Di era di mana publik distrust sama pemerintah, branding sebagai orang dalam (Eks Menkeu) yang tobat dan jadi voice of reason adalah komoditas paling mahal, dan ini dimanfaatkan sama dia.
Netizen merasa menemukan pahlawan, padahal mah ini kan cuma manuver personal branding dia aja ๐
Di tengah lautan konten prank, joget TikTok, dan drama artis, siapa pun yang bisa bicara tenang, memakai kacamata dengan cinematic visual lalu membahas filosofi dan membedah ekonomi makro, sudah otomatis mendapatkan Smart Halo Effect.
Apa itu Smart Halo Effect? Ini terjadi ketika seseorang terlihat cerdas atau expert di satu bidang tertentu, audiens secara otomatis dan gak sadar mengasumsikan bahwa orang tersebut jenius dan valid di semua bidang.
Makannya gak heran kalo disebut nabi Gen Z ๐คฃ
Salah gak? Kalo dari sisi creator, selama seorang kreator menyajikan data yang bisa dipertanggungjawabkan dan tidak menyebarkan hoaks, dia pada dasarnya hanya sedang mensupply kebutuhan pasar aja.
Kreator baru bisa disalahkan secara moral jika dia sadar penuh memiliki Smart Halo Effect ini, lalu sengaja menggunakan power-nya untuk hal-hal problematik.
@dhanyfir@RozuKurimu@karirfess bisa 2 2 nya, horizontal ama vertical, gw bisa caci maki pemerintah, disisi lain gw juga bisa ngehate seseorang yg memberi harapan palsu tentang revolusi yg gk pernah datang itu, omonโ doang revolusi dia sendiri takut turun kejalan buat demo, jual aja tuh terus merch revolusi
@karirfess Ga usah babibu
I know that person.
Ferry Irwandi a.k.a El Profesor a.k.a Lisan Al-Ghaib usernamenya pake AVA kaos hitam & kacamata pernah ramein isu santet.
Whitewashing gerakan, ngaku pasukan revolusi tapi takut darurat militer & sempat diramaikan sebagai antek afutami (17+8).