Suatu hari di Apotek.....
👱🏼♂️ : mba ada komix?
Aku : buat dewasa atau anak mas?
👱🏼♂️ : buat saya mba
Aku : gejalanya apa mas?
👱🏼♂️ : batuk mba, batuk berdahak
Aku : udah berapa hari mas? Udah minum apa aja obatnya?
👱🏼♂️ : udah 2 harian mba, kalo ada minta 1box mba
Aku : loh? Kok banyak banget mas? Buat apa?
👱🏼♂️ : buat stok mba dirumah
Aku : buat stok kok banyak banget mas? Tak kasih obh aja mau ndak? Yg botolan aja buat batuk berdahak jg bagus
👱🏼♂️ : sik bentar mba (jalan ke motor nemuin temennya)
Aku : (loh? Temene tampilan e punk banget, wis ga beres ini)
👱🏼♂️ : (balik lagi jalan ke aku) mba mintanya komix i, yg biru 1 box
Aku : habis i mas komix nya, kalo mau OBH aja. Kalo ga mau yasudah
👱🏼♂️ : emmm yaudah mba ndak jadi
Aku : iya mas dengan senang hati yaa😊😊
Dikira saya gatau mau dibuat apa tuh mau beli Komix sebanyak itu 🤪🤪
Video ini memberikan banyak pelajaran yang bisa kita pilih dan ambil. Dari perspektif ekonomi, kita bisa mempertanyakan apakah pilihan yang ditawarkan benar-benar setara dan masuk akal untuk seseorang dalam situasi seperti itu. Dari sisi psikologi dan sosiologi, kita bisa belajar bagaimana ketimpangan memengaruhi cara seseorang berpikir dan membuat keputusan. Ini dibahas secara mendalam dalam buku The Broken Ladder karya Keith Payne, yang pernah saya ulas sebelumnya.
Di buku itu Payne menjelaskan teori sensitivitas risiko: orang yang hidup dalam ketimpangan cenderung mengambil lebih banyak risiko. Ketidakpastian dan keterbatasan membuat mereka berharap untuk “melompat” beberapa anak tangga sekaligus karena mendaki satu per satu tampak hampir mustahil. Dalam situasi ketimpangan, bias tersebut sangat sulit dihindari, termasuk oleh kita sendiri bila ditempatkan pada situasi yang sama.
Namun, yang paling penting, video ini membuat kita belajar untuk memiliki empati dan mau melihat persoalan secara lebih mendalam. Kemiskinan sering kali merupakan hasil dari masalah struktural yang kompleks. Menganggap kemiskinan hanya disebabkan oleh kesalahan atau kebodohan kaum miskin adalah pandangan yang dangkal dan tidak berdasar. Jangan sampai kita terjebak kekeliruan berpikir seperti itu, karena hanya akan membuat kita ikut memperburuk keadaan alih-alih membantu menyelesaikan masalah.
Pantesan blackmores yg satu ini secara legal gak bisa dapet ijin edar bpom di Indonesia karena biotinnya 1,3 mg (1300 mcg) sedangkan regulasi di Indonesia max 0,9 mg/hari (900 mcg)
Bukan berarti bahaya cuman beda regulasi aja antara Indonesia sama aussie untuk batas max perhari
👦🏻: Beb emg ga takut jogging sendirian?
👩🏻: Kadang was2, tapi gimana ya aku lg semangat2nya olahraga
👦🏻: ok
Besoknya gue beliin treadmill. Agak ga tenang jg istri jogging sendirian. Gue ga bsa nemenin karna harus gantian jaga anak di rumah
Treadmill dateng, dia terharu, dan..
Surat kabar Israel “Haaretz” mengungkapkan ratusan tentara Zionis Israel kini mengalami gangguan psikologis (23/10).
Saatnya netizen Indonesia menunjukkan kekuatan julidnya. Kita ‘bantu’ mereka untuk semakin putus asa dengan nge-trol di akun IG mereka
Julid fi sabilillah!
Men should “prepare” for marriage exactly the way women do, beyond just money.
Learn to cook & clean, master grocery shopping, do therapy to deal with your childhood trauma & most importantly, learn to communicate. She’s doesn’t have psychic powers to know what you’re thinking.