Pergi,-pulang adalah sebuah perjalanan.
Pergi, kemungkinan untuk memaknai kehidupan, atau bisa jadi mendapat pembelajaran kehidupan.
Pulang, kemungkinan kembali menceritakan makna kehidupan, atau bisa jadi pulang ke tempat peristirahatan terakhir di keabadian.
Ini adalah bentuk tanggungjawab atas segala bentuk keputusan. Kembali ke lapangan jelas memiliki resiko. Namun, aku coba untuk kembali menikmatinya. Pergi,-pulang.
Setiap tempat memiliki keindahannya masing-masing, setiap manusia memiliki kelebihan sendiri-sendiri.
Gunung jangan dibandingkan dengan pantai, dan yang sekarang ada jangan pula dibandingkan dengan yang telah pergi.
Matahari dan bulan sama-sama menerangi, diwaktunya masing-masing
Terus berjalan hingga menemui persimpangan. Harus memilih arah mana yang ku jajaki sebelumnya. Di depan selalu ada misteri yg nantinya harus di syukuri. Bukan sekedar keindahan, namun juga tentang hal yg tdk diinginkan, akan membuatmu tahu tentang hal yg kau perlukan.
Karena sejatinya, aku berusaha menyelamatkanmu, keluargamu dari cerita" yg tdk-tdk. Dan, dalam setiap niat baik, tak semua org harus tahu, nanti yg membenci akan berusaha membuatmu ragu.
Saling menjaga, dan percaya.
Dalam setiap usaha, semua butuh proses. Apa yang kamu lihat sekarang, tidak serta merta langsung berada seperti saat ini. Bukan melalui pendekatan atau orang dalam, semua ku awali dari bawah, bermodalkan progres kerja, dan doa yang jadi bahan penunjang.
Roda pasti berputar.
Terkadang perempuan lupa akan cara mengapresiasi seorang lelaki. Padahal lelaki tersebut sudah memberikan lebih dari kemampuannya untuk membuat perempuan bahagia, hingga dia lupa dengan dirinya sendiri.
Bukan tentang berapa, tapi tentang usahanya.
sampai PSM Makassar berkandang di Parepare. Situasi yang sama tak bosan tuk di ulangi, meninggalkan rumah hingga bolos kerja. 23tahun penantian juara liga, terealisasikan di parepare dengan materi pemain yang di dominasi pemain lokal sulawesi,
.......
Berawal dari kesenangan, kebanggaan, hingga menjadi sebuah kecintaan. Meninggalkan rumah, bolos kuliah, menuju makassar untuk mengawal pasukan ramang di tiap pertandingan yang sempat saya tunaikan. Menang, seri, bahkan kalah tak memudarkan rasa cinta ini,
......
Kerap kali kita ingin kembali ke masa yang dulu memberi keindahan, namun sekarang kita harus berfikir untuk tidak melakukan kesalahan.
Bukan lagi masanya memikirkan diri sendiri, sudah sepantasnya selalu mengukir senyum buat mereka yang membuat kita sampai di titik ini.
ILYMakPak