Premisnya benar. Kesimpulannya tdk.
Massa air di Bumi hampir kekal. Hukum kekekalan massa tdk dilanggar data center.
Tapi yg langka bkn “air di planet", tapi air tawar.. di DAS tertentu, pada musim tertentu, dgn kualitas yg bisa diminum atau dipakai pertanian.
Pendinginan evaporatif tdk menghapus H2O dari Bumi, tapi memindahkan air dari pipa kota ke atmosfer.
Itu konsumsi lokal, siklus hidrologi butuh waktu. Manusia di sekitarnya tdk punya saktu.
Ada 3 lapisan yang sering dicampur:
- Volume global → hampir tetap
- Ketersediaan lokal → bisa jebol
- Jejak tdk langsung → listrik + fabrikasi chip, sering lebih besar dari cooling on-site
Jadi pertanyaan yg tepat bkn “apakah air dunia berkurang,”
tapi "air siapa yg diambil, dikembalikan ke mana, dan siapa yg kehausan lebih dulu".
Batasnya termodinamika dan tata ruang. Bukan slogan.
bunyi-bunyian INCESS SYAHRINI di pespor:
"temen-temen seumuran aku udah pada masuk partai"
"duh liat yang brondong-brondong gini rasanya pengen aku kuliahin deh"
"Adrian tinggi banget, kek UMR Singapur"
RIN KATA GUE LU LUCU BANGET WKWKWKWKWKWKWKWKWKWK