Sempat kena "teguran" dari Om Elon, sempat dikunci akunnya, balik2 kebakaran. Entah sudah hari ke betlrapa ini, apakah bisa memenuhi syarat ke-2 dan ke-3?
Menurut kalian bagaimana?
Menurutku ini hasil dari contoh pemimpin bangsa ini, menggunakan uang rakyat untuk memperkaya diri.
Teorinya sih memang harus tolong menolong ya, tapi mungkin mereka juga lelah karena disaat mereka membutuhkan tidak ada yang mau menolong
Warga ambil muatan telur dari truk yang terguling di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (28/6/2026).
Pemilik telur, Arif, memperkirakan kerugiannya mencapai Rp 10-13 juta akibat telur diambil warga.
Meski mengalami kerugian, Arif mengaku tidak ingin berkonflik dengan warga karena setiap hari melintasi lokasi tersebut. Ia berharap warga yang membawa telur, bersedia mengembalikannya.
Arif juga telah berkomunikasi dengan pemerintah desa. Menurut Arif, kepala dusun akan membantu berkomunikasi agar telur yang diambil warga bisa dikembalikan.
"Tidak apa-apa ambil satu atau dua kilogram. Tapi tolong yang membawa sampai satu dua peti agar dikembalikan, saya juga hanya masyarakat yang sedang usaha," ujar Arif.
π₯: IG @/warungjurnalis, @/waduke_njeblug
Sumber: Tribun Jateng
~R #Purbalingga #Peristiwa #Read
Selamat pagi. Selamat hari Jumat #sahabatemak . Sarapan emak hari ini mix smoothies mangga, wortel dan timun. Dilancarkan dan dimudahkan semua urusan kita hari ini ya
βKalian boleh pergi dengan selamat dan membawa apa pun yang bisa kalian angkat.β
Kalimat itu diucapkan oleh seorang raja setelah berhasil menaklukkan sebuah kastil di Jerman pada tahun 1140. Ia mengira para wanita di dalam kastil akan membawa emas, perhiasan, atau barang berharga lainnya. Tapi yang terjadi keesokan harinya benar-benar di luar dugaan.
Saat itu, Raja Conrad III sedang berperang melawan keluarga Welf, rival politiknya. Salah satu benteng milik lawannya berada di kota Weinsberg. Setelah dikepung cukup lama, persediaan makanan di dalam kastil mulai habis dan para penghuninya tidak punya banyak pilihan selain menyerah.
Sebagai pihak yang menang, Conrad III memiliki kekuasaan penuh atas nasib para penghuni kastil. Namun ia memberi kelonggaran kepada para wanita. Mereka diizinkan meninggalkan kastil dengan aman dan boleh membawa apa saja yang sanggup mereka angkat sendiri.
Bagi para tentara, hasilnya sudah pasti. Mereka membayangkan para wanita akan berebut menyelamatkan peti emas, perhiasan, pakaian mahal, atau barang-barang berharga lainnya sebelum semuanya disita.
Namun ketika gerbang kastil dibuka keesokan harinya, pemandangan yang muncul justru membuat semua orang terdiam.
Satu per satu wanita keluar dari kastil sambil menggendong suami mereka di punggung.
Mereka tidak membawa emas.
Tidak membawa perhiasan.
Tidak membawa harta benda.
Mereka memilih membawa orang yang paling berharga bagi mereka.
Para tentara langsung memprotes. Mereka merasa para wanita itu sengaja mencari celah dari perintah raja. Tapi jika dipikir-pikir, mereka tidak melanggar aturan sedikit pun. Sang raja memang mengatakan mereka boleh membawa apa pun yang bisa mereka angkat. Dan para wanita itu benar-benar mengangkat sesuatu yang mereka anggap paling berharga.
Semua orang menunggu keputusan Conrad III. Ia bisa saja marah dan membatalkan janjinya. Tidak ada yang benar-benar bisa menghentikannya saat itu. Tapi justru di sinilah bagian paling menarik dari cerita ini.
Conrad III memilih menepati ucapannya.
Ia mengizinkan para wanita pergi bersama suami mereka. Para pria yang seharusnya menjadi tawanan perang akhirnya lolos hanya karena kecerdikan para istri mereka dalam memahami aturan.
Kisah ini kemudian dikenal sebagai Treue Weiber von Weinsberg, yang berarti βPara Istri Setia dari Weinsberg.β Meski sebagian detailnya mungkin telah bercampur dengan legenda selama ratusan tahun, cerita ini tetap menjadi salah satu kisah paling terkenal dalam sejarah Jerman.
Dan kalau dipikir-pikir, para wanita itu memenangkan pertarungan yang tidak bisa dimenangkan dengan pedang. Mereka menang hanya dengan menggunakan kecerdikan, keberanian, dan satu ide sederhana yang tidak terpikirkan oleh siapa pun.
Today weβre launching study notebooks in the @GeminiApp β an interactive space built to turn your natural curiosity into true comprehension. π
Whether youβre a student making sense of organic chemistry or preparing for a standardized exam, personalized learning should be accessible to everyone.
That's why study notebooks are free and available globally in every language in the Gemini app.
Here's how to use them β