santunan itu selamanya bakal nginep di perusahaan asuransi."
Dia ngerendahin suaranya pas proses tutup buku rekening dilakukan.
"Banyak bank punya program bundling tabungan dengan asuransi jiwa. Preminya kecil, tapi manfaat santunannya bisa puluhan sampai ratusan kali lipat dari premi bulanan."
"Bank gak akan proaktif nawarin pencairan asuransi ini pas lo mau tutup rekening. Mereka cuma fokus di saldo tabungan. Kalau lo gak teliti liat mutasi, hak lo bakal angus gitu aja."
"Serius santunannya bisa sebesar itu?" gw gak percaya.
Dia ngangguk, lanjut kasih rincian gimana "Saldo Tersembunyi" ini bisa jadi penyelamat keluarga:
Premi Rp 50.000/bulan: Santunan bisa mencapai Rp 50-100 juta.
Santunan Kematian: Cair 100% jika nasabah meninggal karena sakit atau kecelakaan.
Ahli Waris: Wajib diajukan oleh keluarga yang terdaftar dalam Kartu Keluarga.
"Uang Rp 50 ribu yang lo kira biaya admin itu sebenarnya investasi bokap lo buat ninggalin warisan buat anaknya."
"Yang paling gak adil yang mana?" tanya gw lemes.
"Masa kedaluwarsa klaim. Biasanya klaim asuransi jiwa di bank punya batas waktu 60-90 hari setelah nasabah meninggal."
"Kalau keluarga baru sadar setahun kemudian, asuransi punya alasan legal buat nolak klaim karena sudah lewat masa pelaporan."
"Ini keuntungan 'laba mati' bagi perusahaan asuransi dari ribuan nasabah yang ahli warisnya gak paham isi mutasi rekening."
"Cara cek asuransi di tabungan keluarga?"
CS kasih 4 langkah:
1. PRINT REKENING KORAN. Cari potongan rutin 'Premi', 'Insurance', atau kode khusus bank.
2. TANYA PRODUK TABUNGANNYA. Beberapa tabungan otomatis dapet proteksi jiwa tanpa daftar.
3. CEK POLIS DIGITAL di m-banking. Ada menu 'Asuransi Saya' yang jarang diklik.
4. JANGAN LANGSUNG TUTUP REKENING. Urus semua manfaat asuransi sebelum hapus akun.
"Senjata paling simpel satu aja?" tanya gw.
Dia kasih satu tips maut biar gak kecolongan hak warisan.
"Setiap urus penutupan rekening orang meninggal, selalu tanya: 'Apakah almarhum memiliki produk asuransi atau proteksi saldo yang melekat pada akun ini?'"
"Begitu lo tanya spesifik, CS wajib ngecek database asuransi partner bank. Jangan biarin mereka cuma cek database saldo tabungan doang."
Gw akhirnya dapet santunan Rp 100 juta itu setelah nunggu proses administrasi sebulan. Duit yang bener-bener gak disangka bakal ada.
Gw bilang ke temen gw pas lagi urus nisan bokap: "Gi, gw salah karena gw pikir potongan kecil di bank itu cuma biaya 'sampah'. Ternyata itu 'hadiah' terakhir bokap buat kita."
"Jangan remehkan angka Rp 50 ribu di mutasi. Itu bisa jadi jaring pengaman terakhir keluarga saat tulang punggung udah gak ada."
Pesan buat lo yang punya orang tua atau pasangan yang punya rekening bank:
Minta izin buat cek mutasi mereka sesekali. Bukan buat kepo, tapi buat mastiin gak ada hak asuransi yang terabaikan kalau hal buruk terjadi.
Jadilah ahli waris yang teliti. Uang itu hak almarhum yang harusnya sampai ke tangan lo.
Dan inget, bank itu lembaga profit. Mereka gak akan maksa lo buat ambil duit santunan kalau lo sendiri gak minta.
Makin cerdas lo baca mutasi, makin terjaga aset keluarga lo dari sistem yang seringkali "lupa" ngi